LSM Israel: Ratusan Situs Arkeologi Bersejarah Hancur di Gaza, Euro-Med: Penghancuran yang Disengaja
Gambar yang diambil dari Rafah pada 23 Januari 2024 menunjukkan asap mengepul di atas Khan Yunis di Jalur Gaza selatan selama pemboman Israel, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas. - Ratusan situs kuno, monumen bersejarah, museum dan arsip telah rusak bahkan hancur sejak dimulainya serangan Israel di Jalur Gaza, 
10:40
24 Januari 2024

LSM Israel: Ratusan Situs Arkeologi Bersejarah Hancur di Gaza, Euro-Med: Penghancuran yang Disengaja

Ratusan situs kuno, monumen bersejarah, museum dan arsip telah rusak bahkan hancur sejak dimulainya serangan Israel di Jalur Gaza, menurut sebuah organisasi non-pemerintah Israel.

“Kami telah memantau situasi sebaik mungkin sejak awal perang,” kata LSM Israel, Emek Shaveh dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Palestine Chronicle.

Berikut ini sejumlah situs yang hancur dan rusak selama perang Israel dengan kelompok militan Hamas Palestina sejak 7 Oktober 2024:

Masjid Dihancurkan

Menurut LSM tersebut, yang paling menonjol adalah penghancuran Masjid al-Omari (juga dikenal sebagai Masjid Agung) di Kota Tua Gaza.

Rekaman video saat bangunan hancur tampak masjid tertua di Gaza itu rusak parah.

Masjid itu merupakan salah satu situs bersejarah paling penting di wilayah tersebut bagi masyarakat Gaza.

"Hilangnya situs warisan di Gaza seperti Masjid Agung al-Omari pertama-tama merupakan kerugian besar bagi masyarakat Gaza dan rakyat Palestina, namun juga merupakan kerugian bagi semua orang yang tinggal dan berbagi tanah ini," kata LSM itu.

Ia menambahkan bahwa ketika perang berakhir, “sisa-sisa Masjid al-Omari akan berdiri sebagai simbol kehancuran total dalam konflik Palestina-Israel baru-baru ini.”

Kompleks Gereja Diserang

Badan tersebut juga menyebutkan bahwa “serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan di dalam area kompleks Gereja Ortodoks Yunani Porphyrius di Kota Tua Gaza” pada bulan Oktober.

Dilaporkan juga bahwa Direktur Departemen Museum dan Penggalian di Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina, Jehad Yassin, mengatakan bahwa “pekuburan Romawi yang baru ditemukan hampir seluruhnya hancur akibat pemboman tersebut.”

Museum Dirusak dan Dihancurkan

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa museum penting telah dirusak atau dihancurkan termasuk Museum Rafah, Museum Budaya al Qarara dan Museum Deir al Balah, sebuah pernyataan yang telah dikonfirmasi oleh ICOM-Arab (aliansi regional Dewan Internasional Museum).

Pelabuhan Bersejarah Dibom

Yassin menyebutkan Pelabuhan Anthedon yang bersejarah di Gaza (dalam Daftar Sementara Situs Warisan Dunia UNESCO) terkena dampak pemboman tersebut, kata Emek Shaveh.

Pemandian Kuno Hancur

Hamam al-Samra, sebuah pemandian kuno dan salah satu situs arsitektur Ottoman utama dan sedikit yang tersisa di Gaza, juga telah dihancurkan.

Situs penting lainnya yang menurut laporan, kata organisasi itu, telah dihancurkan adalah Arsip Pusat Gaza.

Menurut kantor berita Anadolu, pernyataan itu muncul setelah sebuah video menunjukkan seorang pejabat dari Otoritas Barang Antik Israel (IAA) menemani tentara Israel memeriksa koleksi barang antik di Gaza, dan tampak merayakan penemuan situs tersebut.

“Kami ingin menegaskan kembali bahwa situs warisan di Gaza adalah milik masyarakat Gaza,” kata kelompok Israel tersebut.

Organisasi tersebut lebih lanjut menyerukan “ pemerintah Israel dan Hamas untuk mengambil semua tindakan yang mungkin dilakukan untuk menghormati hukum internasional dan melindungi situs warisan sebagai aset milik kita semua, dan generasi masa depan masyarakat yang tinggal di tanah ini.”

Penghancuran yang Disengaja

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Jenewa, Euro-Med Monitor, mengatakan pada bulan November bahwa Israel sengaja menghancurkan monumen arkeologi dan sejarah di Jalur Gaza, dan menuduhnya “secara eksplisit menargetkan warisan budaya Palestina.”

Kantor Media Pemerintah di Gaza dilaporkan mengatakan bahwa Israel telah menghancurkan lebih dari 200 situs arkeologi dan kuno dari 325 situs yang terdaftar, dalam serangan yang sedang berlangsung di Gaza.

“Gaza kaya akan sejarah,” tulis Ramzy Baroud, jurnalis dan penulis Palestina.

“Bukti peradaban Hyksos, Romawi, Bizantium, Islam, dan lainnya yang mendiami wilayah tersebut selama ribuan tahun, merupakan kesaksian akan pentingnya sejarah wilayah tersebut.”

60 Persen Situs Warisan Rusak Parah

LSM Israel menyebutkan bahwa 60 persen situs warisan telah mengalami kerusakan parah atau hancur akibat perang Israel, termasuk situs bersejarah utama seperti Masjid al-Omari dan Gereja St. Porphyrius.

Jumlah Korban Tewas dalam Perang Israel-Hamas

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 25.490 warga Palestina telah terbunuh, dan 63.354 terluka dalam genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza mulai tanggal 7 Oktober, dilansir Al Jazeera.

Bulan lalu, kantor media pemerintah Gaza mengatakan bahwa lebih dari 200 situs arkeologi dan warisan telah dihancurkan dalam serangan Israel di wilayah tersebut sejak 7 Oktober.

Perkiraan Palestina dan internasional menyebutkan bahwa mayoritas dari mereka yang terbunuh dan terluka adalah perempuan dan anak-anak.

Serangan Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Editor: Tiara Shelavie

Tag:  #israel #ratusan #situs #arkeologi #bersejarah #hancur #gaza #euro #penghancuran #yang #disengaja

KOMENTAR