Tiket Arus Balik Lebaran KA Daop 7 Madiun Nyaris Ludes
– Tiket kereta api untuk perjalanan arus balik Lebaran 2026 dari stasiun-stasiun di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun dilaporkan nyaris habis terjual, seiring meningkatnya permintaan perjalanan setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Volume keberangkatan tertinggi terjadi pada periode pasca Lebaran (H+1 hingga H+10) dengan tingkat okupansi mencapai 80 persen hingga lebih dari 100 persen, terutama menuju kota-kota besar,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (19/2/2026).
Hari Raya Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada Jumat dan Sabtu, 20-21 Maret 2026. Kondisi tersebut membuat lonjakan permintaan perjalanan kereta api mulai terlihat sejak periode setelah Lebaran, terutama bagi masyarakat yang kembali ke kota tempat bekerja.
Baca juga: Ada Kereta Tambahan, Stok Tiket KA Lebaran 2026 di Daop 7 Madiun Melimpah
Permintaan arus balik mendominasi
Tohari menjelaskan, hingga Kamis malam, tiket perjalanan kereta api dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 7 Madiun yang tersedia untuk masa arus balik tersisa kurang dari 20 persen. Data penjualan menunjukkan sebagian besar kursi telah dipesan untuk perjalanan setelah Lebaran.
Sebaliknya, pada periode sebelum Lebaran yakni 11 hingga 19 Maret 2026, rata-rata volume penumpang masih berada di bawah 50 persen dari kapasitas harian yang tersedia. Kondisi ini menunjukkan pola perjalanan yang lebih terkonsentrasi pada fase arus balik dibanding arus mudik.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan tanggal-tanggal dengan okupansi yang masih rendah, khususnya pada periode 11 hingga 19 Maret,” kata Tohari.
Baca juga: Sepekan Tiket Lebaran Dijual, Daop 7 Madiun Catat Lebih dari 19.000 Pelanggan
Masa Angkutan Lebaran 2026 sendiri ditetapkan berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Selama periode tersebut, PT KAI Daop 7 Madiun menyediakan total 80.124 tempat duduk untuk perjalanan dengan keberangkatan dari stasiun-stasiun di wilayah operasionalnya.
Hingga Kamis malam, sebanyak 55.147 tiket telah terjual atau sekitar 69 persen dari total kapasitas yang tersedia. Mayoritas tiket yang terjual berasal dari jadwal keberangkatan pada 22 Maret hingga 1 April 2026, yang bertepatan dengan periode arus balik.
“Dari 69 persen itu mayoritas tiket perjalanan untuk keberangkatan tanggal 22 Maret hingga 1 April 2026 atau periode arus bali,” imbuhnya.
Jika turut menghitung tiket kereta api jarak jauh yang melintasi dan singgah di stasiun wilayah Daop 7 Madiun, total tempat duduk yang tersedia selama masa Angkutan Lebaran mencapai 73.079 kursi. Namun demikian, tingkat ketersediaan tiket pada fase arus balik tetap terbatas.
Baca juga: Sudah 16.524 Tiket KA Lebaran yang Terjual, Simak Cara Pesannya
Kelas ekonomi jadi pilihan utama
Dalam periode Angkutan Lebaran tahun ini, kelas ekonomi menjadi pilihan dominan masyarakat. Tohari menyebut hal tersebut tidak terlepas dari adanya stimulus diskon 30 persen untuk keberangkatan pada 14 hingga 29 Maret 2026.
Program tersebut mendorong peningkatan okupansi pada sejumlah perjalanan kereta ekonomi, bahkan hingga melampaui kapasitas normal pada beberapa layanan.
Berdasarkan data sementara, tingkat okupansi sejumlah kereta api keberangkatan wilayah Daop 7 Madiun antara lain KA Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong mencapai 136 persen, KA Brantas kelas ekonomi relasi Blitar–Pasar Senen sebesar 74 persen.
Lalu, KA Bangunkarta kelas ekonomi relasi Jombang–Pasar Senen sebesar 73 persen, KA Singasari kelas ekonomi relasi Blitar–Pasar Senen sebesar 69 persen, serta KA Brantas Tambahan kelas ekonomi relasi Blitar–Pasar Senen sebesar 68 persen.
Meski demikian, masih terdapat alternatif perjalanan dengan tingkat okupansi relatif rendah. Tohari menyebut KA Madiun Jaya relasi Stasiun Madiun–Stasiun Pasar Senen masih memiliki keterisian di bawah 50 persen.
“Jadi untuk arus balik pun masih tersedia tiket terutama dari KA Madiun Jaya dengan keberangkatan awal dari Stasiun Madiun,” pungkasnya.
Tag: #tiket #arus #balik #lebaran #daop #madiun #nyaris #ludes