Kantornya Digeledah karena Dugaan Pencucian Uang, Deutsche Bank Catatkan Rekor Laba
Deutsche Bank membukukan laba tahunan tertinggi sejak 2007. Capaian itu disampaikan Kamis (29/1/2026), ditopang kinerja kuartal keempat yang melampaui perkiraan analis.
Laporan keuangan tersebut muncul saat bank terbesar Jerman itu berada dalam sorotan penyelidikan dugaan pencucian uang.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham mencapai 6,12 miliar euro sepanjang 2025.
Nilai tersebut setara sekitar 7,3 miliar dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp122 triliun, dengan kurs 1 dollar AS setara Rp16.773.
Perolehan itu melonjak dari 2,7 miliar euro pada tahun sebelumnya. Angka tersebut sedikit melampaui ekspektasi analis yang mendekati 6 miliar euro.
Baca juga: Cerita Fintech Jerman yang Kalahkan Deutsche Bank
Kinerja ini memperpanjang tren positif Deutsche Bank. Bank tersebut mencatat keuntungan selama enam tahun berturut turut.
Bank investasi menjadi penopang utama pendapatan, dengan pertumbuhan pendapatan kuartal keempat sekitar 5 persen, sejalan dengan perkiraan pasar.
Sorotan tajam datang dari luar kinerja keuangan. Jaksa dan polisi federal Jerman menggeledah kantor Deutsche Bank pada Rabu dan Kamis.
Jaksa Frankfurt menyebut penyelidikan menyasar individu dan karyawan bank yang belum diidentifikasi, terkait dugaan pelanggaran pencucian uang.
Kepala Eksekutif Deutsche Bank Christian Sewing menjelaskan, kasus ini dipicu dugaan keterlambatan pelaporan transaksi mencurigakan. Aktivitas yang diperiksa berkaitan dengan transaksi periode 2013 hingga 2018.
“Tentu saja, kami sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang,” kata Sewing.
Baca juga: LPSK Catat Nilai Restitusi Naik Jadi Rp585 Miliar pada 2025, Paling Banyak Kasus Pencucian Uang
Tekanan sentimen langsung terasa di bursa. Saham Deutsche Bank turun 2,3 persen pada perdagangan pertengahan pagi. Pelemahan berlanjut dari penurunan hari sebelumnya.
Tahun 2025 juga menandai akhir rencana keuangan tiga tahun Deutsche Bank. Selama periode tersebut, manajemen memenuhi target utama profitabilitas. Pengembalian atas ekuitas berwujud tercatat di atas 10 persen.
“Ini memberi kami fondasi terkuat untuk tahap strategi kami berikutnya,” ujar Sewing.
Laba bersih kuartal keempat mencapai 1,3 miliar euro. Angka ini melonjak dari 106 juta euro pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut melampaui proyeksi analis sekitar 1,12 miliar euro. Manajemen menyetujui program pembelian kembali saham senilai 1 miliar euro.
Proyeksi ke depan menunjukkan ambisi lebih tinggi. Pendapatan 2026 diperkirakan naik menjadi sekitar 33 miliar euro, dari 32,1 miliar euro pada 2025.
Target profitabilitas baru dipatok di level 13 persen pada 2028. Sejumlah analis menilai sasaran ini tetap menantang.
Kinerja antar lini bisnis bergerak beragam. Divisi pendapatan tetap dan perdagangan mata uang pada bank investasi mencatat kenaikan pendapatan 7 persen.
Angka ini melampaui perkiraan pasar sekitar 4 persen. Bisnis serupa di JPMorgan tumbuh 7 persen, sementara Goldman Sachs melonjak 12 persen.
Segmen ritel mencatat pertumbuhan pendapatan 3 persen. Angka ini sedikit di bawah ekspektasi analis sekitar 3,9 persen.
Pendapatan perbankan korporasi turun 2 persen. Penurunan tersebut lebih dalam dari perkiraan pasar sekitar 1 persen.
Lembaga pemeringkat S&P Global menilai prospek bank bank Jerman masih membaik setelah 2025.
Pendorong utama berasal dari peningkatan penyaluran kredit, seiring rencana belanja pemerintah untuk infrastruktur dan pertahanan. S&P menaikkan prospek Deutsche Bank menjadi positif pada Desember lalu.
Tag: #kantornya #digeledah #karena #dugaan #pencucian #uang #deutsche #bank #catatkan #rekor #laba