Delegasi Israel Pulang dari Mesir, Hasil Negosiasi dengan Hamas Masih Abu-abu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memimpin rapat kabinet mingguan di Kementerian Pertahanan di Tel Aviv pada 7 Januari 2024. --- Delegasi Israel pulang dari Kairo, Mesir ketika hasil negosiasi dengan Hamas masih abu-abu. 
13:50
14 Februari 2024

Delegasi Israel Pulang dari Mesir, Hasil Negosiasi dengan Hamas Masih Abu-abu

Media Israel melaporkan delegasi Israel yang ditugaskan untuk merundingkan kemungkinan gencatan senjata di Jalur Gaza telah kembali dari Kairo, Mesir.

Delegasi tersebut bertemu dengan mediator Qatar dan Mesir di Kairo, di mana kedua negara tersebut menjembatani proses negosiasi antara Israel dengan gerakan perlawanan Palestina, Hamas.

Seorang pejabat di kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang mengatakan bahwa delegasi Israel sedang dalam perjalanan kembali dari Kairo, menurut laporan The Times of Israel, Rabu (14/2/2024).

Cairo News Channel mengutip seorang pejabat tinggi Mesir yang tidak disebutkan namanya, mengatakan pembicaraan tersebut berlangsung dalam suasana yang positif.

“Negosiasi akan dilanjutkan selama tiga hari ke depan," kata pejabat itu.

Hasil Perundingan dengan Hamas Masih Abu-abu

Pembicaraan untuk kesepakatan pertukaran tahanan baru antara Israel dan Hamas diadakan di Ibu Kota Mesir, Kairo, pada Selasa (13/2/2024) malam.

Pembicaraan itu diikuti oleh Direktur CIA, William Burns; Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdul Rahman Al Thani; Kepala Mossad, David Barnea; dan para pejabat Mesir.

“Kesenjangan utama yang tersisa dalam perundingan ini adalah banyaknya jumlah tahanan yang diminta Hamas sebagai imbalan bagi mereka yang diculik,” kata seorang pejabar Mesir yang dirahasiakan identitasnya.

Ia mencatat bahwa perundingan berakhir tanpa membuka jalan, namun kemajuan telah dicapai.

Menurutnya, ada kesenjangan yang harus diisi antara Israel dan Hamas agar dapat mengadakan perjanjian perdamaian baru, dikutip dari situs Walla.

Kesenjangan itu berkaitan dengan jumlah tahanan Palestina yang diminta Hamas untuk ditukar dengan sandera Israel, terutama tentara wanita dan pria Israel yang ditangkap Hamas.

"Jika Hamas tidak secara signifikan mengurangi jumlah tahanan yang diminta, tidak akan ada kemajuan dalam negosiasi," kata pejabat itu.

Mesir dan Qatar sebagai mediator dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Hamas dalam beberapa hari mendatang dan memahami apakah mereka bersedia bersikap fleksibel untuk memasuki negosiasi lebih lanjut.

Perusahaan Penyiaran Israel melaporkan pertemuan di Kairo berakhir di tengah desakan Hamas pada posisinya untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza.

Hamas Palestina vs Israel

Segera setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023), Israel mulai membombardir Jalur Gaza.

Jumlah kematian warga Palestina di Jalur Gaza mencapai 28.473 jiwa dan 68.146 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Rabu (14/2/2024),1.147 kematian di wilayah Israel, dan 375 kematian warga Palestina di Tepi Barat hingga Selasa (30/1/2024), dikutip dari Anadolu.

Israel memperkirakan masih ada kurang lebih 136 sandera yang ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel

Editor: Whiesa Daniswara

Tag:  #delegasi #israel #pulang #dari #mesir #hasil #negosiasi #dengan #hamas #masih

KOMENTAR