Bocah 6 Tahun di Gaza Menghilang setelah Terjebak Pertempuran, Sempat Hubungi Layanan Darurat
Hind Rajab, gadis 6 tahun yang menghilang saat terjebak di serangan darat Israel. Gadis 6 tahun menghilang setelah terjebak pertempuran, dua petugas ambulans yang datang menyelamatkannya juga menghilang. 
11:20
5 Februari 2024

Bocah 6 Tahun di Gaza Menghilang setelah Terjebak Pertempuran, Sempat Hubungi Layanan Darurat

- Seorang bocah perempuan Palestina berusia 6 tahun bernama Hind Rajab menghilang setelah ia terjebak dalam pertempuran di Gaza.

Dilansir NBC News, ia terjebak di dalam mobil bersama paman, bibi dan empat sepupunya, pada Senin (29/1/2024) lalu.

Mereka semua meninggal.

Sebuah tank Israel tampak mondar-mandir di luar mobil.

"Tolong jemput aku, kalian akan datang, kan?" katanya dalam panggilan layanan darurat dengan petugas operator di Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), yang merilis rekaman tersebut.

Pada hari kejadian, Hind dan keluarganya masuk ke dalam mobil, berharap untuk melarikan diri dari pertempuran di dekat tempat mereka tinggal di Kota Gaza.

Saat berada di dekat pompa bensin, pengeboman menewaskan atau membuat lima anggota keluarganya tidak sadarkan diri.

Sementara itu, sepupunya yang berusia 15 tahun, Layan, masih selamat.

Layan meminta bantuan.

Dia memberi tahu operator bahwa sebuah tank sedang mendekat, terdengar suara tembakan, dan dia mulai berteriak.

Lalu, sambungan teleponnya mati.

Kali berikutnya petugas operator menghubungi nomor tersebut, Hind-lah yang menjawab.

Layan telah terbunuh, kata Hind.

Petugas operator menyuruh Hind untuk terus bersembunyi di dalam mobil dan bertanya kepada Hind apakah dia dikelilingi oleh tembakan.

“Ya,” katanya, dengan suara terisak.

PRCS kemudian mengirimkan tim ambulans untuk menyelamatkan Hind.

Karena Hind berada di daerah pertempuran aktif, layanan darurat Palestina berkata mereka harus meminta izin dari otoritas Israel terlebih dahulu untuk pergi ke sana.

PRCS mengatakan paramedisnya, Yousef Zeino dan Ahmed al Madhoun telah tiba di daerah tersebut tetapi kehilangan kontak pada pukul 7 malam waktu setempat pada hari Senin.

Keduanya juga hilang, menurut PRCS.

Hind dan dua petugas PCRS menghilang Hind dan dua petugas PRCS menghilang (X/PalestineRCS)

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan kepada NBC News pada hari Kamis (1/2/2024) bahwa mereka tidak familiar dengan insiden yang dijelaskan.

Ketika keputusasaan mengenai keberadaan mereka meningkat, anggota keluarga dan PRCS menuntut jawaban dari organisasi internasional dan militer Israel.

“Di mana Hind? Di mana Yousef dan Ahmed? Apakah mereka masih hidup? Kami ingin mengetahui nasib mereka,” kata PRCS dalam postingan media sosialnya pada hari Minggu.

PRCS menambahkan bahwa sudah hampir seminggu sejak mereka kehilangan kontak dengan tim ambulansnya.

Dalam wawancara dengan NBC News, ibu Hind, Wissam Hamadah, yang tidak berada di mobil bersamanya saat itu, berkata:

"Setiap kali saya mendengar ambulans, saya pikir itu adalah putri saya yang datang."

"Setiap kali saya mendengar bom atau peluru atau ledakan, saya pikir itu ditujukan pada putri saya dan jantung saya berhenti berdetak.”

“Setiap serangan yang terjadi, saya merasa mereka menargetkan putri saya,” kata Hamadah.

Hamadah mengatakan, dia memasukkan putrinya ke dalam mobil bersama kerabatnya pada Senin pagi.

Dia mengatakan pertempuran sengit telah melanda daerah tersebut, dan keluarga besar tersebut melarikan diri dari lingkungan Tel Al-Hawa di Kota Gaza.

Hamadah mengira Hind akan lebih aman di dalam mobil.

Ibu Hind khawatir putrinya sudah meninggal.

Sementara itu di Tepi Barat yang diduduki, beberapa petugas operator darurat PRCS yang berbasis di Ramallah mengatakan dalam postingan di media sosial bahwa mereka terus berbicara melalui telepon dengan Hind selama lebih dari tiga jam.

Mereka mencoba menenangkannya dan menawarkan dukungan psikologis ketika upaya penyelamatan dilakukan.

Meskipun PRCS memastikan ambulansnya tiba di daerah tersebut pada pukul 6 sore, mereka belum menerima kabar dari paramedis apakah mereka sudah mencapai mobil tersebut.

Ibunya juga ikut dihubungi.

Pada pukul 7 malam, semua komunikasi dengan tim penyelamat dan Hind terputus, menurut anggota keluarga dan PRCS.

Salah satu hal terakhir yang Hind katakan kepada ibunya adalah, “Mama, aku lapar. Mama, aku haus. Datanglah kepadaku."

Ketika kekhawatiran tentang hilangnya gadis dan paramedis terus meningkat, Kementerian Luar Negeri Palestina mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan militer Israel.

“Kementerian menganggap pemerintah Israel bertanggung jawab penuh dan langsung atas nyawa ribuan korban penculikan, tahanan dan orang hilang, termasuk Hind dan kru Bulan Sabit Merah yang menyelamatkannya lebih dari 85 jam yang lalu dan kehilangan kontak dengan mereka,” tulis kementerian dalam postingan media sosial pada hari Jumat lalu.

Hingga berita ini ditulis, PRCS masih berusaha mencari keberadaan ketiga orang tersebut.

"150 jam telah berlalu dan nasib rekan kami, Yousef Zeino dan Ahmed al Madhoun, dari tim PRCS EMS, yang pergi untuk menyelamatkan gadis berusia 6 tahun, Hind, masih belum diketahui," tulis PRCS di X, Senin (5/2/2024).

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Editor: Febri Prasetyo

Tag:  #bocah #tahun #gaza #menghilang #setelah #terjebak #pertempuran #sempat #hubungi #layanan #darurat

KOMENTAR