Singapura Jadi Pusat Ekspansi AI Global Meta Saat Mark Zuckerberg Percepat Ambisi Superintelligence
Alexandr Wang, Chief AI Officer Meta, sosok kunci di balik ekspansi global Superintelligence Lab dan ambisi AI Mark Zuckerberg. (Foto: Financial Express)
15:27
2 Januari 2026

Singapura Jadi Pusat Ekspansi AI Global Meta Saat Mark Zuckerberg Percepat Ambisi Superintelligence

 

— Meta Platforms, perusahaan teknologi global milik Mark Zuckerberg, resmi menempatkan Singapura sebagai simpul baru dalam ekspansi internasional pengembangan kecerdasan buatan tingkat lanjut. 

Melalui pembukaan perekrutan talenta AI untuk Superintelligence Lab, Meta menandai pergeseran strategis dari pendekatan berbasis Amerika Serikat menuju model pengembangan AI yang lebih global dan terdesentralisasi.

Langkah ini disampaikan langsung oleh Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, yang menegaskan bahwa perusahaan tengah memperkuat kehadiran risetnya di Asia Tenggara. 

“Superintelligence Lab membuka lowongan di Singapura. Kami sudah memiliki sejumlah peneliti dan insinyur yang sangat kuat di sana, termasuk tim Manus yang berjumlah sekitar 100 orang, dan saat ini kami berkembang dengan cepat,” tulis Wang. Dia juga mengajak kandidat potensial untuk mengajukan lamaran secara langsung.

Dilansir dari Financial Express, Jumat (2/1/2026), perluasan ke Singapura merupakan bagian dari strategi global Meta dalam membangun Superintelligence Lab, unit khusus yang bertugas mengembangkan sistem kecerdasan buatan generasi lanjut dengan kemampuan penalaran, pembelajaran, dan pemecahan masalah yang jauh melampaui AI konvensional. Langkah ini mencerminkan fokus baru Meta pada penguatan jaringan talenta global, bukan semata pada infrastruktur teknologi. 

Pemilihan Singapura dipandang sebagai keputusan strategis. Negara kota tersebut telah lama dikenal sebagai pusat inovasi teknologi Asia dengan dukungan regulasi yang stabil, investasi riset yang kuat, serta ekosistem talenta internasional yang matang. Dalam beberapa tahun terakhir, Singapura menjadi tujuan utama perusahaan teknologi global untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan.

Ekspansi ini semakin diperkuat melalui akuisisi startup AI berbasis Singapura, Manus AI, yang kini resmi bergabung ke dalam Superintelligence Lab Meta. Perusahaan rintisan tersebut dikenal mengembangkan sistem kecerdasan buatan berbasis agen, yakni AI yang mampu menjalankan tugas kompleks secara mandiri, termasuk pengembangan perangkat lunak dan analisis data tingkat lanjut. 

Reuters melaporkan nilai akuisisi diperkirakan berada di kisaran USD 2 miliar hingga USD 3 miliar, atau sekitar, Rp 33,36 triliun hingga Rp 50,04 triliun dengan kurs Rp 16.680 per dolar AS.

CEO Manus AI, Xiao Hong, menyambut langkah tersebut dengan optimisme. “Bergabung dengan Meta memberi kami fondasi yang jauh lebih kuat untuk berkembang, tanpa mengubah cara kami bekerja maupun prinsip pengambilan keputusan yang selama ini kami pegang,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Di sisi lain, ekspansi global ini berlangsung bersamaan dengan penataan ulang internal Meta. Sekitar 600 karyawan di lini AI dilaporkan menerima status non-working notice. Wang menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan menyederhanakan struktur organisasi dan mengurangi tumpang tindih peran. “Fokus kami adalah memastikan tim yang tersisa dapat bekerja lebih efektif dan bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Superintelligence Lab sendiri dibentuk pada 2025 dan dipimpin langsung oleh Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI. Perekrutan Wang ke Meta dilaporkan melibatkan nilai hampir USD 14,3 miliar atau sekitar Rp 238,6 triliun, menegaskan besarnya taruhan Meta dalam persaingan kecerdasan buatan global.

Sejumlah analis menilai ekspansi Meta ke Singapura sebagai respons langsung terhadap meningkatnya persaingan dengan pemain utama AI dunia seperti Google dan OpenAI. Dengan memadukan perekrutan global, akuisisi strategis, serta penajaman fokus internal, Meta berupaya mengamankan posisi kunci dalam perlombaan teknologi yang akan menentukan lanskap industri digital dunia.

Melalui langkah ini, Singapura tidak hanya menjadi lokasi perekrutan, melainkan bagian dari strategi geopolitik teknologi Meta. Perusahaan menegaskan bahwa masa depan kecerdasan buatan tidak lagi terpusat di Silicon Valley, melainkan dibentuk melalui jaringan inovasi global yang saling terhubung.

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #singapura #jadi #pusat #ekspansi #global #meta #saat #mark #zuckerberg #percepat #ambisi #superintelligence

KOMENTAR