Usai Maduro Ditangkap, Donald Trump Terang-terangan Sebut Rencana Ambil Alih Industri Minyak Venezuela
Donald Trump bagikan foto Nicolas Maduro usai ditangkap AS. (X/TheWhiteHouse)
16:27
4 Januari 2026

Usai Maduro Ditangkap, Donald Trump Terang-terangan Sebut Rencana Ambil Alih Industri Minyak Venezuela

- Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat menjadi babak baru dalam relasi Washington–Caracas. Di balik klaim penegakan hukum dan perang melawan narkoba, Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengisyaratkan agenda yang jauh lebih strategis: pengambilalihan industri minyak Venezuela.

Dalam konferensi pers di Florida, Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjalankan Venezuela untuk sementara waktu hingga proses transisi pemerintahan dianggap aman.

Pernyataan ini langsung memicu spekulasi bahwa kendali atas sektor energi, khususnya minyak, menjadi prioritas utama pasca tumbangnya Maduro.

“Industri minyak Venezuela dibangun oleh Amerika, lalu dicuri oleh rezim sosialis,” ujar Trump mengutip HuffPos.

Ia menilai nasionalisasi sektor migas di era pemerintahan Caracas sebagai perampasan aset AS, sekaligus pembenaran atas intervensi militer yang kini terjadi.

Minyak Jadi Alasan Strategis

Venezuela dikenal memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia. Selama bertahun-tahun, sumber daya ini menjadi daya tarik utama bagi kepentingan geopolitik Amerika Serikat. Trump pun tidak menutupi ambisinya.

Sejak masa jabatan pertama, ia berulang kali menyatakan keinginannya mengembalikan kontrol industri minyak Venezuela ke tangan perusahaan AS.

Bahkan dalam kampanye Pilpres 2024, Trump menyebut Venezuela 'nyaris jatuh' dan siap diambil alih saat ia meninggalkan Gedung Putih. Pernyataan itu kini kembali relevan, seiring klaim Trump bahwa AS akan mengelola negara tersebut dalam masa transisi.

Meski Trump menyebut penangkapan Maduro sebagai operasi penegakan hukum terhadap dugaan kejahatan narkotika, narasi tersebut beriringan dengan langkah konkret di sektor energi.

Dua pekan sebelum serangan, Trump secara terbuka menyinggung hak minyak yang menurutnya dirampas Venezuela dari perusahaan Amerika.

“Kami ingin hak itu kembali,” katanya saat itu.

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa intervensi militer ini tidak hanya bersifat keamanan, melainkan juga bertujuan membuka kembali akses AS terhadap ladang minyak, kilang, serta infrastruktur energi Venezuela yang selama ini tertutup akibat sanksi dan konflik politik.

Potensi Pengelolaan oleh AS
Trump juga menyiratkan bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerahkan kendali Venezuela kepada pihak lain dalam waktu dekat.

Dengan pernyataan “kami akan menjalankan negara ini”, muncul spekulasi bahwa industri strategis, termasuk minyak, akan berada di bawah kendali langsung otoritas AS atau perusahaan energi Amerika selama masa transisi.

Langkah ini berpotensi mengubah peta energi global, mengingat Venezuela selama ini menjadi pemain penting dalam pasar minyak Amerika Latin.

Namun demikian, rencana pengambilalihan industri minyak Venezuela berisiko menuai kritik luas dari komunitas internasional. Banyak pihak menilai langkah tersebut melanggar kedaulatan negara dan membuka preseden baru intervensi berbasis kepentingan ekonomi.

Namun bagi Trump, isu minyak tampaknya menjadi justifikasi lama yang kini menemukan momentumnya. Dari Irak hingga Venezuela, Trump konsisten dengan pandangannya bahwa Amerika Serikat berhak mengamankan sumber daya energi menggunakan kekuatan militer.

Dengan Maduro telah ditangkap dan pemerintahan Caracas berada dalam ketidakpastian, perhatian dunia kini tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah penguasaan minyak Venezuela akan menjadi langkah berikutnya dalam strategi geopolitik Donald Trump?

Editor: Kuswandi

Tag:  #usai #maduro #ditangkap #donald #trump #terang #terangan #sebut #rencana #ambil #alih #industri #minyak #venezuela

KOMENTAR