Mengapa HP Xiaomi Global Baterainya Lebih Kecil dari Versi China? Ini Alasan Sebenarnya
Logo Xiaomi. (Xiaomi)
13:08
24 Februari 2026

Mengapa HP Xiaomi Global Baterainya Lebih Kecil dari Versi China? Ini Alasan Sebenarnya

Baca 10 detik
  • Kapasitas baterai flagship Xiaomi versi global sering lebih kecil daripada versi China karena regulasi transportasi baterai lithium-ion.
  • Regulasi internasional mengkategorikan baterai sel tunggal di atas 20Wh sebagai barang berbahaya, menyulitkan pengiriman global.
  • Solusi multi-sel sulit diterapkan karena kompleksitas desain internal, sehingga produsen memilih menyesuaikan kapasitas baterai.

Fenomena ini makin sering terjadi, dimana hp flagship Xiaomi yang rilis di China hadir dengan baterai super besar, tetapi saat masuk pasar global kapasitasnya justru “disunat”.

Contoh terbarunya, versi China dari Xiaomi 17 disebut-sebut mengusung baterai 7.000mAh. Namun varian globalnya diperkirakan hanya dibekali sekitar 6.300mAh.

Sekilas terlihat seperti penurunan spesifikasi. Tapi faktanya, ini bukan sekadar strategi penghematan biaya atau penurunan kualitas. Ada alasan teknis dan regulasi global yang jauh lebih kompleks di baliknya.

Regulasi Internasional Jadi Biang Kerok

Alasan utama perbedaan kapasitas baterai antara versi China dan global berkaitan dengan aturan transportasi baterai lithium-ion di pasar internasional.

Di Eropa, misalnya, berlaku regulasi seperti ADR (European Agreement Concerning the International Carriage of Dangerous Goods by Road) yang mengatur pengiriman barang berbahaya. Aturan serupa juga berlaku dalam penerbangan internasional.

Dilansir dari laman Gizmochina, Selasa (24/2/2026), baterai lithium-ion dengan kapasitas di atas 20Wh dikategorikan sebagai “barang berbahaya”.

Dalam konteks smartphone, satu sel baterai di atas 20Wh kira-kira setara dengan sekitar 5.200mAh (tegangan nominal standar).

Jika melebihi batas tersebut, meliputi proses pengiriman menjadi lebih rumit, biaya logistik melonjak, membutuhkan dokumentasi dan penanganan khusus, dan banyak operator logistik menolak pengiriman regular.

Inilah yang membuat smartphone dengan baterai sel tunggal berkapasitas sangat besar sulit dipasarkan di Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah wilayah global lainnya.

Secara teori, solusi paling sederhana adalah membagi baterai besar menjadi dua sel kecil agar masing-masing tetap di bawah 20Wh.

Beberapa produsen memang menerapkan desain dual-cell untuk meningkatkan kapasitas tanpa melanggar regulasi. Namun, pendekatan ini tidak semudah kedengarannya.

Mengadopsi desain multi-sel secara luas berarti tata letak internal harus dirombak, sistem pengisian daya lebih kompleks, mekanisme keamanan lebih rumit, membutuhkan ruang internal lebih besar, serta bobot dan ketebalan perangkat bisa bertambah.

Bagi brand seperti Xiaomi, desain ramping dan estetika premium adalah daya tarik utama. Mengorbankan bodi tipis demi baterai ekstra besar bukan keputusan yang ringan.

Akhirnya, dibanding mendesain ulang struktur internal untuk tiap wilayah, produsen sering memilih menyesuaikan kapasitas agar tetap aman dan mudah dikirim secara global.

Bukan Cuma Xiaomi

Logo Poco. [Unsplash] PerbesarLogo Poco. [Unsplash]

Perbedaan kapasitas baterai ini bukan kasus tunggal. Brand seperti Vivo, serta sub-brand Xiaomi seperti Redmi dan POCO, juga kerap menghadirkan varian global dengan baterai lebih kecil dibanding versi China.

Artinya, ini adalah pola industri, bukan keputusan sepihak satu merek saja.

Secara teori, kapasitas lebih kecil berarti daya tahan bisa lebih singkat. Namun di dunia nyata, hasilnya tidak selalu signifikan.

Produsen biasanya mengompensasi dengan chipset yang lebih efisien daya, optimasi software yang agresif, manajemen daya berbasis AI, dan teknologi fast charging yang lebih cepat.

Pada perangkat Xiaomi, optimasi ini banyak ditopang oleh sistem operasi HyperOS yang dirancang untuk memaksimalkan efisiensi baterai.

Hasilnya? Meski kapasitas di atas kertas lebih kecil, versi global tetap mampu bertahan seharian dalam penggunaan normal.

Faktor Tambahan yang Jarang Dibahas

Selain regulasi pengiriman, ada beberapa faktor lain yang ikut berpengaruh:

1. Preferensi Pasar

Pasar internasional cenderung lebih menyukai ponsel tipis dan ringan dibanding perangkat tebal dengan baterai ekstrem.

2. Sertifikasi Regional

Baterai berkapasitas lebih besar bisa membutuhkan pengujian tambahan di tiap negara, memperlambat peluncuran dan meningkatkan biaya.

3. Logistik dan Layanan Purna Jual

Perangkat dengan baterai besar lebih kompleks dalam distribusi, penyimpanan, hingga klaim garansi global.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #mengapa #xiaomi #global #baterainya #lebih #kecil #dari #versi #china #alasan #sebenarnya

KOMENTAR