Detik-detik Penyelamatan 20 Orang yang Terjebak 5 Jam di Lift Tokyo Skytee
- Proses evakuasi dramatis terjadi di menara penyiaran tertinggi di dunia, Tokyo Skytree, Jepang, pada Minggu (22/2/2026) malam hingga Senin dini hari.
Sebanyak 20 orang, termasuk anak-anak, berhasil diselamatkan setelah terjebak di dalam lift yang macet selama lebih dari lima jam.
Operasi penyelamatan dilakukan dengan cara yang sangat berisiko, yakni membangun "jembatan" darurat di ketinggian sekitar 30 meter di atas permukaan jalan.
Baca juga: Kisah Victor, Niat Naik Pesawat ke Luar Kota, Malah Terdampar di Tokyo
Proses evakuasi
Upaya penyelamatan dimulai setelah lift yang sedang turun dari dek observasi setinggi 350 meter itu tiba-tiba berhenti mendadak akibat gangguan sinyal sekitar pukul 20.15 waktu setempat.
Guna mengeluarkan penumpang yang terjebak, tim teknisi memposisikan lift cadangan di ketinggian yang sejajar dengan lift yang macet.
Petugas kemudian memasang panel baja tahan karat berukuran 120 cm x 20 cm untuk menghubungkan kedua pintu lift tersebut.
Melalui celah pintu darurat di bagian samping, para penumpang diminta melintas perlahan satu per satu di atas jembatan baja darurat tersebut untuk pindah ke lift cadangan.
Proses evakuasi menegangkan ini baru benar-benar tuntas pada Senin (23/2/2026) pukul 02.00 dini hari waktu setempat.
"Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa cedera," lapor pihak kepolisian Distrik Sumida, sebagaimana dikutip dari Kyodo News.
Baca juga: Tokyo Geger, Koper Berisi Rp 45 Miliar Dirampok di Jalanan Ramai
1.200 Pengunjung Tertahan di Puncak
TOKYO SKYTREE (kanan) dan Gunung Fuji (kiri) di Jepang. TOKYO SKYTREE ditetapkan oleh Rekor Dunia Guinness sebagai menara tertinggi di dunia. Memiliki ketinggian 634 meter dan berfungsi sebagai menara pemancar untuk siaran digital.
Imbas dari kerusakan teknis ini tidak hanya dirasakan oleh penumpang di dalam lift.
Pengelola, Tobu Tower Skytree Co, terpaksa menghentikan sementara operasional dua lift lainnya untuk pemeriksaan keselamatan mendadak.
Akibatnya, sekitar 1.200 pengunjung yang saat itu berada di dek observasi tertinggi tertahan dan tidak bisa turun selama lebih dari satu jam.
Pihak perusahaan mengonfirmasi bahwa setiap lift sebenarnya telah dilengkapi perlengkapan darurat seperti air minum, toilet portabel, selimut, dan senter untuk mengantisipasi kejadian seperti ini.
Baca juga: Tokyo Tegaskan, Aliansi dengan AS Akan Runtuh jika Jepang Abaikan Krisis Taiwan
Permintaan Maaf Pengelola
Atas insiden ini, pihak pengelola Tokyo Skytree menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
“Kami dengan tulus meminta maaf karena menyebabkan jebakan berkepanjangan dan tekanan mental kepada mereka yang terlibat,” tulis pernyataan resmi Tobu Tower Skytree Co.
Selain melakukan penyelidikan intensif terkait penyebab gangguan sinyal, pihak pengelola juga menjanjikan pengembalian dana (refund) bagi pemegang tiket kunjungan tanggal 23 Februari.
Sebagai informasi, Tokyo Skytree pernah mengalami kendala serupa pada 2015 dan 2017, namun saat itu masalah berhasil diatasi dalam waktu singkat, tidak seperti insiden kali ini yang memakan waktu hingga lima jam.
Tag: #detik #detik #penyelamatan #orang #yang #terjebak #lift #tokyo #skytee