



Populer Internasional: Donald Trump Kembali Jadi Sasaran Pembunuhan - Rudal Fath-360 Pengganti S-300
Donald Trump lagi-lagi menjadi sasaran pembunuhan.
Mantan Presiden AS itu hampir saja ditembak seseorang di lapangan golfnya, Florida.
Sementara itu, rudal Fath-360 didatangkan dari Iran sebagai pengganti rudal S-300 Rusia yang mulai menipis.
Selengkapnya, berikut berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.
1. Donald Trump Selamat dari Upaya Pembunuhan di Lapangan Golf

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump selamat dari upaya pembunuhan di lapangan golfnya di Florida, Minggu (15/9/2024).
Pihak keamanan AS mengatakan seseorang yang "berpotensi menjadi tersangka" telah ditahan.
Anggota Dinas Rahasia yang bertugas sebagai Pasukan Pengaman Presiden, melihat laras senapan menyembul di antara semak-semak.
"Tersangka melepaskan tembakan ke arah Trump," kata sejumlah pejabat, dikutip dari BBC.
Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan Trump berada 275 hingga 455 meter dari posisi senapan.
Di tempat kejadian ditemukan senjata api jenis AK47 dan teropong, bersama dengan dua ransel dan kamera GoPro, CNN melaporkan.
Dinas Rahasia mengonfirmasi dalam sebuah unggahan di X bahwa mereka sedang menyelidiki "insiden" yang melibatkan Trump.
2. Rudal Fath-360 Didatangkan dari Iran Sebagai Pengganti S-300 Rusia yang Mulai Menipis
Para pendukung Ukraina di Barat mengecam langkah Iran mengekspor rudal Fath-360.
Bahkan menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan Inggris sempat mengancam negaranya akan menghentikan larangan penembakan rudal jarak jauhnya ke wilayah Rusia bagian dalam.
Namun ancaman tersebut tidak terbukti, AS tidak menghentikan larangan tersebut, dan Ukraina tetap ttidak bisa menyerang Rusia menggunakan ridal ATCMS buatan AS dan Storm Shadow buatan Inggris.
Lalu sebenarnya apa kehebatan Fath-360 sehingga membuat Barat mencak-mencak?
Fath-360 merupakan saudaranya yang memiliki jarak lebih jauh, Fateh-110. Rudal berpemandu satelit, Fath-360 dapat terbang dengan kecepatan Mach 3 saat jelajah dan melaju hingga Mach 4 pada fase akhir penerbangan.
3. Media Israel Terheran-heran, Kok Bisa Rudal Houthi Menghindari Radar Canggih IDF dan Amerika?
Sebuah analisis yang dilansir The Jerusalem Post, mengulas soal keberhasilan rudal yang diluncurkan kelompok Ansarallah (Houthi) Yaman yang mampu menghindari sistem deteksi canggih Israel pada Minggu (15/9/2024) pagi.
"Meskipun sistem radarnya canggih, rudal Houthi tersebut baru berhasil dijatuhkan setelah melewati wilayah udara Israel, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang potensi kegagalan sistem keamanan yang ada," kata tulisan Udi Ezion tersebut dikutip Senin (16/9/2024).
Ulasan tersebut menyatakan kalau Houthi sebenarnya tidak memiliki industri rudal balistik sendiri.
"Seluruh stok mereka berasal dari Iran. Apa yang dikenal di Yaman sebagai "Tufan" pada dasarnya adalah rudal Ghadir Iran, yang merupakan pengembangan dari Shahab-3," kata ulasan tersebut.
4. 4.000 Bom Berpemandu Tiap Bulan Hantam Ukraina, Zelensky: 80 Persen Infrastruktur Energi Hancur
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui infrastuktur energi negerinya kini telah hancur-hancuran.
Setidaknya kini hanya ada sebanyak 20 persen saja yang masih bisa diaktifkan.
Fasilitas-fasilitas energi tersebut hancur jadi puing-puing akibat masifnya serangan yang dilakukan oleh Angkatan Udara Rusia.
Ia mengakui, setiap bulannya militer Moskow meluncurkan setidaknya 4.000 bom luncur berpemandu.
Bom dengan daya ledak tinggi ini menurut Zelensky menghancurkan bukan hanya infrastruktur energi saja, tetapi gedung-gedung sipil.
"Bom-bom berpemandu ini menghancurkan 80 persen infrastruktur energi kami," kata Zelensky dalam pidatonya,Minggu (15/9/2024) malam dikutip dari Ukrinform.
(Tribunnews.com)
Tag: #populer #internasional #donald #trump #kembali #jadi #sasaran #pembunuhan #rudal #fath #pengganti