5 Negara Lawan Terberat Argentina Versi Lionel Messi
Lionel Messi menegaskan komitmen Argentina untuk mempertahankan takhta juara dunia meski harus menghadapi kepungan tim-tim elit di Piala Dunia 2026.
Sang kapten melihat persaingan menuju podium tertinggi akan jauh lebih berat dibandingkan edisi sebelumnya.
Meskipun status juara bertahan melekat, Messi meminta pendukungnya untuk tetap bersikap realistis melihat peta kekuatan lawan.
Lionel Messi kembali mencatat sejarah. Dalam laga terakhirnya di kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan, sang kapten Argentina menutup dengan gemilang lewat dua gol saat Albiceleste menghajar Venezuela 3-0 di Stadion Mas Monumental, Buenos Aires, Jumat (5/9) pagi WIB.[Dok. IG fifaworldcup]Kehadiran tim-tim dengan komposisi pemain yang lebih matang menjadi perhatian utama bagi bintang Inter Miami tersebut.
Argentina kini fokus mengasah mentalitas juara di tengah tantangan teknis yang sedang menghantam skuad mereka.
Kondisi fisik pemain menjadi perhatian serius bagi tim nasional Argentina dalam menatap kompetisi akbar musim panas ini.
Beberapa pilar penting dilaporkan mengalami masalah kebugaran yang bisa memengaruhi ritme permainan secara kolektif.
Megabintang Argentina, Lionel Messi mengamuk saat pertandingan lanjutan MLS antara Inter Miami vs Orlando City SC dalam Derby Florida, Minggu (2/3/2026) waktu setempat. [Instagram Inter Miami]Meski demikian, Messi meyakini kekuatan mental kelompoknya akan menjadi pembeda saat mereka berkumpul di lapangan hijau.
"Sejujurnya, kami datang dengan baik," kata Messi.
"Meskipun ada banyak pemain yang mengalami cedera atau kurang ritme karena satu hal atau lainnya, kenyataannya ketika grup ini bersatu, kami telah menunjukkan bahwa ini adalah grup yang bersaing, yang selalu ingin menang, yang memberikan segalanya untuk mencoba mencapai tujuan. Ini adalah Piala Dunia. Kami tahu Piala Dunia selalu sulit karena tim-tim nasional yang ada di sana."
Messi secara terbuka mengakui bahwa ada beberapa negara yang secara organisasional tampil lebih solid saat ini.
Ia tidak ingin para penggemar hanya terbuai oleh ekspektasi besar tanpa melihat realitas perkembangan sepak bola dunia.
"Anda harus bermimpi seperti orang Argentina yang selalu bermimpi ketika ada kompetisi resmi, Copa América atau Piala Dunia, tetapi juga mengetahui bahwa ada favorit lain di depan kami yang datang lebih baik sebagai grup, sebagai tim nasional. Argentina ini akan selalu pergi untuk bersaing dan memberikan segalanya."
Bagi pemain berusia 39 tahun tersebut, kerendahan hati adalah kunci untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.
Argentina akan tetap menunjukkan karakter petarung sebagaimana sejarah panjang mereka di turnamen bergengsi.
Mantan bintang Barcelona tersebut secara spesifik menyebutkan nama-nama negara yang dianggapnya sebagai ancaman serius.
Negara-negara dari Eropa dan sesama raksasa Amerika Selatan masuk dalam daftar pantauan khusus tim Albiceleste.
"Yah, menurut saya saat ini Prancis kembali sangat bagus, mereka memiliki banyak pemain di level yang hebat," kata Messi.
"Saya rasa Spanyol, Brasil — meskipun mereka tidak dalam performa terbaiknya belum lama ini, Brasil selalu menjadi kandidat dan memiliki pemain untuk bersaing di setiap turnamen resmi. Setelah itu, kita selalu mengatakan Jerman, Inggris selalu menjadi kekuatan besar. Portugal memiliki tim nasional yang sangat kompetitif."
Messi juga tidak menutup kemungkinan munculnya tim kuda hitam yang bisa menjungkirbalikkan semua prediksi awal.
"Selalu ada kejutan juga. Hal-hal aneh terjadi atau hal-hal yang tidak Anda bayangkan sebelumnya. Ada banyak tim nasional di level yang luar biasa."
Persiapan Argentina akan dimulai dengan sejumlah pertandingan uji coba untuk mematangkan strategi serta komposisi pemain.
Ujian pertama mereka adalah menghadapi Honduras di Texas, disusul dengan pertandingan pemanasan terakhir melawan Islandia.
Setelah rangkaian tersebut, Messi dan kolega akan memulai perjalanan resmi mereka melawan Aljazair pada pertengahan Juni.
Kabar baik datang dari sektor pertahanan karena Nicolas Otamendi dipastikan bisa tampil sejak menit awal turnamen.
Bek senior tersebut terbebas dari hukuman setelah sebelumnya terancam absen akibat kartu merah di kualifikasi.
Persiapan ini dilakukan setelah keberhasilan Argentina merengkuh trofi pada tahun 2022 di Qatar.
Lionel Messi yang akan berusia 39 tahun tetap menjadi pusat permainan dalam upaya tim mempertahankan gelar.
Saat ini, Argentina sedang menyeimbangkan skuad antara pemain veteran berpengalaman dan talenta muda yang sedang naik daun.
Turnamen tahun ini dipandang sebagai ujian konsistensi bagi tim asuhan Lionel Scaloni di panggung internasional.
Kemenangan di laga pembuka melawan Aljazair menjadi target mutlak untuk mengamankan jalan menuju fase gugur.
Tag: #negara #lawan #terberat #argentina #versi #lionel #messi