Takut Harga Naik, AS Minta Ukraina Setop Serang Pabrik Migas Rusia, Zelensky Tak Peduli
Presiden AS Joe Biden menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Serambi Selatan Gedung Putih di Washington, DC, pada 21 September 2023. -- Zelensky tidak peduli dengan permintaan AS agar Ukraina tidak menyerang pabrik migas Rusia. 
12:40
30 Maret 2024

Takut Harga Naik, AS Minta Ukraina Setop Serang Pabrik Migas Rusia, Zelensky Tak Peduli

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengonfirmasi laporan media pekan lalu bahwa Amerika Serikat (AS) mendesaknya untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur minyak dan gas Rusia.

Ia membenarkan bahwa AS memintanya berhenti menargetkan kilang minyak Rusia dengan drone.

Namun, Zelensky tidak peduli dan akan terus melakukannya kecuali AS memasok senjata yang lebih banyak dan lebih baik kepada Ukraina.

"Reaksi AS tidak positif terhadap hal ini,” kata Zelensky kepada kolumnis Washington Post, David Ignatius, Jumat (29/3/2024).

Zelensky mendesak Kongres AS untuk menyetujui paket bantuan senilai $61 miliar agar Ukraina tidak perlu menyerang wilayah Rusia.

Menurutnya, Ukraina melakukannya dengan menggunakan drone mereka sendiri dan AS tidak berhak melarang.

“Kami menggunakan drone kami. Tidak ada yang bisa mengatakan kepada kami: Anda tidak bisa melakukannya,” katanya.

Hal ini bertentangan dengan klaim AS yang mengatakan mereka memiliki kendali atas penggunaan senjata yang dipasoknya ke Ukraina.

Sementara itu pada awal Maret ini, serangan drone Ukraina terhadap beberapa fasilitas minyak Rusia semakin intens.

Zelensky mengklaim serangan tersebut memberikan pukulan simbolis dengan mendekatkan perang ke wilayah Rusia dan mengganggu aliran bahan bakar ke militer Rusia di garis depan.

Setelah Rusia merespons dengan menargetkan pembangkit listrik di seluruh Ukraina, Zelensky mengubah sikapnya.

Dia mengatakan bahwa serangan di Rusia adalah bentuk pencegahan karena Ukraina kehabisan rudal untuk pertahanan udara yang disediakan oleh Barat.

Menurutnya, hal itu bisa membantu untuk melemahkan Rusia ketika Ukraina belum mendapat bantuan pertahanan udara.

“Jika tidak ada pertahanan udara untuk melindungi sistem energi kita, dan Rusia menyerangnya, pertanyaan saya adalah: Mengapa kita tidak bisa menjawabnya? Masyarakat mereka (Rusia) harus belajar hidup tanpa bensin, tanpa solar, tanpa listrik. … Ini adil,” kata Presiden Ukraina itu.

Menurut David Ignatius, Zelensky merasa dia tidak punya pilihan selain menyerang balik melintasi perbatasan Rusia.

Zelensky Minta Tambahan Bantuan Militer

Sementara itu, Zelensky mengulangi permintaannya agar AS mengirimkan rudal ATACMS jarak jauh, sehingga ia dapat menjangkau lebih jauh ke wilayah Rusia.

“ATACM-300, itulah jawabannya,” kata Zelensky.

Zelensky berupaya mendesak AS dan negara-negara Barat untuk meningkatkan bantuan militer ke Ukraina.

Presiden Ukraina itu khawatir jika pasukannya terpaksa mundur dari perang karen kekurangan senjata.

"Artinya kita akan mundur, mundur, selangkah demi selangkah, dalam langkah-langkah kecil," ujarnya, dikutip dari CBS News.

“Kami mencoba mencari cara untuk tidak mundur," kata Zelensky mencoba optimis.

Dalam tur dan pidatonya saat berkunjung ke negara-negara Barat dan AS, Zelensky selalu membawa narasi bahwa Rusia akan menyerang wilayah anggota NATO jika Rusia berhasil mengalahkan Ukraina.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menggambarkan narasi itu sebagai bentuk intimidasi terhadap warga negara pendukung Ukraina agar merelakan uang pajak mereka untuk mendanai Ukraina.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Rusia dan Ukraina

Editor: Nanda Lusiana Saputri

Tag:  #takut #harga #naik #minta #ukraina #setop #serang #pabrik #migas #rusia #zelensky #peduli

KOMENTAR