Insinyur Dirgantara Iran Dieksekusi, Imbas Bocorkan Rahasia Satelit ke CIA dan Mossad
Iran mengeksekusi seorang pria bernama Erfan Shakourzadeh yang dituduh bekerja sama dengan badan intelijen Amerika Serikat dan Israel, CIA dan Mossad.
Pihak berwenang Iran tidak menjelaskan kapan eksekusi dilakukan maupun kapan Shakourzadeh ditangkap. Namun, ia disebut bekerja di salah satu “organisasi ilmiah Iran yang aktif di bidang satelit.”
Adapun Iran selama ini kerap dituduh negara-negara Barat menggunakan program satelitnya untuk mengembangkan kemampuan rudal balistik.
Baca juga: AS dan Iran Gagal Damai, Saling Tolak Tuntutan Akhiri Perang
Disebut hubungi agen asing dalam tiga tahap
Media semi-resmi Tasnim News melaporkan bahwa aparat Iran menuduh Shakourzadeh sebagai pihak yang pertama kali menghubungi “agen musuh.”
“Terdakwa mencoba menghubungi badan intelijen musuh dalam tiga tahap, tahap pertama dan ketiga berkaitan dengan Mossad dan tahap kedua berkaitan dengan CIA,” demikian laporan Tasnim, seperti dikutip The Jerusalem Post, Senin (11/5/2026).
Tasnim juga menyebut informasi yang dipertukarkan berkaitan dengan pekerjaan Shakourzadeh di bidang teknik dirgantara dan tergolong rahasia.
Sementara itu, kelompok Hak Asasi Manusia Iran menyebut Shakourzadeh merupakan lulusan teknik dirgantara berusia 29 tahun yang ditangkap pada 2025 dan dipaksa mengakui perbuatannya.
Iran tingkatkan eksekusi
Iran diketahui tengah berada dalam konflik dengan Israel dan Amerika Serikat sejak akhir Februari, meski gencatan senjata diberlakukan sejak 8 April.
Sejak konflik dimulai, Iran meningkatkan jumlah eksekusi, terutama dalam kasus yang berkaitan dengan dugaan spionase dan keamanan negara.
Pekan lalu, Teheran juga mengeksekusi tiga pria yang divonis terlibat dalam demonstrasi anti-pemerintah yang mengguncang negara itu pada Desember dan Januari.
Menurut kelompok hak asasi manusia, Iran merupakan negara dengan jumlah eksekusi terbanyak kedua di dunia setelah China.
Baca juga: Trump Kelimpungan Hadapi Iran, Bakal Bawa Urusan Teheran ke Beijing
Kelompok Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia menyebut Republik Islam Iran mengeksekusi sedikitnya 1.500 orang sepanjang tahun lalu, salah satu angka tertinggi di dunia.
Iran klaim bongkar sel yang terkait Mossad
Logo Mossad Israel dipajang di depan bendera Israel.
Pengumuman eksekusi itu muncul setelah Kementerian Intelijen Iran menyatakan, telah membongkar dua sel bersenjata yang diduga terkait Mossad serta menangkap seorang individu yang dituduh mencoba memindahkan informasi rahasia mengenai sebuah lokasi militer di luar negeri.
Menurut kantor berita negara IRNA, penangkapan dilakukan di enam provinsi berbeda. Seorang tersangka disebut tewas dalam bentrokan bersenjata.
Kementerian tersebut mengeklaim satu sel beranggotakan empat orang yang disebut terkait Mossad sedang mempersiapkan serangan di Provinsi Azerbaijan Barat dan beberapa wilayah Teheran sebelum akhirnya dibongkar.
Sementara sel lain disebut tengah melakukan pengintaian untuk rencana serangan terhadap personel militer Iran di Provinsi Kerman dan Alborz sebelum para anggotanya ditangkap.
Otoritas Iran mengaku menemukan senjata dan perlengkapan mata-mata di markas kelompok tersebut.
Baca juga: Netanyahu Tak Rela Perang Iran Berakhir, Tuntut Teheran Bereskan Ini Lebih Dulu
Tag: #insinyur #dirgantara #iran #dieksekusi #imbas #bocorkan #rahasia #satelit #mossad