BI Rate Ditahan di 4,75 Persen Sejak September 2025, Masih Ada Peluang Penurunan?
- Bank Indonesia (BI) telah mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 4,75 persen sejak September 2025.
Namun masihkah ada peluang untuk BI Rate turun lagi?
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral masih membuka peluang penurunan BI rate ke depan.
Namun pihaknya perlu mempertimbangkan sejumlah indikator ekonomi sebelum melakukannya.
Baca juga: BI Kucurkan Rp 427,5 T Insentif Likuiditas, Terbanyak buat Bank BUMN
"Bagaimana arah kebijakan suku bunga ke depan? Kami masih konsisten, kami masih memandang ruang penurunan suku bunga itu masih terbuka," ujarnya saat konferensi pers, Kamis (19/2/2026).
Perry bilang, penurunan BI akan dilakukan sesuai dengan prakiraan inflasi 2026-2027 yang terkendali dalam sasaran 1,5-3,5 persen dan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Selain itu, BI juga akan memperhatikan dinamika eksternal yang masih diliputi ketidakpastian tinggi untuk menurunkan BI rate. "Kami akan pantau terus apakah ada kesempatan nanti ke depannya untuk merealisasikan ruang penurunan suku bunga," kata Perry.
Atas pertimbangan itu pula BI memutuskan untuk mempertahankan BI rate di level 4,75 persen hingga Februari 2026.
Setelah pada September turun 25 basis poin dari 5 persen menjadi 4,75 persen.
Level BI rate saat ini menjadi yang terendah sejak 2022.
Adapun BI telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak lima kali sepanjang 2025, dengan total penurunan mencapai 125 basis poin.
Sejauh ini penurunan BI Rate sepanjang 2025 dan ekspansi likuiditas moneter BI telah berdampak terhadap penurunan berbagai jenis suku bunga.
Hal ini terlihat pada suku bunga INDONIA yang telah turun 211 bps sejak awal 2025 menjadi sebesar 3,92 persen pada 18 Februari 2026.
Demikian juga dengan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan turun masing-masing sebesar 225 bps, 227 bps, dan 223 bps sejak awal 2025 menjadi sebesar 4,91 persen, 4,93 persen, dan 5,04 persen pada 13 Februari 2026.
Sementara itu, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) untuk tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing tercatat sebesar 5,06 persen dan 6,38 persen pada 18 Februari 2026.
Di sisi lain, transmisi penurunan BI Rate terhadap suku bunga perbankan masih terus terjadi tetapi lebih terbatas.
Suku bunga deposito 1 bulan baru turun sebesar 68 bps dari 4,81 persen pada Januari 2025 menjadi 4,13 persen pada Januari 2026.
Oleh karenanya, BI menilai upaya untuk mengurangi pemberian special rate kepada deposan besar yang saat ini masih mencapai 26,42 persen dari total DPK, perlu terus dilanjutkan.
Penurunan suku bunga dana tersebut juga perlu makin ditransmisikan ke penurunan suku bunga kredit perbankan yang baru turun 40 bps, dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi sebesar 8,80 persen pada Januari 2026.
Baca juga: Perdana Hadir di RDG BI, Thomas Djiwandono Ungkap Ketahanan Perbankan Tetap Kuat
Tag: #rate #ditahan #persen #sejak #september #2025 #masih #peluang #penurunan