Penggunaan Vape Diklaim Lebih Baik dari Pada Rokok, Ini 4 Fakta yang Harus Anda Ketahui sebelum Menggunakannya
Fakta yang Harus Anda Ketahui tentang vape./Sumber foto: freepik/master1305
12:48
2 Maret 2024

Penggunaan Vape Diklaim Lebih Baik dari Pada Rokok, Ini 4 Fakta yang Harus Anda Ketahui sebelum Menggunakannya

 

 - Vape merupakan rokok elektrik yang menggunakan alat untuk menghasilkan uap dengan memanaskan cairan atau serbuk yang mengandung nikotin, bahan kimia, dan kadang-kadang flavoring, tanpa membakar tembakau seperti pada rokok tembakau pada umumnya.

Perbedaan penggunaan antara vape dan rokok biasa terutama terletak pada cara uap yang dihasilkan.

Vape tidak membakar tembakau, sehingga tidak menghasilkan asap seperti rokok biasa. Sebagai gantinya, vape menghasilkan uap yang bisa dihirup oleh pengguna.

Penggunaan vape mirip dengan rokok biasa, di mana pengguna menghisap atau menarik uap yang dihasilkan oleh alat  tersebut melalui mulut ke paru-paru.

Ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan sensasi merokok tanpa menghasilkan asap tembakau yang merugikan bagi kesehatan.

Banyak orang menganggap vape sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok tembakau karena tidak menghasilkan asap dan dapat mengurangi paparan terhadap bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam rokok.



Namun, hal tersebut merupakan mitos dalam penggunaan vape. Tentunya, masih banyak mitos-mitos lain seputar vape yang perlu Anda ketahui.

Dilansir dari Parkway East Hospital pada Sabtu (2/3), berikut merupakan 4 mitos seputar vape dan simak faktanya.

1. Mitos 1: Vape Tidak Mengandung Nikotin, Sehingga Kurang Adiktif dari Rokok Biasa

Banyak yang berpikir bahwa vape aman karena tidak mengandung nikotin seperti rokok. Namun, ini bisa saja tidak benar. Faktanya, cairan vape yang disebut e-juice, sering mengandung nikotin. Jadi, sebaiknya jangan mengira bahwa semua vape bebas nikotin.

Sulit juga untuk tahu pasti apa saja bahan kimia yang ada dalam cairan vape yang dibeli secara lokal, karena seringkali dijual tanpa pengawasan.

Meskipun penjual mengklaim bahwa cairan vape yang dibeli tidak mengandung nikotin, tidak ada jaminan bahwa klaim tersebut benar.



Nikotin adalah zat adiktif yang dapat membuat ketagihan dan sulit untuk berhenti menggunakan vape setelah Anda terbiasa menggunakannya.

Beberapa efek negatif dari nikotin yakni seperti peningkatan tekanan darah, risiko serangan jantung, masalah pernapasan, penurunan kemampuan tubuh melawan kanker, dan pengaruh negatif atas perkembangan otak pada orang muda di bawah usia 25 tahun.

2. Mitos 2: Menggunakan Vape dapat Membantu Berhenti Merokok

Banyak orang percaya bahwa vape bisa membantu mereka berhenti merokok. Tetapi faktanya, menggunakan vape tidak begitu efektif atau tidak aman seperti yang banyak orang pikirkan.

Meskipun banyak merek vape yang mempromosikan produk mereka sebagai cara yang baik untuk berhenti merokok, lembaga pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat tidak mengakui klaim ini.

Faktanya, sebuah studi menemukan bahwa sebagian besar orang yang mencoba beralih ke rokok elektronik atau vape sebagai langkah awal untuk berhenti merokok akhirnya tetap menggunakan vape setelah setahun.

Jadi, alih-alih membantu Anda berhenti merokok, vape hanya menggantikan kebiasaan lama Ands dengan kebiasaan baru yang mungkin lebih modern.



3. Mitos 3: Menggunakan Vape Lebih Baik Daripada Rokok Tembakau

Faktanya, sebagian besar vape mengandung nikotin, yang membuat mereka sama adiktifnya dengan rokok tembakau. Jika Anda berpikir bahwa memilih vape adalah alternatif yang lebih baik daripada rokok tembakau, coba pikirkan kembali.

Studi menemukan bahwa mereka yang menggunakan vape memiliki risiko 4 kali lebih tinggi untuk mulai merokok dengan rokok tembakau daripada mereka yang tidak pernah mencobanya. Anda bisa saja menjadi kecanduan baik rokok elektrik maupun rokok tembakau.

4. Mitos 4: Asap Vape Lebih Baik Daripada Rokok Tembakau

Meskipun rokok elektronik atau vape tidak menghasilkan asap seperti rokok biasa, faktanya, uap vape mengandung bahan kimia berbahaya seperti nikotin dan senyawa organik volatil. Meskipun wanginya terasa lebih enak, dampak uap rokok elektrik pada orang lain hampir sama dengan asap sampingan rokok tembakau.

Anak-anak terutama rentan terhadap masalah pernapasan akibat aerosol sampingan karena paru-paru mereka masih dalam tahap perkembangan. Nikotin juga bisa menghambat perkembangan otak remaja yang dapat menyebabkan masalah ingatan, kesehatan mental, dan fungsi kognitif.

***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #penggunaan #vape #diklaim #lebih #baik #dari #pada #rokok #fakta #yang #harus #anda #ketahui #sebelum #menggunakannya

KOMENTAR