



Tiru Aturan Israel, Zelensky Beli 50.000 Seragam Tentara Wanita
Desakan agar wanita diikutsertakan dalam wajib militer terus mengalir. Bahkan militer Ukraina telah membeli sebanyak 50.000 seragam militer untuk wanita untuk kepentingan tersebut.
Kepala penasihat militer Kiev untuk isu gender, Oksana Grigorieva mengatakan Pemerintah Ukraina telah meninggalkan “mentalitas kuno”. Kini Kiev mengadopsi aturan militer milik Israel di mana seluruh warganya wajib menjalani mobilisasi militer.
“Konstitusi kami menyatakan bahwa setiap warga Ukraina wajib melindungi tanah airnya, jadi sudah sepantasnya perempuan juga ikut mengabdi. Rusia tidak akan hilang begitu saja. Jadi seperti Israel, kita harus bersiap menghadapi hal ini dan itu berarti melatih baik laki-laki maupun perempuan agar siap berperang," kata Grigorieva kepada surat kabar Inggris The Times, Rabu (10/4/2024).
Hal itu untuk mengantisipasi terus berkurangnya personel yang tewas dalam peperangan yang sedang berlangsung.
Lebih dari 45.000 perempuan saat ini bertugas di angkatan bersenjata Ukraina, kata Kementerian Pertahanan bulan lalu. Tahun lalu, semua perempuan Ukraina yang memiliki pendidikan kedokteran atau farmasi diwajibkan mendaftar ke militer.
Pada bulan Januari, Kementerian Pertahanan membeli 50.000 set seragam perempuan untuk pertama kalinya sejak dimulainya konflik.
Untuk mendorong lebih banyak perempuan yang direkrut untuk bergabung dengan tentara secara sukarela, perubahan dalam “mentalitas kuno” harus diperkenalkan sejak usia muda, kata Grigorieva. “Itu harus diubah. Baik secara fisik maupun psikis, kita perlu mempersiapkan anak perempuan sejak dini untuk membela negara,” klaimnya.
Siapkan 50.000 Seragam Perang WanitaUntuk pertama kalinya militer Kiev mengadakan seragam perang untuk para wanita. Kementerian Pertahanan Ukraina menyebutkan telah membeli sebanyak 50.000 seragam untuk para wanita jika dibutuhkan berperang di garis depan.
Menteri Pertahanan Rustem Umerov menyampaikan hal ini sehari sebelum pemungutan suara parlemen mengenai amandemen undang-undang mobilisasi pada Selasa (9/4/2024).
Amandemen UU ini membuat publik Ukraina marah dan menyebutnya sebagai inkonstitusional, karena hanya bertujuan untuk menindak para penghindar wajib militer.
Meskipun telah dikatakan bahwa perubahan undang-undang tersebut tidak mengharuskan wajib militer bagi perempuan, usulan tersebut telah disuarakan sebelumnya.
“Untuk pertama kalinya, Kementerian Pertahanan membeli 50.000 set seragam wanita, 100.000 pemanas listrik, dan 15.000 headphone aktif,” tulis Menteri Pertahanan Rustem Umerov dalam postingan Facebook pada Senin.

Dalam UU yang salah satu intinya bakal menggelar mobilisasi militer, dalam pasal 13 undang-undang tersebut menyatakan bahwa pihak berwenang memasukkan data ke dalam register tentang semua warga negara Ukraina berusia 18 hingga 60 tahun. Artinya, semua wanita pada usia tertentu akan dimasukkan dalam daftar wajib militer.
Bulan lalu, anggota parlemen Ukraina Inna Sovsun mengatakan pemerintah harus mempertimbangkan wajib militer perempuan jika dianggap perlu.
Ia menyarankan penyediaan seragam bagi perempuan sebagai salah satu persiapan yang diperlukan untuk melaksanakan rencana tersebut. Oktober lalu, persyaratan pendaftaran militer bagi perempuan dengan gelar kedokteran mulai berlaku.
Lebih dari 60.000 perempuan sudah bertugas di tentara Ukraina, yang merupakan sekitar 7 persen dari angkatan bersenjata negara tersebut, menurut Kementerian Pertahanan.

Tag: #tiru #aturan #israel #zelensky #beli #50000 #seragam #tentara #wanita