Indonesia Serukan Perdamaian usai Serangan AS ke Venezuela, Penangkapan Nicolas Maduro Masih Dipertanyakan
-Pemerintah Indonesia angkat suara menyikapi eskalasi konflik di Amerika Selatan menyusul serangan berskala besar Amerika Serikat (AS) ke Venezuela. AS mengklaim penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukannya.
Indonesia menegaskan pentingnya penyelesaian damai dan perlindungan warga sipil di tengah situasi yang kian memanas. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di media sosial X, pemerintah Indonesia menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog sebagai jalan keluar dari konflik.
“Indonesia mendorong semua pihak terkait untuk mengutamakan penyelesaian damai melalui langkah-langkah deeskalasi dan dialog,” demikian pernyataan Kemlu RI, Sabtu (3/1).
Indonesia juga mengingatkan bahwa keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ketegangan dan aksi militer yang terjadi di Venezuela.
Selain itu, pemerintah menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di saat yang sama, Kemlu RI memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela dalam keadaan aman. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas disebut terus memantau perkembangan situasi secara intensif dan melakukan pengawasan aktif terhadap keselamatan seluruh WNI.
“Saat ini seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam kondisi aman,” ujar Kemlu RI.
Situasi di Venezuela sendiri dilaporkan mencekam sejak Sabtu dini hari. Sejumlah media lokal memberitakan adanya ledakan dahsyat di beberapa wilayah, termasuk di ibu kota Caracas.
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal di sejumlah titik, disertai suara sirene serangan udara.
Sedikitnya tujuh ledakan dilaporkan terjadi, sementara jet-jet tempur terlihat terbang rendah di atas wilayah perkotaan. Pemadaman listrik juga terjadi di beberapa kawasan Caracas, termasuk area selatan kota yang berdekatan dengan pangkalan militer utama.
Menanggapi serangan tersebut, Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menyampaikan kecaman keras terhadap AS. Melalui unggahan di Telegram, ia menyatakan bahwa Republik Bolivarian Venezuela menolak dan mengutuk apa yang disebutnya sebagai agresi militer terbuka terhadap wilayah dan rakyat Venezuela.
Di tengah situasi yang belum menentu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pasukan khusus AS telah menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya dan menerbangkannya keluar dari Venezuela. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social.
Namun hingga kini, klaim penangkapan Presiden Maduro tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh pihak lain, sehingga kebenarannya masih menjadi tanda tanya di tengah simpang siur informasi.
Tag: #indonesia #serukan #perdamaian #usai #serangan #venezuela #penangkapan #nicolas #maduro #masih #dipertanyakan