9 Anggota Board of Peace Iuran Rp 118 T untuk Gaza, Indonesia Tak Ikut Menyumbang
Presiden AS Donald Trump menyampaikan sambutannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza di Donald J. Trump US Institute of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).(Dok. Kompas TV)
08:36
20 Februari 2026

9 Anggota Board of Peace Iuran Rp 118 T untuk Gaza, Indonesia Tak Ikut Menyumbang

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan komitmen lebih dari 7 miliar dollar AS (sekitar Rp 118 triliun) dari sejumlah negara untuk membangun kembali Gaza melalui Board of Peace atau Dewan Perdamaian.

Pengumuman itu disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace di Washington pada Kamis (19/2/2026).

Di tengah klaim tersebut, Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara penyumbang dana, melainkan berkomitmen dalam bentuk lain.

Baca juga: Trump Kagumi Prabowo di KTT Board of Peace, Sebut Presiden RI Pria Tangguh

Daftar negara yang diklaim iuran Rp 118 triliun

Menurut pengumuman Donald Trump, sejumlah negara anggota Board of Peace berkomitmen memberi 7 miliar dollar AS (sekitar Rp 118 triliun) untuk membangun kembali Gaza.ANTARA Menurut pengumuman Donald Trump, sejumlah negara anggota Board of Peace berkomitmen memberi 7 miliar dollar AS (sekitar Rp 118 triliun) untuk membangun kembali Gaza.

Dalam pidatonya, Trump mengucapkan terima kasih kepada negara-negara yang disebut menyumbang total hingga 7 miliar dolar AS untuk paket bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza melalui Board of Peace.

Negara-negara yang disebut berkontribusi adalah Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait.

Uni Emirat Arab sebelumnya menyatakan akan menyumbang 1,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 20 triliun) untuk upaya rekonstruksi Gaza.

Sementara itu, Amerika Serikat sendiri disebut akan menyumbang sebesar 10 miliar dollar AS (sekitar Rp 168 triliun).

Indonesia dan negara lain janji kirim pasukan

Berbeda dengan negara-negara yang disebut menyumbang dana, Indonesia tidak masuk dalam daftar donatur 7 miliar dollar AS tersebut.

Namun, Indonesia disebut berkomitmen menyiapkan pasukan untuk membantu pemulihan situasi di Gaza.

Selain Indonesia, negara lain yang juga menyatakan komitmen pengiriman pasukan adalah Maroko, Albania, Kosovo, dan Kazakhstan.

Sementara itu, Mesir dan Yordania berkomitmen mengirim personel untuk melatih kepolisian di Gaza.

Baca juga: KTT Perdana Dewan Perdamaian Digelar Hari Ini, 26 Negara Gabung, Uni Eropa Jaga Jarak

Azerbaijan bantah ikut donasi

Meski disebut dalam daftar tersebut, Azerbaijan menyatakan tidak berencana berpartisipasi dalam inisiatif dana 7 miliar dollar AS itu.

Penasihat Presiden Azerbaijan, Hikmet Hajiyev, menulis di platform X bahwa negaranya merupakan anggota pendiri Board of Peace dan mendukung tujuan badan tersebut, tapi tidak ikut menyumbang dana untuk Gaza.

“Saya ingin mengklarifikasi satu hal. Azerbaijan tidak membayangkan untuk berpartisipasi dalam inisiatif keuangan sebesar 7 miliar dollar AS terkait Gaza yang diumumkan selama pertemuan Board of Peace di Washington,” tulisnya.

Ia menambahkan bahwa Azerbaijan dapat mempertimbangkan partisipasi dalam proyek investasi di Jalur Gaza di masa depan, tetapi bukan dalam skema donasi yang diumumkan dalam pertemuan itu.

Di tengah janji miliaran dollar dan komitmen pengiriman pasukan, situasi di Gaza tetap kompleks.

Hamas belum sepakat untuk melucuti senjata, sementara Israel masih menduduki sebagian besar wilayah tersebut.

Biaya rekonstruksi Gaza diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.182 triliun), jauh di atas angka komitmen awal yang diumumkan.

Baca juga: KTT Perdana Dewan Perdamaian, Langkah Selanjutnya Jadi Sorotan

Tag:  #anggota #board #peace #iuran #untuk #gaza #indonesia #ikut #menyumbang

KOMENTAR