AS Bikin Replika Rumah Maduro untuk Latihan, Penangkapan Kelar 2,5 Jam
Kombinasi foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kiri) di Caracas pada 10 Januari 2025, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Pennsylvania pada 15 Juli 2025.(AFP/JUAN BARRETO & JUAN BARRETO)
22:06
4 Januari 2026

AS Bikin Replika Rumah Maduro untuk Latihan, Penangkapan Kelar 2,5 Jam

- Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer senyap yang hanya berlangsung tak sampai 2,5 jam, tepatnya 2 jam 20 menit, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

Operasi ini menjadi puncak strategi intelijen dan militer berbulan-bulan, dengan tingkat koordinasi dan kerahasiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perintah dimulai pada Jumat (2/1/2026) pukul 22.46 waktu setempat, ketika Presiden AS Donald Trump memberi lampu hijau kepada militer untuk bergerak.

Pasukan elite AS yang sudah bersiaga selama berminggu-minggu langsung meluncurkan operasi gabungan melalui udara, darat, dan laut menuju Caracas.

Menurut Kepala Staf Gabungan Militer AS Jenderal Dan Caine, seluruh pasukan menunggu saat yang tepat untuk menyerang tanpa peringatan.

Perencanaan berbulan-bulan

Api kebakaran di kompleks militer Fuerte Tiuna, setelah serangkaian ledakan mengguncang Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Amerika Serikat disebut telah memulai serangan darat di Venezuela.AFP/LUIS JAIMES Api kebakaran di kompleks militer Fuerte Tiuna, setelah serangkaian ledakan mengguncang Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Amerika Serikat disebut telah memulai serangan darat di Venezuela.Operasi bernama “Operation Absolute Resolve” ini merupakan hasil perencanaan rahasia berbulan-bulan yang difinalisasi pada akhir 2025.

Selama berbulan-bulan, agen intelijen AS memantau aktivitas Maduro secara rinci, mulai dari jadwal tidur hingga menu makanannya.

Bahkan, seorang sumber dalam pemerintahan Venezuela ikut membantu mengamati setiap gerak-geriknya, termasuk kebiasaan berpakaian dan hewan peliharaan sang presiden.

Sebagai bagian dari persiapan, pasukan elite AS membangun replika rumah persembunyian Maduro secara lengkap di sebuah lokasi rahasia.

Replika tersebut digunakan untuk melatih rute masuk, metode penyergapan, dan penanganan hambatan fisik seperti pintu logam berlapis baja.

Untuk menjaga kerahasiaan, Kongres AS tidak diberi tahu mengenai operasi ini sampai misi selesai dilaksanakan.

Jalannya operasi penangkapan Maduro

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri, Cilia Flores, saat meninggalkan gedung Majelis Nasional, atau Capitolio, setelah mengambil sumpah jabatan di Caracas, 10 Januari 2025. Maduro ditangkap oleh AS dalam serangan cepat pada 3 Januari 2026.AFP/JUAN BARRETO Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri, Cilia Flores, saat meninggalkan gedung Majelis Nasional, atau Capitolio, setelah mengambil sumpah jabatan di Caracas, 10 Januari 2025. Maduro ditangkap oleh AS dalam serangan cepat pada 3 Januari 2026.Operasi dimulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat, saat langit Caracas diguncang suara ledakan dan deru lebih dari 150 pesawat militer AS.

Jet tempur, pesawat pengebom, dan pesawat pengintai terbang di atas kota. Sistem pertahanan udara Venezuela dihantam lebih dulu.

Trump mengeklaim bahwa AS juga memutus aliran listrik di Caracas sebelum operasi darat dimulai, tetapi ia tidak menjelaskan rinciannya.

Pasukan Delta Force kemudian mendarat dan langsung menyerbu rumah persembunyian Maduro yang disebut Trump sebagai "benteng baja di jantung Caracas."

Serangan darat dimulai pukul 02.01, dan pasukan menghadapi tembakan dari dalam lokasi persembunyian.

Salah satu helikopter AS dilaporkan terkena peluru, tetapi masih bisa melanjutkan misi tanpa korban jiwa.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan konferensi pers mengenai serangan AS ke Venezuela, di Palm Beach, Negara Bagian Florida, Sabtu (3/1/2026). Pengakuan Donald Trump soal konsumsi aspirin dosis tinggi selama puluhan tahun memicu peringatan dokter tentang risiko perdarahan dan bahaya meniru kebiasaan medis tanpa konsultasi.GETTY IMAGES NORTH AMERICA/JOE RAEDLE via AFP Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan konferensi pers mengenai serangan AS ke Venezuela, di Palm Beach, Negara Bagian Florida, Sabtu (3/1/2026). Pengakuan Donald Trump soal konsumsi aspirin dosis tinggi selama puluhan tahun memicu peringatan dokter tentang risiko perdarahan dan bahaya meniru kebiasaan medis tanpa konsultasi.“Pasukan kami berhasil menembus pintu-pintu baja yang dirancang untuk mencegah penyusupan,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Setelah Maduro dan istrinya, Cilia Flores, berhasil ditangkap, keduanya dibawa keluar dari Venezuela menggunakan helikopter ke kapal induk USS Iwo Jima.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio baru memberi tahu anggota Kongres setelah penangkapan selesai dilakukan.

Rubio mengatakan, keterlibatan Kongres sejak awal berisiko membahayakan keberhasilan operasi penangkapan Presiden Venezuela.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh)

Tag:  #bikin #replika #rumah #maduro #untuk #latihan #penangkapan #kelar

KOMENTAR