Derita Sakit Jantung di Usia 20-an, Ini Cerita Perjuangan Pasien
Anggita Putri (27), pasien jantung asal Bima yang di rawat di RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/2/2026).(KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA)
15:24
27 Februari 2026

Derita Sakit Jantung di Usia 20-an, Ini Cerita Perjuangan Pasien

– Ruang perawatan di RSUD Kota Bima menjadi saksi perjuangan dua anak muda melawan penyakit jantung. 

Di antara bunyi monitor medis dan langkah siap siaga para perawat, Anggita Putri (27) dan Muhammad Riza (24) berusaha bangkit dari penyakit yang diidapnya.

Anggita, warga asli Bima yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sekaligus ibu dua anak, tak menyangka keluhan yang awalnya dianggap biasa ternyata mengarah pada gangguan serius pada jantungnya. 

Sementara Muhammad Riza, staf rumah sakit di Kota Bima, mengalami gejala mendadak saat berolahraga.

Baca juga: Penyakit Jantung Mengintai Usia 40 Tahun ke Bawah, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Berawal dari debar jantung tak normal

Anggita Putri (27), pasien jantung asal Bima yang di rawat di RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/2/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Anggita Putri (27), pasien jantung asal Bima yang di rawat di RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/2/2026).

Anggita menceritakan, keluhan bermula dari rasa sesak dan sakit badan yang tak kunjung membaik. 

Setelah memeriksakan diri, dokter penyakit dalam menyarankannya menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.

“Kondisinya sakit jantung dan saat ini merasa sesak dan sakit badan. Diketahuinya baru-baru ini karena disuruh dokter penyakit dalam dan periksa ke sini (ke rumah sakit) karena jantungnya berdebarnya tidak normal,” jelas Anggita saat diwawancarai Kompas.com di RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Jantung Berdebar tapi Hasil Medis Normal? Waspadai Psikosomatik

Dari keluhan yang tadinya dianggap ringan, ternyata hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang tidak sederhana.  Ia mengalami sakit jantung disertai adanya cairan, pneumonia, mixed shock yang sudah mengalami perbaikan, serta anemia sedang. Selama lima hari terakhir, Anggita menjalani perawatan intensif.

“Perawatannya pas masuk ICU alhamdulillah, langsung agak membaik-membaik, sakitnya nggak terlalu, sesaknya nggak terlalu. Sekarang cuma kalau mau duduk baru terasa sesak,” tuturnya.

Sebagai ibu dua anak, Anggita mengaku ingin segera pulih agar bisa kembali beraktivitas dan mendampingi keluarganya.

Tiba-tiba berdebar saat olahraga

Muhammad Riza, pasien jantung asal Bima yang di rawat di RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/2/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Muhammad Riza, pasien jantung asal Bima yang di rawat di RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/2/2026).

Berbeda dengan Anggita, Riza merasakan gejala mendadak saat sedang berolahraga.  Ia mengaku kaget ketika jantungnya berdebar tidak seperti biasanya.

“Gejala yang dirasakan tiba-tiba debar jantungnya ketika olahraga. Saya merasa ‘Kok kayak gini?’. Setelah pergi ke rumah sakit, tahu-tahunya kena jantung,” ujarnya.

Riza mengungkapkan, dirinya sebenarnya sudah mengetahui kondisi tersebut sejak lima tahun lalu. Namun selama ini ia hanya menjalani rawat jalan.

“Saya sudah dirawat 3 hari di RSUD Kota Bima. Sebelumnya sudah tahu kondisi ini sejak 5 tahun lalu, tapi hanya rawat jalan saja,” katanya.

Kini, ia menjalani perawatan lebih intensif dengan pemantauan ketat dari tim medis.

“Sudah dipasangin monitor, oksigen, dan semuanya diatasi mengenai jantungnya,” jelasnya.

Baca juga: 8 Tanda Serangan Jantung pada Perempuan yang Sering Diabaikan, Termasuk Nyeri Lengan Kiri

Pelayanan dan fasilitas yang dirasakan pasien

Di tengah kondisi penyakit yang menguras fisik dan mental, keduanya merasakan pelayanan yang dinilai sigap dan membantu proses pemulihan. 

Riza menilai sistem pelayanan di RSUD Kota Bima berjalan cepat dan memudahkan pasien.

“Kalau pelayanan di sini, alhamdulillah, luar biasa, sangat bagus sih. Semua dipercepat, dipermudah. Itu sih amannya, kalau di RSUD Kota Bima ini,” ungkapnya.

Ia juga berharap kemudahan tersebut dapat dirasakan seluruh pasien, terutama dalam proses rawat jalan.

Hal senada disampaikan Anggita saat menanggapi peningkatan fasilitas kesehatan yang kini tersedia di Kota Bima.

“Syukur nggak perlu pergi jauh-jauh untuk pengobatan,” katanya.

Baca juga: Lebih dari Sekadar Perawatan Medis, Begini Peran Support System bagi Pasien

Bagi warga seperti Anggita, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai di daerah sendiri menjadi harapan besar. 

Tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar kota untuk mendapatkan perawatan jantung.

Kisah Anggita dan Riza menjadi gambaran bahwa penyakit jantung dapat menyerang siapa saja, termasuk usia muda. 

Namun, dengan deteksi dini, penanganan cepat, dan dukungan fasilitas kesehatan yang memadai, peluang untuk pulih tetap terbuka lebar. 

Tag:  #derita #sakit #jantung #usia #cerita #perjuangan #pasien

KOMENTAR