IHSG Ditutup Naik 0,22 Poin ke Level 8.235
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup nyaris stagnan pada perdagangan Jumat (27/2/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik tipis 0,22 poin ke level 8.235,48 dari penutupan sebelumnya di 8.235,26.
IHSG dibuka di level 8.211,31 dan sepanjang perdagangan bergerak dalam rentang 8.093,75 hingga 8.246,95.
Total volume perdagangan mencapai 45,76 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 37,96 triliun dan frekuensi 2,497 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 14.787 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,31 Persen ke 8.209
Pergerakan saham relatif berimbang dengan 352 saham menguat, 338 saham melemah, dan 268 saham stagnan.
Sejumlah indeks utama bergerak bervariasi. LQ45 turun 3,53 persen ke 834,36, sementara IDX30 melemah 3,61 persen ke 439,82. Adapun KOMPAS100 terkoreksi 1,44 poin ke 1.156,31.
Dari indeks syariah, Jakarta Islamic Index turun 5,89 poin ke 554,82 dan Jakarta Islamic Index 70 melemah 0,61 poin ke 208,77. Sementara itu, Indonesia Syariah Stock Index justru menguat 0,27 poin ke 292,88.
Baca juga: Wall Street Ditutup Melemah, Saham Teknologi Dihantam Tekanan
Secara sektoral, penguatan dipimpin sektor transportasi yang melonjak 6,19 persen ke 2.127,95. Sektor industri dan teknologi juga mencatat kenaikan, masing-masing ke level 2.110,65 dan 8.565,01.
Di sisi lain, sektor keuangan dan infrastruktur masih berada di zona merah, masing-masing turun 0,83 persen dan 0,36 persen.
Dengan kenaikan yang sangat terbatas, IHSG mengakhiri pekan dengan pergerakan datar di tengah fluktuasi sektoral yang cukup variatif.
Dari jajaran saham berkapitalisasi besar, pergerakan harga terpantau bervariasi. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melonjak 350 poin atau 4,79 persen ke Rp 7.650. Penguatan juga dicatat PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang naik 375 poin atau 4,78 persen ke Rp 8.225.
Baca juga: IHSG Bakal Lanjut Menguat? Simak Saham-saham yang Bisa Dicermati
Di sektor tambang, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 1,04 persen ke Rp 970 dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 0,46 persen ke Rp 4.350. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turut terapresiasi 2,05 persen ke Rp 1.990.
Sebaliknya, tekanan terlihat pada saham perbankan besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,71 persen ke Rp 7.175. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 1,01 persen ke Rp 3.910, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terkoreksi 1,35 persen ke Rp 4.400.
Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) justru menguat 0,43 persen ke Rp 2.360, sedangkan PT Bank Permata Tbk (BNLI) turun tipis 0,25 persen ke Rp 4.050.
Di sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melemah 3,01 persen ke Rp 3.540 dan PT Indosat Tbk (ISAT) turun 0,43 persen ke Rp 2.310. Adapun PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) stagnan di Rp 6.250.
Baca juga: BEI Gembok Saham MYTX, POLI, dan SKBM
Dari kelompok konglomerasi dan konsumer, PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 0,74 persen ke Rp 6.675. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 0,63 persen ke Rp 7.850, sementara PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) merosot 4,09 persen ke Rp 6.450.
Saham properti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) naik tipis 0,26 persen ke Rp 9.525. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menguat 0,96 persen ke Rp 1.050, sedangkan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 3,60 persen ke Rp 6.700.
Sementara itu, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melemah tipis 0,012 persen ke Rp 215.775 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi 4,91 persen ke Rp 78.925.