Dipenjara 27 Tahun, Eks Presiden Ini Boleh Keluar karena Cegukan Berbulan-bulan
ilustrasi sel(Pexels/Enrico Hänel)
10:30
29 Desember 2025

Dipenjara 27 Tahun, Eks Presiden Ini Boleh Keluar karena Cegukan Berbulan-bulan

- Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro diizinkan keluar penjara untuk menjalani prosedur medis, guna mengobati cegukan kronis yang dialaminya selama berbulan-bulan.

Prosedur tersebut dilakukan di Rumah Sakit DF Star di Brasilia, Sabtu (27/12/2025), beberapa hari setelah Bolsonaro menyelesaikan operasi hernia inguinalis di lokasi yang sama.

Meski sedang menjalani hukuman penjara 27 tahun atas kasus percobaan kudeta, Bolsonaro sempat diberikan izin keluar penjara pada Rabu (24/12/2025) guna menjalani tindakan medis.

Operasi hernia dilakukan pada Kamis (25/12/2025) tanpa komplikasi, tetapi tim medis memutuskan tetap merawatnya selama beberapa hari untuk observasi lanjutan.

Selama masa perawatan, tim dokter menyimpulkan perlunya melakukan blokade saraf frenikus—yang mengontrol diafragma—guna mengatasi cegukan berulang yang diderita Bolsonaro.

Dokter yang merawatnya, Claudio Birolini, menjelaskan bahwa prosedur dilakukan dengan bantuan mesin ultrasound dan menggunakan suntikan analgesik lokal ke arah saraf yang dituju.

"Prosedurnya berjalan baik, tanpa perlu sayatan atau tindakan bedah," kata Birolini, dikutip dari AFP.

Prosedur berlangsung selama sekitar satu jam dan hanya dilakukan pada sisi kanan saraf. Sementara itu, tindakan serupa pada sisi kiri dijadwalkan pada Senin (29/12/2025).

Cegukan karena luka tusuk

Foto Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengacungkan jempol di ranjang saat dirawat di rumah sakit pada Senin (3/1/2022) karena penyumbatan usus. Mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro didiagnosis kanker kulit, Rabu (17/9/2025), usai vonis 27 tahun penjara terkait upaya kudeta terhadap Presiden Lula da Silva.JAIRBOLSONARO via TWITTER Foto Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengacungkan jempol di ranjang saat dirawat di rumah sakit pada Senin (3/1/2022) karena penyumbatan usus. Mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro didiagnosis kanker kulit, Rabu (17/9/2025), usai vonis 27 tahun penjara terkait upaya kudeta terhadap Presiden Lula da Silva.Cegukan ini disebut-sebut berkaitan dengan kondisi medis yang diderita Bolsonaro sejak mengalami luka tusuk di bagian perut saat kampanye politik pada 2018.

Istri Bolsonaro, Michelle, mengungkapkan dukungannya melalui unggahan di Instagram.

“Kekasihku baru saja pergi ke pusat bedah untuk menjalani blokade saraf frenikus,” tulis mantan Ibu Negara tersebut.

Ia menyebut bahwa suaminya telah berjuang selama sembilan bulan menghadapi masalah kesehatan.

Selama menjabat sebagai presiden dari 2019 hingga 2022, Bolsonaro kerap mengalami gangguan kesehatan akibat luka tusukan itu.

Pada September 2025, Mahkamah Agung Brasil menyatakan Bolsonaro bersalah atas upaya mempertahankan kekuasaan secara inkonstitusional setelah kalah dalam pemilu 2022.

Ia dijatuhi hukuman 27 tahun penjara karena terbukti terlibat konspirasi kudeta yang gagal akibat minimnya dukungan dari militer.

Meski demikian, Bolsonaro bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah dan menuding Mahkamah Agung menganiaya dirinya secara politik.

Setelah masa tahanan rumah sejak Agustus, Bolsonaro resmi dipenjara di fasilitas Kepolisian Federal di Brasilia pada 22 November 2025.

Usai menjalani prosedur medis, ia akan kembali ke penjara untuk melanjutkan hukumannya.

Dalam perkembangan terkait, Mahkamah Agung Brasil juga menetapkan tahanan rumah bagi sepuluh pejabat di pemerintahan Bolsonaro yang terlibat dalam perencanaan kudeta.

Mereka divonis bersalah, tetapu tidak langsung ditahan karena proses banding masih berlangsung.

Salah satu di antaranya adalah Silvinei Vasques yang ditangkap di Paraguay pada Jumat (26/12/2025), setelah diduga mencoba naik pesawat menggunakan dokumen palsu.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh)

Tag:  #dipenjara #tahun #presiden #boleh #keluar #karena #cegukan #berbulan #bulan

KOMENTAR