Israel Sudah Memutuskan Cara Membalas Iran, Bakal Ada Lagi Petinggi IRGC yang Tewas?
Anggota militer Israel menunjukkan rudal balistik Iran yang jatuh di Israel pada akhir pekan, selama tur media di pangkalan militer Julis dekat kota Kiryat Malachi di Israel selatan. Selasa (16 April 2024). Iran melakukan serangan langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada malam hari tanggal 13-14 April, menggunakan lebih dari 300 drone, rudal jelajah, dan rudal balistik, sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan tanggal 1 April terhadap konsulat Iran di Damaskus
19:10
17 April 2024

Israel Sudah Memutuskan Cara Membalas Iran, Bakal Ada Lagi Petinggi IRGC yang Tewas?

Lembaga Penyiaran Israel, Kan 11, Selasa (16/4/2024) malam melaporkan kalau Tel Aviv telah memutuskan bagaimana merespons serangan Iran.

Laporan itu menyebut, Israel saat ini sedang menunggu untuk mengambil kesempatan yang tepat untuk menerapkan serangan balik ke Iran tersebut.

Kan 11 menambahkan, pihak Amerika Serikat (AS) lewat Menteri Luar Negari, Anthony Blinken, menekankan, cara apapun yang diambil Israel dalam serangan baliknya ke Iran, tidak boleh meningkatkan eskalasi di kawasan.

“Blinken melakukan kontak langsung dengan Israel dan sekutu lainnya di kawasan, termasuk Qatar, untuk mencegah eskalasi apa pun.”

"Dalam konteks ini, Gedung Putih menyatakan, Presiden AS Joe Biden tidak ingin memperluas atau memperdalam cakupan konflik, yang menunjukkan bahwa menanggapi Iran atau tidak adalah keputusan Israel," tulis laporan tersebut.

Seorang anggota militer Israel berdiri di samping rudal balistik Iran yang jatuh di Israel pada akhir pekan, selama tur media di pangkalan militer Julis dekat kota Kiryat Malachi di Israel selatan. Selasa (16 April 2024). - Iran melakukan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya serangan langsung terhadap Israel pada malam hari tanggal 13-14 April, menggunakan lebih dari 300 drone, rudal jelajah, dan rudal balistik, sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan pada tanggal 1 April di konsulat Iran di Damaskus. Hampir semuanya dicegat, menurut tentara Israel. (GIL COHEN-MAGEN / AFP) Seorang anggota militer Israel berdiri di samping rudal balistik Iran yang jatuh di Israel pada akhir pekan, selama tur media di pangkalan militer Julis dekat kota Kiryat Malachi di Israel selatan. Selasa (16 April 2024). - Iran melakukan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya serangan langsung terhadap Israel pada malam hari tanggal 13-14 April, menggunakan lebih dari 300 drone, rudal jelajah, dan rudal balistik, sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan pada tanggal 1 April di konsulat Iran di Damaskus. Hampir semuanya dicegat, menurut tentara Israel. (GIL COHEN-MAGEN / AFP) (AFP/GIL COHEN-MAGEN)

Tiga Opsi Serangan Balik Israel ke Iran

Israel mengambil keputusan ini setelah melalui perbedaan pendapat yang parah di antara para pejabat mereka mengenai tanggal dan bentuk pembalasan ke Iran.

"Sejumlah menteri menyarankan menunggu sampai kesepakatan dicapai mengenai koalisi internasional, sementara yang lain berpendapat bahwa Israel harus segera merespons dan menyerang fasilitas sensitif di Iran," seperti dilansir Kan 11.

Terkait bentuk respons Israel ke Iran, media Ibrani, Channel 12 Israel membahas 3 skenario serangan balasan Israel ini, yaitu: terbatas, sedang, dan besar.

Respons terbatas mungkin hanya berupa serangan elektronik, tanpa meluncurkan rudal atau melancarkan serangan angkatan udara.

Sedangkan untuk serangan moderat, dapat berupa serangan elektronik yang dikombinasikan dengan serangan rudal terbatas terhadap pangkalan militer kecil atau kompleks militer tunggal.

Adapun dalam skenario serangan besar Israel ke Iran, mungkin mencakup beberapa aspek secara bersamaan, termasuk serangan elektronik dan menargetkan beberapa kompleks militer – beberapa di antaranya sangat penting – di pusat-pusat strategis di seluruh Iran.

Ini mencakup juga penargetan fasilitas nuklir Iran.

Pengeboman di Damaskus yang menewaskan 7 perwira Iran diantaranya pejabat penting komandan Al Quds brigadir jenderal Mohammad Reza Zahedi dan Mohammad Hadi Haji Rahimi Pengeboman di Damaskus yang menewaskan 7 perwira Iran diantaranya pejabat penting komandan Al Quds brigadir jenderal Mohammad Reza Zahedi dan Mohammad Hadi Haji Rahimi (AFP)

Serangan Terbatas, Incar Petinggi Militer Iran?

Laporan Kan 11,  mengutip seorang pejabat pemerintah Israel yang tidak disebutkan namanya, mengeleminir kemungkinan Israel melancarkan serangan balasan besar-besaran ke Iran.

“Kemungkinan melakukan serangan balasan besar-besaran di Iran semakin berkurang setiap harinya,” katanya.

Sementara itu, pihak AS dilaporkan berharap Israel akan menerapkan serangan terbatas ke Israel sebagai pembalasan.

Sejumlah analis menilai, hal yang dimaksud serangan terbatas ini adalah aksi militer terhadap fasilitas, lokasi, atau sosok spesifik.

Hal ini juga berarti, Israel kemungkinan mengincar lagi sosok penting petinggi militer Iran dalam target serangan. Jika itu dilakukan, bakal ada lagi petinggi Garda Revolusi Iran (IRGC) yang tewas karena serangan balik Israel.

"Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengatakan bahwa keputusan untuk menanggapi Iran berada di tangan Israel dan bahwa AS tidak ingin konflik di kawasan ini meluas, dan bahwa AS akan terus mendukung Israel “tanpa tergoyahkan”, kata laporan Kan 11.

Drone-drone serangan pembalasan Iran ke Israel tampak dari situs Kubah Emas (Dome of Rock) di Yerusalem, Minggu (14/4/2024). Drone-drone serangan pembalasan Iran ke Israel tampak dari situs Kubah Emas (Dome of Rock) di Yerusalem, Minggu (14/4/2024). (times of Israel)

AS Belum Dapat Laporan Israel

Juru bicara Pentagon Patrick Ryder mengatakan dalam konferensi pers pada hari Selasa, “Amerika Serikat tidak ingin konflik meluas di wilayah tersebut.”

Mengenai tanggapannya terhadap pertanyaan apakah Israel telah menerima pesan dari Amerika Serikat mengenai keinginan AS untuk tidak memperluas cakupan konflik di kawasan, Ryder menjawab, “Saya tidak ingin berbicara atas nama Israel.”

Mengenai kemungkinan tanggapan Israel terhadap Iran, dia berkata, “Ini adalah keputusan berdaulat yang harus diambil Israel,.

Dia menambahkan bahwa “jika Israel tidak mampu mempertahankan diri, ancaman terhadap keamanan dan stabilitas regional dapat muncul.”

Ryder menyatakan, pekerjaan pembangunan pelabuhan sementara, yang diumumkan akan didirikan di Gaza untuk tujuan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui laut, terus berjalan sesuai rencana dan pemasangannya akan selesai bulan ini.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, “Israel tidak memberi tahu kami tentang rencananya untuk menanggapi serangan Iran atau sifat dan waktunya.”

Iran Bakal Balas Lebih Keras

iplomat Iran di Inggris, Saged Mehdi Hosseini Matin, memperingatkan Israel.

Jika negara Zionis ini melakukan "kesalahan lain" dengan melancarkan serangan ke Iran, maka akan ada respons yang lebih kuat dan lebih parah.

Balasan itu akan dilakukan Iran tanpa peringatan, tidak seperti yang dilakukan pada akhir pekan lalu.

Adapun, Iran melancarkan serangan pertamanya ke wilayah Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam.

Teheran mengatakan pihaknya melakukan serangan itu sebagai respons atas serangan Israel terhadap konsulat Iran di Suriah pada 1 April 2024.

Setidaknya, lebih dari 300 drone dan rudal dikirimkan oleh Iran untuk membalas serangan negara Zionis itu.

Meski begitu, hampir semua serangan tersebut gagal mencapai target atau berhasil dicegat oleh Israel dan sekutunya.

“Respons terhadap kesalahan Zionis berikutnya tidak akan memakan waktu 12 hari."

"Hal ini akan diputuskan segera setelah kita melihat apa yang telah dilakukan oleh rezim musuh."

"Ini akan terjadi segera, dan tanpa peringatan. Ini akan menjadi lebih kuat dan lebih parah,” kata Matin dilansir The Guardian, Rabu (17/4/2024).

Selain itu, ia juga menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berusaha menjebak negara-negara barat ke dalam perang total di Timur Tengah.

Hal ini akan menimbulkan konsekuensi tak terkira bagi kawasan Timur Tengah dan dunia.

Di sisi lain, Jenderal tertinggi Israel, Letjen Herzi Halevi, mengatakan negaranya akan merespons serangan Israel ini.

Namun, masih belum jelas respons semacam apa yang akan diambil oleh Israel.

Putin Ingatkan Presiden Iran

Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan panggilan telepon dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Selasa (16/4/2024).

Rusia dan Iran merupakan sekutu dekat militer dan politik.

Kremlin mengatakan, panggilan telepon itu diadakan atas permintaan pihak Iran.

Kepada Ebrahim Raisi, Vladimir Putin memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah dapat menimbulkan konsekuensi bencana.

“Vladimir Putin menyatakan harapannya bahwa semua pihak akan menunjukkan pengendalian diri yang wajar dan mencegah babak baru konfrontasi yang penuh dengan konsekuensi bencana bagi seluruh kawasan,” kata Kremlin, Selasa, dilansir Barron's.

“Situasi yang meningkat di Timur Tengah setelah serangan udara Israel terhadap misi diplomatik Iran di Damaskus dan tindakan pembalasan yang diambil Iran dibahas secara rinci,” jelas Kremlin.

(oln/khbrn/*)
 

Tag:  #israel #sudah #memutuskan #cara #membalas #iran #bakal #lagi #petinggi #irgc #yang #tewas

KOMENTAR