Iran Tuding Campur Tangan Asing di Balik Kerusuhan, Dubes Sebut Ada Bukti Penyadapan
- Pemerintah Iran menuding adanya campur tangan asing di balik eskalasi kerusuhan yang melanda negaranya sejak akhir Desember 2025. Tuduhan tersebut disampaikan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menyebut otoritas Iran memiliki bukti penyadapan komunikasi yang mengarah pada keterlibatan pihak luar.
Pernyataan itu disampaikan Boroujerdi saat memberikan penjelasan kepada media di kediamannya di Jakarta, Kamis (22/1), merespons situasi keamanan terkini di Iran yang diwarnai gelombang protes hingga kekerasan bersenjata.
Menurut Boroujerdi, aksi yang awalnya berupa unjuk rasa damai dengan tuntutan ekonomi berubah drastis setelah dibajak oleh kelompok bersenjata yang disebutnya terafiliasi dengan jaringan terorisme dan mendapat arahan dari luar negeri.
“Bukti-bukti yang kami miliki, termasuk hasil penyadapan komunikasi, menunjukkan bahwa aksi-aksi kekerasan ini tidak lagi bersifat spontan, melainkan diarahkan dan dikoordinasikan dari luar Iran,” ujar Boroujerdi.
Klaim Keterlibatan Amerika Serikat dan Israel
Boroujerdi secara terbuka menuding Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam memfasilitasi eskalasi kekerasan tersebut. Ia merujuk pada laporan media Israel mengenai keberadaan agen Mossad yang beroperasi di Teheran serta fasih berbahasa Persia.
Selain itu, Boroujerdi juga menyinggung pernyataan mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dalam pidato Tahun Baru 2026, yang menurutnya secara terbuka menyapa 'rakyat Iran di jalanan dan agen-agen Mossad di sisi mereka'.
“Pernyataan itu, bagi kami, merupakan pengakuan terang-terangan atas bentuk kerja sama dan dukungan terhadap kekacauan di Iran,” kata Boroujerdi.
Kekerasan Terarah dan Serangan terhadap Warga Sipil
Dubes Iran menjelaskan bahwa eskalasi paling serius terjadi pada 8–10 Januari 2026, ketika aksi protes berubah menjadi serangan bersenjata terhadap aparat keamanan dan warga sipil tanpa pandang bulu.
Ia mengklaim hasil investigasi dan pengakuan dari pihak yang ditangkap mengungkap adanya perintah eksplisit dari penghubung asing untuk menargetkan kerumunan sipil jika tidak memungkinkan menyerang aparat keamanan.
Dalam periode tersebut, Iran mencatat serangan sistematis terhadap layanan darurat. Boroujerdi menyebut sedikitnya 180 ambulans dan 53 mobil pemadam kebakaran rusak atau hancur dalam waktu tiga hari.
Selain itu, terjadi pembakaran masjid, bank, kantor pos, serta ratusan toko dan rumah warga di berbagai kota. Aparat keamanan Iran, lanjutnya, juga menyita lebih dari 1.300 pucuk senjata dari kelompok bersenjata, dengan bukti video yang menunjukkan distribusi senjata secara terorganisasi.
Salah satu insiden yang disorot adalah eksekusi terhadap 11 korban luka yang tengah dievakuasi ke rumah sakit. Boroujerdi menilai aksi tersebut bertujuan meningkatkan jumlah korban untuk memicu intervensi militer asing.
Iran: Akan Tempuh Jalur Hukum Internasional
Boroujerdi menegaskan pemerintah Iran memandang rangkaian kekerasan ini sebagai kelanjutan dari konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel pada Juni 2025. Iran, katanya, berkomitmen menempuh seluruh jalur hukum yang tersedia, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Semua pihak yang merancang, mengarahkan, dan mendukung serangan terhadap warga sipil Iran akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Meski situasi keamanan kini diklaim mulai terkendali, Boroujerdi menambahkan bahwa dukungan eksternal terhadap upaya destabilisasi Iran masih berlanjut. Ia mencontohkan laporan mengenai lembaga anti-Iran Foundation for Defense of Democracies (FDD) yang disebut telah menyusun strategi lanjutan untuk mempertahankan tekanan terhadap Teheran.
Tag: #iran #tuding #campur #tangan #asing #balik #kerusuhan #dubes #sebut #bukti #penyadapan