Fibermaxxing, Tren TikTok untuk Tingkatkan Asupan Serat
- Belakangan ini ada sebuah tren kesehatan yang ramai dilakukan oleh pengguna TikTok, yaitu fibermaxxing.
Warganet di media sosial tersebut meramaikan manfaat serat, sekaligus mengajak orang-orang untuk memprioritaskan makanan tinggi serat, lewat berbagai konten dengan hastag fibermaxxing.
Tren ini selaras dengan serat yang sedang "diratukan" di dunia suplemen kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, lantaran nutrisi ini dikenal mampu mendukung kesehatan pencernaan sampai membantu pengelolaan berat badan.
Namun, apa itu fibermaxxing, dan apakah tren kesehatan dari media sosial ini benar-benar layak dicoba?
Fibermaxxing, tren kesadaran serat
Dikutip dari Women's Health, Rabu (21/1/2026), fibermaxxing memang bukan istilah medis. Namun, konsepnya berakar dari rekomendasi gizi tentang kebutuhan serat harian.
"Praktik ini mendorong peningkatan asupan serat dalam makanan dan camilan, untuk mendukung kesehatan pencernaan dan kesejahteraan secara keseluruhan,” jelas ahli gizi di Orlando Health Center for Health Improvement, Sara K. Riehm, RD.
Ilustrasi buah-buahan segar. Penderita diabetes sebaiknya menghindari konsumsi beberapa jenis buah agar kadar gula darahnya tidak naik dalam waktu cepat.
Melalui fibermaxxing, seseorang berupaya untuk “memenuhi atau melampaui” rekomendasi asupan serat harian, yang umumnya berkisar antara 25 hingga 38 gram untuk orang dewasa.
Riehm mengatakan, cara mencapainya adalah dengan mengonsumsi beragam makanan kaya serat dan, dalam beberapa kasus, menambahkan suplemen.
Sebagai gambaran, sejumlah sumber serat terbesar meliputi sereal tinggi serat tanpa gula, gandum bulgur, kacang lima, kubis Brussel, serta ubi jalar.
“Kita akan menemukan serat dalam jumlah paling tinggi pada makanan nabati,” ujar Riehm.
Serat sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu serat larut dan serat tidak larut. Serat larut memperlambat proses pencernaan, sedangkan serat tidak larut mempercepatnya.
“Keduanya bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan, misalnya saat menghadapi diare atau sembelit,” terang Riehm.
Mengapa orang melakukan fibermaxxing?
Ilustrasi sayuran
Alasan utama orang-orang melakukan fibermaxxing sebenarnya sederhana, yakni asupan serat yang cukup memang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Serat merupakan makronutrien dengan beragam keuntungan, meski penelitian menunjukkan hanya sekitar 5 persen orang yang benar-benar memenuhi kebutuhan serat hariannya.
“Serat membantu menjaga pergerakan usus besar tetap teratur,” kata direktur medis di MemorialCare Surgical Weight Loss Center sekaligus ahli bedah umum dan bedah bariatrik, Mir Ali, MD.
“Serat juga membantu mempertahankan flora usus yang sehat, yang penting untuk menjaga metabolisme dan kadar hormon tetap normal," lanjut dia.
Selain itu, serat berperan dalam menurunkan kolesterol.
“Serat larut akan mengikat molekul kolesterol dan membantu membuangnya, sehingga tidak diserap ke dalam aliran darah,” kata Riehm.
Karena dicerna lebih lambat, serat larut juga membantu menjaga kestabilan gula darah. Serat juga menambah volume pada makanan, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama dan berpotensi mendukung penurunan berat badan, tambah dr. Ali.
Ilustrasi kacang mete.
“Serat adalah nutrisi super yang sangat kuat, jadi menambahkannya dalam pola makan benar-benar bisa memberi dampak positif bagi kesehatan,” ujar Riehm.
Apakah fibermaxxing aman?
Secara umum, para ahli menilai fibermaxxing relatif aman untuk dicoba. Menurut Riehm, ini karena fokusnya pada konsumsi makanan padat nutrisi, dan meningkatkan salah satu komponen paling bermanfaat dalam pola makan manusia.
Meski demikian, kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Ada kondisi saluran cerna tertentu yang tidak cocok dengan asupan serat tinggi, sehingga sebaiknya kamu berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mencoba fibermaxxing.
Bagaimana cara memulai fibermaxxing?
Riehm dan dr. Ali sama-sama menekankan pentingnya meningkatkan asupan serat secara bertahap. Artinya, jangan langsung mengonsumsi serat dalam jumlah besar jika sebelumnya asupanmu rendah. Sebab, perutmu bisa penuh dengan gas dan kembung.
“Kamu juga perlu memastikan asupan cairan cukup. Jika tidak minum cukup, serat justru bisa mengikat dan menyebabkan sembelit," tutur dr. Ali.
Tag: #fibermaxxing #tren #tiktok #untuk #tingkatkan #asupan #serat