Diteken Prabowo - Trump, 1.819 Produk Indonesia Dapat Tarif Nol Persen ke AS
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Ambassador Jamieson Greer dari USTR. [Kemenko Perekonomian]
09:31
20 Februari 2026

Diteken Prabowo - Trump, 1.819 Produk Indonesia Dapat Tarif Nol Persen ke AS

Baca 10 detik
  • Perjanjian Dagang Resiprokal (ART) antara Indonesia dan AS membuka akses pasar bagi 1.819 produk Indonesia dengan tarif nol persen.
  • Fasilitas bebas tarif mencakup produk unggulan seperti minyak sawit, kopi, kakao, serta komponen elektronik dan pesawat terbang.
  • Kesepakatan ini juga mencakup komitmen Indonesia memberikan tarif nol untuk produk AS, seperti gandum dan kedelai.

Perjanjian Dagang Resiprokal alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat membuka akses pasar bagi ribuan produk Indonesia.

Pemerintah menyebut sebanyak 1.819 pos tarif produk ekspor Indonesia akan mendapat tarif nol persen di pasar Amerika Serikat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan fasilitas tarif tersebut mencakup produk pertanian hingga industri manufaktur. Ia menyebut kebijakan ini menjadi salah satu hasil utama dari kesepakatan dagang kedua negara.

“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri, yang tarifnya nol persen,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, daftar produk yang mendapatkan fasilitas bebas tarif mencakup komoditas unggulan ekspor Indonesia serta produk industri bernilai tambah.

“Antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, sampai komponen pesawat terbang,” ujarnya.

 Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington D.C. [Kemenko Perekonomian]  PerbesarPresiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington D.C. [Kemenko Perekonomian]

Ia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan hasil proses negosiasi panjang antara pemerintah Indonesia dan otoritas perdagangan Amerika Serikat. Pemerintah, kata dia, telah mengirim sejumlah dokumen usulan sejak 2025 sebelum kesepakatan dicapai.

“Indonesia telah mengirimkan beberapa surat dan proposal sejak April tahun lalu, dan sebagian besar usulan Indonesia dipenuhi oleh Amerika Serikat,” ucapnya.

Selain pembukaan tarif untuk produk Indonesia, perjanjian tersebut juga mengatur akses perdagangan dua arah. Indonesia akan memberikan fasilitas tarif nol persen untuk sejumlah komoditas Amerika Serikat yang selama ini menjadi bahan baku industri domestik.

“Indonesia juga komitmen memberikan fasilitas untuk produk Amerika dengan tarif nol, utamanya untuk produk pertanian seperti wheat dan soybean yang memang kita impor,” kata Airlangga.

Ia menambahkan kebijakan tersebut diharapkan memperkuat rantai pasok antara kedua negara serta menjaga stabilitas harga bahan baku di dalam negeri.

Dalam perjanjian ini, kedua negara juga sepakat membentuk mekanisme konsultasi perdagangan melalui forum bersama untuk mengantisipasi lonjakan impor maupun ekspor yang dinilai tidak wajar.

“Dengan adanya Council of Trade and Investment, seluruh persoalan perdagangan dan investasi akan dibahas lebih dulu di forum tersebut sebelum masuk ke mekanisme lain,” ujarnya.

Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia–Amerika Serikat akan mulai berlaku setelah proses hukum di kedua negara diselesaikan sesuai mekanisme masing-masing.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #diteken #prabowo #trump #1819 #produk #indonesia #dapat #tarif #persen

KOMENTAR