Saat Miliarder Teknologi Menolak Pajak Kekayaan, Jensen Huang Justru Menyatakan Tetap Bertahan di California
Jensen Huang, CEO Nvidia, menyatakan tetap bertahan di California di tengah polemik pajak kekayaan bagi para miliarder teknologi. (Foto: Business Insider)
17:33
8 Januari 2026

Saat Miliarder Teknologi Menolak Pajak Kekayaan, Jensen Huang Justru Menyatakan Tetap Bertahan di California

 

— Ketika rencana pajak kekayaan bagi para miliarder di California memicu gelombang penolakan di kalangan elite teknologi global, CEO Nvidia Jensen Huang justru mengambil posisi yang berseberangan. 

Di tengah kecenderungan relokasi aset dan ancaman hengkang dari negara bagian tersebut, Huang menyatakan dirinya tidak mempermasalahkan kebijakan pajak itu dan menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di Silicon Valley.

Sikap tersebut menempatkan Huang pada posisi yang berbeda dari sejumlah tokoh teknologi ternama seperti Larry Page, Jeff Bezos, hingga Elon Musk, yang selama ini dikenal kritis terhadap kebijakan fiskal dan regulasi ketat di California. 

Perbedaan pandangan ini muncul di saat industri teknologi global tengah menghadapi tekanan ganda: kebutuhan ekspansi bisnis berbasis kecerdasan buatan dan meningkatnya tuntutan fiskal dari otoritas negara bagian California.

Melansir Business Insider, Kamis (8/1/2026), pernyataan Huang disampaikan dalam wawancara dengan Bloomberg TV ketika jurnalis Ed Ludlow menanyakan pandangannya soal rencana pajak kekayaan sebesar 5 persen bagi para miliarder California. Huang menegaskan bahwa potensi kebijakan tersebut sama sekali tidak memengaruhi fokus maupun keputusannya.

“Saya harus jujur mengatakan, saya bahkan tidak memikirkannya sama sekali,” ujar Huang. “Kami memilih tinggal di Silicon Valley, dan pajak apa pun yang ingin diterapkan, silakan saja. Saya benar-benar tidak keberatan,” katanya. Huang menambahkan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah “membangun masa depan kecerdasan buatan.”

Lebih lanjut, Huang menekankan bahwa alasan utama Nvidia tetap berbasis di California adalah kualitas sumber daya manusia. “Kami bekerja di Silicon Valley karena di sanalah kumpulan talenta terbaik berada,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan pandangan strategis bahwa ekosistem inovasi dan tenaga ahli dinilai jauh lebih menentukan dibandingkan beban pajak jangka pendek.

Berdasarkan data Forbes per 8 Januari 2026, Jensen Huang tercatat sebagai orang terkaya kedelapan di dunia dengan estimasi kekayaan sekitar USD 164,1 miliar, setara Rp 2.750 triliun dengan kurs Rp 16.760 per dolar AS. Kekayaan tersebut sebagian besar berasal dari kepemilikan sekitar 3 persen saham Nvidia, perusahaan semikonduktor yang baru saja memperkenalkan chip kecerdasan buatan terbaru Vera Rubin pada ajang Consumer Electronics Show.

Dengan nilai kekayaan tersebut, dampak finansial pajak kekayaan bukanlah angka kecil. Berdasarkan skema yang diusulkan, pajak sebesar 5 persen yang dibayarkan selama lima tahun akan membuat Huang menanggung kewajiban lebih dari USD 8 miliar, atau sekitar Rp 134 triliun. Namun, tidak seperti banyak miliarder lain, Huang tampak tidak melihat hal ini sebagai alasan untuk mempertimbangkan relokasi.

Pajak kekayaan ini diusulkan oleh SEIU–United Healthcare Workers West sebagai upaya menutup potensi pemangkasan anggaran layanan kesehatan, pendidikan, dan bantuan pangan di California. Berbeda dari pajak penghasilan, pajak kekayaan dikenakan atas total nilai aset bersih seseorang. Serikat pekerja tersebut memperkirakan kebijakan ini dapat menghimpun dana hingga USD 100 miliar dalam lima tahun dari sekitar 200 miliarder yang berdomisili di negara bagian itu.

Meski demikian, realisasi kebijakan tersebut masih menghadapi jalan panjang. Proposal ini harus mengumpulkan sedikitnya 870.000 tanda tangan agar dapat masuk ke surat suara pemilu California pada November 2026. Penolakan pun datang dari berbagai tokoh, termasuk Palmer Luckey dan David Sacks. Pengacara ternama Alex Spiro bahkan memperingatkan Gubernur Gavin Newsom bahwa klien-klien kayanya akan “pindah secara permanen” jika pajak tersebut disahkan.

Langkah antisipatif juga telah diambil oleh pendiri Google Larry Page. Berdasarkan dokumen yang dilihat Business Insider, Page mengalihkan sebagian asetnya dari California ke Delaware pada Desember lalu, sebelum tenggat 1 Januari 2026. Di tengah arus penolakan dan strategi penghindaran itu, sikap Jensen Huang menandai pendekatan berbeda: menempatkan keberlanjutan inovasi, akses talenta global, dan stabilitas ekosistem teknologi di atas kalkulasi pajak semata.

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #saat #miliarder #teknologi #menolak #pajak #kekayaan #jensen #huang #justru #menyatakan #tetap #bertahan #california

KOMENTAR