Rahasia Takjil Surabaya yang Bikin Nagih: Tempe Kriwang, Krispi, Gurih, Ngebawang!
Rahasia Takjil Surabaya yang Bikin Nagih: Tempe Kriwang, Krispi, Gurih, Ngebawang! (Dok. Istimewa)
10:06
20 Februari 2026

Rahasia Takjil Surabaya yang Bikin Nagih: Tempe Kriwang, Krispi, Gurih, Ngebawang!

Baca 10 detik
  • PT Sasa Inti memperkenalkan Takjil Tempe Kriwang di Surabaya pada 14 Februari 2026 untuk inovasi kuliner.
  • Acara ini melibatkan 108 Key Opinion Moms memasak bersama pakar untuk mendemonstrasikan kreasi tempe baru.
  • Sebanyak 250 kilogram Tempe Kriwang dibagikan, menunjukkan tempe sederhana dapat menjadi takjil istimewa dan berkesan.

Di Indonesia, takjil bukan sekadar pembuka puasa. Ia adalah cerminan budaya dan kreativitas kuliner dari Sabang sampai Merauke. Setiap daerah punya cerita, setiap keluarga punya favoritnya sendiri. Namun satu hal yang sama, takjil selalu dinanti, selalu ingin terasa istimewa.

Memasuki Ramadan, para ibu di Surabaya pun mulai memikirkan menu yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga mampu menghadirkan senyum puas di wajah keluarga. Gorengan memang klasik, tetapi menghadirkan sesuatu yang berbeda menjadi tantangan tersendiri. 

Dari kebutuhan itulah lahir inspirasi Takjil Tempe Kriwang, singkatan dari Krispi, Gurih, dan Ngebawang yang diperkenalkan melalui gelaran “Dapur Tempe Kriwang” oleh PT Sasa Inti di Parkir Timur Plaza Surabaya pada 14 Februari 2026 lalu.

Sebanyak 250 kilogram Tempe Kriwang diolah dan dibagikan kepada masyarakat sebagai bukti bahwa tempe, bahan sederhana yang begitu lekat dengan dapur Indonesia, bisa tampil naik kelas di meja berbuka. 

Teksturnya renyah ketika digigit, rasa gurihnya meresap hingga ke dalam, dengan aroma bawang yang menggoda bahkan sebelum adzan magrib berkumandang.

Bagi seorang ibu, kepuasan terbesar saat Ramadan sering kali hadir dalam bentuk piring kosong. Ketika suami dan anak-anak menyantap habis takjil yang disiapkan, di situlah rasa bangga tumbuh. 

Buka puasa bukan sekadar melepas lapar dan dahaga, melainkan momen apresiasi atas cinta yang dimasak sejak sore hari. Namun, tempe goreng biasa kerap terasa monoton. Perlu sentuhan baru yang menghadirkan sensasi berbeda, suara kriuk yang terdengar jelas saat digigit, misalnya.

Melalui penggunaan tepung bumbu serbaguna, para ibu dapat menghadirkan Takjil Tempe Kriwang tanpa perlu repot meracik bumbu dari awal. Hasilnya konsisten: krispi di luar, lembut di dalam, dan kaya rasa. Sajian sederhana yang berubah menjadi rebutan di meja makan.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan keterlibatan 108 Key Opinion Moms (KOM) dari komunitas lokal Surabaya yang memasak bersama Abdul Latief, yang dikenal sebagai Raja Gorengan, serta Chef Ignatius Loyola. 

Mereka bersinergi di dapur raksasa, menghadirkan semangat kolaborasi yang merepresentasikan kebersamaan Ramadan itu sendiri. Kehadiran “Krispi Room” sebagai instalasi sensorik yang unik.

Bahkan di sini, para ibu memungkinkan mendengar langsung standar kerenyahan ideal Tempe Kriwang, sebuah pengalaman unik yang mengubah aktivitas memasak menjadi momen eksplorasi rasa.

Marketing Director PT Sasa Inti, Agus Nugraha, menegaskan bahwa inisiatif ini lebih dari sekadar demo masak massal. “Buka puasa itu momen spesial keluarga. Kami ingin Tempe Kriwang Sasa hadir dan membuat momen hangat berbuka bersama keluarga yang selalu akan dikenang sepanjang masa,” ujarnya.

Pada akhirnya, Ramadan selalu tentang kebersamaan. Tentang tangan-tangan yang sibuk di dapur, tentang aroma yang memenuhi rumah menjelang magrib, dan tentang tawa kecil ketika gorengan hangat berpindah dari piring ke tangan. 

Di tengah ragam takjil Nusantara yang kaya rasa dan tradisi, Tempe Kriwang hadir sebagai bukti bahwa inovasi bisa lahir dari bahan paling sederhana, selama dimasak dengan niat untuk membahagiakan keluarga.

Editor: Dinda Rachmawati

Tag:  #rahasia #takjil #surabaya #yang #bikin #nagih #tempe #kriwang #krispi #gurih #ngebawang

KOMENTAR