Paniknya Warga Venezuela Saat Ibu Kota Diserang, Daratan Bergetar
Kendaraan yang terbakar di Pangkalan Udara La Carlota, Caracas, Venezuela, setelah dilanda serangkaian ledakan pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat. Serangan ini diduga dilakukan oleh Amerika Serikat.(AFP/JUAN BARRETO)
16:42
3 Januari 2026

Paniknya Warga Venezuela Saat Ibu Kota Diserang, Daratan Bergetar

- Warga Ibu Kota Caracas, Venezuela, diguncang ketakutan saat serangkaian ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di langit pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.

Suasana mencekam terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat (13.00 WIB), ketika dentuman keras membangunkan penduduk dari tidur mereka.

Francis Pena (29), salah seorang warga Caracas, mengatakan bahwa dirinya sempat panik dan bersiap mengungsi.

“Pacar saya membangunkanku dan bilang, ‘Mereka sedang mengebom’,” ungkap Pena kepada AFP.

“Saya tidak bisa melihat ledakannya, tetapi saya mendengar pesawat-pesawat itu. Kami mulai menyiapkan tas berisi barang-barang terpenting di rumah... Paspor, kartu, uang tunai, lilin, pakaian ganti, makanan kaleng,” tuturnya.

Ledakan tidak hanya terdengar di pusat kota, tetapi juga menjalar ke wilayah pelabuhan La Guaira di utara Caracas. Beberapa warga menyebut suara tembakan dan senapan mesin ikut terdengar di tengah malam.

“Dari sini, kita bisa mendengar ledakan di dekat Benteng Tiuna,” kata Emmanuel Parabavis, warga El Valle berusia 29 tahun yang bekerja di bidang humas.

Api kebakaran di kompleks militer Fuerte Tiuna, setelah serangkaian ledakan mengguncang Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Amerika Serikat disebut telah memulai serangan darat di Venezuela.AFP/LUIS JAIMES Api kebakaran di kompleks militer Fuerte Tiuna, setelah serangkaian ledakan mengguncang Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Amerika Serikat disebut telah memulai serangan darat di Venezuela.“Saat ini, Anda dapat mendengar sesuatu yang terdengar seperti senapan mesin. Ada banyak ledakan dan tembakan,” ujarnya.

Beberapa wilayah di Caracas dilaporkan mengalami pemadaman listrik usai ledakan terjadi.

Carmen Hidalgo (21), seorang pegawai kantoran, mengaku tanah di sekitarnya sampai bergetar.

“Seluruh daratan bergetar. Ini mengerikan. Kami mendengar ledakan dan pesawat di kejauhan,” katanya.

Asap membubung dari dua lokasi penting: Pangkalan Udara La Carlota di pusat kota dan kompleks militer Fuerte Tiuna, salah satu tempat tinggal Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Bandara Higuerote di timur kota juga dilaporkan menjadi sasaran.

Ledakan diduga akibat serangan militer AS

Tangkapan layar dari video amatir warga Venezuela, memperlihatkan asap membubung dari ledakan di Ibu Kota Caracas, Sabtu (3/1/2026) dini hari. Serangan ini diduga dilakukan oleh Amerika Serikat.UGC via AFP Tangkapan layar dari video amatir warga Venezuela, memperlihatkan asap membubung dari ledakan di Ibu Kota Caracas, Sabtu (3/1/2026) dini hari. Serangan ini diduga dilakukan oleh Amerika Serikat.Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Washington, laporan dari media-media AS seperti CBS News dan Fox News menyebut militer Amerika terlibat dalam operasi militer di Venezuela.

Pemerintah Venezuela melalui pernyataan resminya menyebut insiden tersebut sebagai bentuk agresi militer yang sangat serius dari pihak AS.

“Venezuela di hadapan komunitas internasional menolak, menyangkal, dan mengecam agresi militer sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela,” bunyi pernyataan yang dikutip dari AFP.

Presiden Nicolas Maduro pun menetapkan status keadaan darurat nasional.

Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro juga mengonfirmasi terjadinya serangan ke Caracas.

“Memperingatkan seluruh dunia bahwa mereka (AS) telah menyerang Venezuela,” tulis Petro di platform X, sembari menyerukan agar Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat.

Ketegangan AS-Venezuela meningkat jelang Tahun Baru

Hubungan AS-Venezuela memanas setelah Presiden Donald Trump mengerahkan kapal perang ke Karibia dan menuduh Preisden Nicolas Maduro memimpin jaringan narkoba.AFP/JIM WATSON Hubungan AS-Venezuela memanas setelah Presiden Donald Trump mengerahkan kapal perang ke Karibia dan menuduh Preisden Nicolas Maduro memimpin jaringan narkoba.Sebelum insiden ini, hubungan antara AS dan Venezuela memang memanas.

Presiden AS Donald Trump mengerahkan kapal induk dan kapal perang ke Karibia sejak akhir 2025, sebagai bagian dari kampanye militer melawan penyelundupan narkoba.

Pada 29 Desember 2025, Trump mengeklaim pasukannya menghancurkan dermaga milik kapal penyelundup asal Venezuela.

Jika serangan ke Caracas dikonfirmasi, maka itu akan menjadi operasi darat pertama yang dilakukan militer AS di Venezuela.

Pemerintahan Trump menuding Maduro memimpin jaringan kartel narkoba internasional—klaim yang berulang kali dibantah keras oleh Presiden Venezuela itu.

Adapun Maduro menilai tekanan dari AS merupakan upaya untuk menggulingkannya karena Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Tag:  #paniknya #warga #venezuela #saat #kota #diserang #daratan #bergetar

KOMENTAR