Hamas Dilaporkan Terima Usulan Gencatan Senjata, Berikut Syaratnya
Pengungsi Palestina menyiapkan makanan berbuka puasa, pada hari pertama bulan suci Ramadhan, di dalam tenda di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 11 Maret 2024, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Hamas. (Photo by MOHAMMED ABED / AFP) 
11:40
13 Maret 2024

Hamas Dilaporkan Terima Usulan Gencatan Senjata, Berikut Syaratnya

Hawa perdamaian di Gaza mulai terlihat di bulan ramadan ini. Hamas dikabarkan telah menerima permintaan gancatan senjata di Jalur Gaza yang diusulkan Amerika Serikat.

Televisi Al Arabiya menyebutkan bahwa AS menginginkan berhentinya permusuhan di wilayah yang sudah hancur lebur tersebut dan mengembalikan para pengungsi ke Gaza secara bertahap.

Sumber Al Arabiya menyebutkan bahwa delegasi Hamas diperkirakan tiba di Kairo dalam beberapa hari untuk membahas rincian kesepakatan tersebut.

Sumber tersebut mengatakan bahwa Hamas telah menerima tawaran untuk memperpanjang gencatan senjata dengan imbalan pembebasan beberapa sandera yang ditahan di wilayah kantong Palestina.

Sebagai bagian dari proposal yang dirumuskan oleh beberapa negara, Hamas akan membebaskan sandera di bawah umur, serta perempuan dan warga lanjut usia Israel yang disandera.

Belum ada informasi yang diberikan mengenai apakah gerakan tersebut menerima inisiatif tersebut. Negara-negara yang ikut serta dalam penyusunan proposal tersebut juga belum disebutkan namanya.

Sejauh ini belum ada komentar resmi dari Hamas.

Kairo menjadi tuan rumah konsultasi multilateral mengenai Gaza dari tanggal 3 hingga 7 Maret. Namun pembicaraan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan antara Hamas dan Israel.

Saluran televisi Al-Qahera al-Ekhbariya mengatakan pada 7 Maret bahwa perundingan di Kairo akan dilanjutkan “dalam beberapa hari.”

Ketegangan kembali berkobar di Timur Tengah pada tanggal 7 Oktober setelah militan dari kelompok radikal Palestina Hamas yang berbasis di Jalur Gaza melancarkan serangan mendadak ke wilayah Israel, menewaskan banyak warga kibbutz Israel yang tinggal di dekat perbatasan Gaza dan menculik lebih dari 240 warga Israel, termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua.

Israel mendeklarasikan blokade total terhadap Jalur Gaza dan melancarkan pemboman terhadap wilayah kantong tersebut dan beberapa wilayah di Lebanon dan Suriah, serta operasi darat terhadap Hamas di Jalur Gaza. Bentrokan juga dilaporkan terjadi di Tepi Barat.

Pada akhir November 2023, Hamas mengumumkan perjanjian dengan Israel, yang ditengahi oleh Mesir dan Qatar, mengenai gencatan senjata kemanusiaan selama empat hari di Jalur Gaza, yang mulai berlaku pada 24 November.

Kedua belah pihak memperpanjang gencatan senjata beberapa kali tetapi pada pagi hari, tanggal 1 Desember Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa Hamas telah melanggar gencatan senjata di Gaza dan melepaskan tembakan ke wilayah Israel, sehingga mendorong IDF untuk melanjutkan operasi tempur di Jalur Gaza.

Pihak berwenang Palestina menyalahkan Amerika Serikat atas dimulainya kembali operasi tempur Israel.

Editor: Hendra Gunawan

Tag:  #hamas #dilaporkan #terima #usulan #gencatan #senjata #berikut #syaratnya

KOMENTAR