Emas Antam Merosot awal Pekan Ini, Harganya Tembus Rp 2.819.000/Gram
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 11 Mei 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.819.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu merosot Rp 20.000 dibandingkan Sabtu, 9 Mei 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.626.000 per gram.
Harga buyback itu juga ikut anjlok Rp 18.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Harga Emas Antam kembali merosot pada awal pekan ini. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa/aa]Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.463.149
- 1 gram: Rp2.826.048
- 2 gram: Rp5.591.945
- 3 gram: Rp8.362.855
- 5 gram: Rp13.904.675
- 10 gram: Rp27.754.213
- 25 gram: Rp69.259.718
- 50 gram: Rp138.440.238
- 100 gram: Rp276.802.280
- 250 gram: Rp691.740.038
- 500 gram: Rp1.383.269.550
- 1.000 gram: Rp2.766.499.000
Harga Emas Dunia Merosot
Harga emas turun dalam perdagangan Asia pada hari Senin setelah mencatatkan kenaikan mingguan, karena melonjaknya harga minyak dan penguatan dolar AS mengurangi daya tarik emas batangan menyusul penolakan Presiden Donald Trump terhadap tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS.
Mengutip Investing, Harga emas spot turun 0,8 persen menjadi 4.677,82 dolar AS per ons, sementara harga emas berjangka AS juga turun 0,8 persen menjadi 4.694,34 dolar AS.
Harga emas naik lebih dari 2 persen pekan lalu di tengah harapan akan kesepakatan perdamaian AS-Iran.
Presiden Trump menggambarkan respons terbaru Teheran terhadap kerangka perdamaian Washington sebagai sama sekali tidak dapat diterima, meredam harapan akan terobosan jangka pendek dalam negosiasi AS-Iran.
Minyak mentah Brent naik lebih dari 3% di atas $104 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik mendekati $99.
Kenaikan harga minyak memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi dapat tetap tinggi secara global, yang berpotensi memaksa bank sentral, termasuk Federal Reserve AS, untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Hal itu mengurangi permintaan terhadap aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas.
Dolar juga menguat dalam perdagangan Asia setelah data penggajian AS yang lebih kuat dari perkiraan pekan lalu mendukung ekspektasi bahwa The Fed akan menunda pemotongan suku bunga. Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Indeks Dolar AS diperdagangkan 0,1 persen lebih tinggi pada jam perdagangan Asia.
Sebelumnya, pasar telah bergerak naik karena optimisme bahwa Washington dan Teheran dapat mencapai kesepakatan untuk meredakan ketegangan di Teluk dan membuka kembali jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz, yang dilalui oleh sekitar seperlima konsumsi minyak global. Namun, kebuntuan terbaru ini kembali membangkitkan kekhawatiran bahwa negosiasi dapat gagal.
Usulan balasan Iran dilaporkan menyerukan pencabutan sanksi, jaminan keamanan, dan pengakuan hak Teheran untuk mempertahankan sebagian dari program nuklirnya, sementara usulan AS menuntut pembatasan pengayaan uranium dan pengawasan internasional yang lebih ketat.
Perhatian investor kini beralih ke data inflasi AS yang akan datang dan kunjungan Trump ke China akhir pekan ini, di mana diskusi dengan Presiden China Xi Jinping diperkirakan akan mencakup Iran, perdagangan, dan keamanan energi global.
Tag: #emas #antam #merosot #awal #pekan #harganya #tembus #2819000gram