Board of Peace Luncurkan Rencana Besar Perdamaian Gaza, Indonesia jadi Aktor Kunci
- Rencana besar perdamaian Gaza yang dirumuskan Board of Peace menempatkan Indonesia sebagai salah satu aktor kunci dalam proses stabilisasi dan rekonstruksi pascakonflik. Pemerintah RI akan mengambil peran strategis pada fase pemulihan keamanan serta pembangunan kembali wilayah yang terdampak perang.
Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terlibat langsung, mulai dari penguatan keamanan, pelatihan aparat sipil, hingga pemulihan infrastruktur dasar di Gaza.
Dalam rencana kerja yang dipaparkan Board of Peace, dibentuk International Stabilization Force (ISF) guna menjaga gencatan senjata dan menciptakan stabilitas jangka panjang. Indonesia bahkan ditunjuk sebagai Deputy Commander ISF atau Wakil Komandan ISF posisi strategis yang menempatkan pasukan Indonesia di garis depan misi perdamaian.
“Pencapaian gencatan senjata ini nyata, kami mengapresiasinya. Karena itu, kami menegaskan kembali komitmen untuk mengirimkan sejumlah pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan,” kata Prabowo di Washington D.C., Kamis (19/2).
Sebagai bagian dari mandat tersebut, Indonesia akan memimpin penempatan sektor awal di wilayah prioritas, termasuk Rafah. Selain itu, Indonesia juga bertanggung jawab dalam pelatihan kepolisian sipil profesional serta koordinasi keamanan bersama mitra internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara khusus menyoroti kontribusi Indonesia.
“Negara-negara yang hadir di sini hari ini tidak hanya menyumbangkan dana, beberapa juga berjanji mengirimkan personel untuk membantu menjaga gencatan senjata dan mengamankan perdamaian yang benar-benar berkelanjutan. Secara khusus, Indonesia, terima kasih banyak, Indonesia,” ujar Trump.
Selain aspek keamanan, Board of Peace juga menyiapkan program rekonstruksi bertahap yang ambisius. Pada fase awal, lebih dari 100.000 rumah akan dibangun kembali di Rafah, disertai pemulihan layanan dasar serta pembersihan sekitar 70 juta ton puing dan 350 kilometer terowongan bawah tanah.
Dalam jangka panjang, program ini menargetkan pembangunan lebih dari 400.000 rumah, lengkap dengan infrastruktur energi, air dan sanitasi, jalan, pelabuhan, hingga bandara. Kawasan pesisir Gaza juga akan dikembangkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Target akhirnya adalah terbentuknya pemerintahan teknokratik yang dipimpin warga Gaza sendiri, didukung institusi publik yang efektif, ekonomi yang mandiri, serta iklim investasi yang stabil.
Dalam kerangka tersebut, peran Indonesia tidak lagi sebatas seruan diplomatik. Keterlibatan ini telah bertransformasi menjadi aksi nyata mulai dari penjaga perdamaian hingga penopang transisi menuju stabilitas jangka panjang di Gaza, Palestina.
Tag: #board #peace #luncurkan #rencana #besar #perdamaian #gaza #indonesia #jadi #aktor #kunci