



Dua Drone Berbelok dan Meledak di Yordania, Tentara Arab Keluarkan Pernyataan Penting
Tentara Arab mengungkapkan bahwa dua pesawat tak berawak jatuh di Yordania utara pada Selasa (29/10/2024) pagi.
Dua drone itu dilaporkan berbelok dari jalur dan memasuki wilayah udara Yordania beberapa saat sebelum jatuh meledak.
Sumber itu menyatakan drone jatuh di daerah Wadi Saidour dari Kegubernuran Irbid, Yordania.
"Meskipun tidak ada cedera yang dilaporkan, kecelakaan itu menyebabkan kebakaran di daerah berhutan. Api sempat membesar karena kondisi padang rumput kering. Tim Pertahanan Sipil dihubungi dan berhasil memadamkan api," kata pernyataan itu dilansir RNTV, Selasa.
Sumber menambahkan, sebuah tim inspeksi teknik militer dikirim ke lokasi untuk memastikan tidak ada bahan peledak yang dapat membahayakan warga atau properti.
Yordania menekankan, menolak wilayah darat dan udaranya menjadi 'medan perang' dalam konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini.
Negara tersebut menekankan, keamanan dan keselamatan warganya adalah prioritas utama mereka saat ini.

Bantah Jet Israel Pakai Wilayah Udaranya Saat Serang Iran
Belum diketahui dari mana asal drone diluncurkan, namun diduga drone menyasar wilayah pendudukan Israel seiring meningkatnya eskalasi di kawasan seiring berlarutnya Perang Gaza.
Gerakan-gerakan proksi Iran, macam Hizbullah dan milisi perlawanan Irak dan Suriah diketahui memberi dukungan terhadap gerakan pembebasan Palestina di Gaza, Hamas untuk melawan agresi Israel.
Iran akhirnya terlibat langsung dalam 'siklus balas membalas' dengan Israel.
Eskalasi kian panas setelah Israel membalas serang Iran dengan serangan udara yang menghantam Teheran dan kota-kota lain pada Sabtu (26/10/2024).
Saat serangan Israel ke Iran itu, Yordania membantah mengizinkan jet-jet tempur Israel menggunakan wilayah udaranya saat melintas untuk menyerang Iran.
Yordania menegaskan, tidak ada pesawat militer yang diizinkan melintasi wilayah udara negaranya pada momen peningkatan eskalasi tersebut.
"Angkatan Bersenjata Yordania –Tentara Arab– mengatakan pada hari Sabtu bahwa tidak ada pesawat militer dari pihak mana pun yang bertikai di wilayah tersebut yang diizinkan melintasi wilayah udara Yordania," dalam pernyataan yang dikutip oleh Kantor Berita Yordania (Petra).
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa Angkatan Darat Yordania - Tentara Arab telah memantau dengan seksama eskalasi militer baru-baru ini, dan menekankan bahwa Angkatan Udara Kerajaan Yordania (RJAF) “memperhatikan situasi dengan saksama dan tetap waspada tinggi untuk melindungi negara.”
"JAF menghimbau warga agar memperoleh informasi dari sumber resmi dan tidak menyebarkan rumor yang tidak berdasarkan fakta," kata pernyataan tersebut.
Israel diketahui melancarkan serangan berskala besar ke Iran dengan melibatkan lebih dari 100 pesawat, termasuk pesawat tempur siluman F-35 “Adir”.
Jet-jet tempur tersebut dilaporkan menempuh jarak sekitar 2.000 kilometer dan memilih rute memutar dengan jalur Teluk Arab.
Menurut laporan, serangan Israel difokuskan pada fasilitas militer di Teheran dan Karaj, Iran.
IDF menyatakan bahwa setiap gelombang serangan menargetkan lokasi militer Iran secara presisi dan eksklusif, sehingga mengurangi risiko konflik lebih lanjut.

Kecam Serangan ke Israel
Adapun Yordania mengecam serangan udara Israel di wilayah Iran, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional, pelanggaran kedaulatan, dan eskalasi berbahaya yang berisiko memperdalam ketegangan regional – menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri negara tersebut.
Juru bicara Kementerian, Duta Besar Dr. Sufian Qudah, menegaskan kembali penolakan langsung Yordania terhadap eskalasi dan pelanggaran hukum internasional tersebut, dan memperingatkan agar tidak terjerumus ke dalam konflik yang mengancam stabilitas regional dan keamanan global.
Duta Besar Qudah menghimbau masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya dan mengambil tindakan segera untuk menghentikan agresi Israel terhadap Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon.
Ia menekankan hal ini sebagai langkah penting menuju de-eskalasi, menuntut diakhirinya pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan resolusi PBB.
"Yordania menggarisbawahi pentingnya melindungi keamanan dan stabilitas regional dari konsekuensi serius serangan yang berkelanjutan," menurut pernyataan tersebut.
Tag: #drone #berbelok #meledak #yordania #tentara #arab #keluarkan #pernyataan #penting