



Mengenalkan Finger Food kepada Buah Hati, Berikut 6 Cara Mengetahui Anak Siap Mencobanya
– Finger food adalah makanan yang mudah dipegang, digigit, dan dikunyah oleh si kecil. Pengenalan finger food, selain bisa melatih anak makan sendiri, membantu mengasah keterampilan motorik halus si kecil.
Biasanya, pemberian finger food dimulai saat anak memasuki usia 8-9 bulan, atau ketika ia mulai tertarik memegang sendok sendiri saat kita menyuapinya. Orang tua wajib menemani si kecil saat mencoba makan untuk menghindari resiko seperti tersedak.
finger food juga akan membantu memenuhi kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang si kecil, tak terkecuali untuk menghindari anak dari risiko stunting.
Dilansir dari Klikdokter, berikut ini cara yang bisa ikuti dalam memberikan finger food untuk bayi.
1. Perhatikan Tanda Bayi
Pemberian MPASI dalam bentuk apa pun perlu disesuaikan dengan tanda kesiapan bayi. Hal ini merupakan salah satu syarat pemberian MPASI, termasuk finger food untuk bayi. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi umumnya sudah menunjukan tanda siap menerima makanan pendamping pada usia 6 bulan.
Beberapa tanda-tanda kesiapan bayi menerima MPASI, seperti kepalanya mampu tegak dan duduk dengan bantuan, refleks menjulurkan lidah berkurang, tertarik melihat orang makan, dan mencoba meraih atau membuka mulut jika disodori makanan.
2. Menjaga kebersihan bayi dan makanannya
Finger food bertujuan untuk melatih motorik halus, mengasah koordinasi, mengenalkan tekstur melalui sentuhan berupa genggaman. Menjaga kebersihan adalah hal yang harus diperhatikan dalam memberikan finger food untuk bayi.
Finger Food akan digenggam dan dimasukkan ke mulut si kecil secara langsung. Tentunya, perlu diperhatikan kebersihannya agar tidak menyebabkan masalah kesehatan untuk buah hati.
Jangan lupa, bersihkan tangan si kecil sebelum maupun sesudah makan. Cuci makanan yang akan diberikan kepada bayi. kemudian potong menggunakan pisau maupun tatakan yang bersih. Jangan gunakan alat yang telah digunakan untuk bahan makanan lain.
3. Pilih Makanan Sesuai Kemampuan Bayi
Finger food untuk bayi usia di bawah 8 bulan sebaiknya diberikan makanan yang memiliki bertekstur lumer di mulut tanpa perlu dikunyah berlebihan, seperti alpukat, tahu rebus, keju, pisang, dan sebagainya.
Sedangkan untuk bayi yang berusia 9 bulan atau lebih. Dapat diberikan finger food yang semi padat, seperti mangga, melon, biskuit bayi, ayam rebus, telur rebus, dan sebagainya.
Makanan yang keras seperti sayur dan buah dapat direbus atau dikukus terlebih dahulu agar teksturnya lebih lembut.
Perlu diperhatikan, Setiap bayi memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Maka dari itu, pilihlah finger food sesuai kemampuan dan jangan paksakan si kecil untuk mencoba
4. Waspadai bayi tersedak
Pemberian jenis makanan yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko tersedak, Perlunya kehati-hatian dalam memilih makanan untuk si kecil.
Untuk mengurangi resiko tersedak, ada baiknya hindari memberikan makanan yang memiliki tekstur yang terlalu keras dan kecil seperti kacang, kismis, popcorn. Memiliki berbentuk bulat penuh, kenyal dan licin seperti bakso, anggur, tomat ceri. Atau mengandung duri, tulang, atau biji.
5. Posisikan bayi untuk duduk tegak
Makanan yang bervariasi guna memenuhi kebutuhan gizinya sehari-hari. Namun memposisikan bayi dalam keadaan duduk di kursi makan juga dapat menumbuhkan kebiasaan anak untuk mengkonsumsi makanan di meja makan.
Makan dengan posisi duduk dapat mengurangi resiko tersedak. Apabila belum dapat duduk sendiri dengan stabil, bayi dapat disandarkan ke kursi makan (high chair).
6. Temani Anak Selama Jam Makan
Segala bentuk proses yang terjadi saat memberikan finger food untuk bayi berperan penting dalam tumbuh kembangnya. Bagaimanapun, anak masih dalam proses belajar makan sehingga orang tua tetap perlu menemaninya. Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko tersedak. Selain itu, menemani anak juga dapat mempererat hubungan Anda dan si buah hati.
Tag: #mengenalkan #finger #food #kepada #buah #hati #berikut #cara #mengetahui #anak #siap #mencobanya