Eric Dane Meninggal di Usia 53 Tahun Usai Didiagnosis ALS, Kenali Gejala dan Fakta Penyakitnya
Eric Dane dalam sebuah pemotretan bersama Gio. Aktor Eric Dane meninggal di usia 53 tahun setelah berjuang melawan ALS, penyakit saraf progresif yang menyerang kemampuan bergerak dan bernapas.(Instagram Eric Dane )
10:48
20 Februari 2026

Eric Dane Meninggal di Usia 53 Tahun Usai Didiagnosis ALS, Kenali Gejala dan Fakta Penyakitnya

Kabar meninggalnya aktor Grey’s Anatomy dan Euphoria, Eric Dane, pada Kamis, 19 Februari 2026, di usia 53 tahun

Pada April 2025, Dane sempat mengumumkan penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang dideritanya.

Melansir People (19/2/2026), Dane meninggal setelah menjalani perjuangan melawan ALS selama hampir satu tahun. Keluarga menyebut ia wafat "setelah perjuangan berani melawan ALS".

Baca juga: James Van Der Beek Meninggal di Usia 48 karena Kanker Usus, Kasus Usia Muda Meningkat

Eric Dane pernah perbuka soal ALS

Eric Dane mengumumkan dirinya didiagnosis ALS pada April 2025.

Dalam sebuah panel pada 2025, ia mengatakan berbagi perjalanan sakitnya terasa “imperatif” atau sangat penting.

“Sangat penting bagi saya untuk membagikan perjalanan ini kepada sebanyak mungkin orang karena hidup saya tidak lagi hanya tentang saya,” kata Dane, seperti dikutip dari People

Pada Juni 2025, Dane juga mengatakan dirinya bangun setiap hari dan langsung sadar penyakit itu nyata.

“Saya bangun setiap hari dan langsung diingatkan bahwa ini sedang terjadi, ini bukan mimpi,” kata Dane.

Baca juga: Meninggal karena Kanker, James Van Der Beek Akui Tak Alami Gejala Mencurigakan

Apa itu ALS?

Ilustrasi Als (amyotrophic Lateral Sclerosis). Aktor Eric Dane meninggal di usia 53 tahun setelah berjuang melawan ALS, penyakit saraf progresif yang menyerang kemampuan bergerak dan bernapas.Shutterstock/Marcelo Ricardo Daros Ilustrasi Als (amyotrophic Lateral Sclerosis). Aktor Eric Dane meninggal di usia 53 tahun setelah berjuang melawan ALS, penyakit saraf progresif yang menyerang kemampuan bergerak dan bernapas.

Mengutip National Institutes of Health (NIH), amyotrophic lateral sclerosis (ALS) adalah gangguan saraf progresif yang menyerang neuron motorik di otak dan sumsum tulang belakang.

Neuron motorik berfungsi mengontrol gerakan otot sadar, seperti berjalan, berbicara, mengunyah, dan bernapas.

Ketika neuron motorik rusak dan mati, otot tidak lagi menerima sinyal dari otak. Akibatnya, otot melemah, mengalami kedutan, menyusut, dan akhirnya kehilangan fungsi.

NIH menyebut ALS bersifat progresif, artinya gejala akan semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Baca juga: Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)

Gejala awal ALS

Melansir Mayo Clinic (10/4/2024), gejala awal ALS dapat berbeda pada setiap orang, tetapi umumnya meliputi:

  • Kedutan otot pada lengan, kaki, bahu, atau lidah
  • Kram dan kekakuan otot
  • Kelemahan pada tangan atau kaki
  • Bicara menjadi pelo
  • Kesulitan menelan

ALS sering dimulai dari tangan atau kaki, lalu menyebar ke bagian tubuh lain. Seiring perkembangan penyakit, penderita dapat mengalami kesulitan berbicara, makan, hingga bernapas.

Baca juga: Efek Penyalahgunaan Gas Tertawa Rusak Saraf hingga Picu Ketergantungan

Apakah ALS bisa disembuhkan?

Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan ALS. Meskipun begitu, beberapa terapi telah disetujui untuk membantu memperlambat perkembangan penyakit atau mengurangi gejala.

Namun, belum ada pengobatan yang dapat menghentikan atau membalikkan kerusakan neuron motorik.

Sebagian besar pasien ALS meninggal akibat gagal napas dalam tiga hingga lima tahun setelah gejala pertama muncul, menurut NIH.

Meski demikian, sekitar satu dari sepuluh pasien dapat bertahan hidup lebih dari 10 tahun.

Siapa yang berisiko terkena ALS?

ALS paling sering muncul pada usia 55 hingga 75 tahun. Pria sedikit lebih berisiko dibanding perempuan, meski perbedaan itu mengecil pada usia lanjut.

Sebagian besar kasus ALS bersifat sporadis, artinya terjadi tanpa riwayat keluarga. Hanya sekitar 10 persen kasus ALS bersifat genetik atau diturunkan.

Faktor usia menjadi risiko utama yang telah terbukti secara konsisten.

Baca juga: 4 Dampak Paparan Timbal pada Anak, Gangguan Saraf hingga Penurunan IQ

Dampak ALS terhadap kehidupan penderita

Banyak penderita ALS tetap memiliki fungsi berpikir dan daya ingat yang baik. Artinya, mereka sadar akan perubahan dan penurunan fungsi tubuhnya.

Kondisi ini dapat menimbulkan tekanan emosional, baik bagi pasien maupun keluarga.

Eric Dane pernah mengatakan ia terbangun setiap hari dengan kesadaran bahwa penyakit itu nyata.

“Saya bangun setiap hari dan langsung diingatkan bahwa ini sedang terjadi. Ini bukan mimpi,” katanya.

Meski menghadapi kondisi tersebut, Dane memilih terbuka tentang penyakitnya dan mendorong kesadaran publik terhadap ALS.

Kepergian Eric Dane menjadi pengingat bahwa ALS adalah penyakit serius yang masih membutuhkan penelitian dan dukungan luas.

Penyakit ini tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga kehidupan emosional dan sosial penderitanya.

Baca juga: Benarkah Bantal Ketinggian Jadi Penyebab Saraf Terjepit? Simak Kata Dokter

Tag:  #eric #dane #meninggal #usia #tahun #usai #didiagnosis #kenali #gejala #fakta #penyakitnya

KOMENTAR