Broken Strings Aurelie Moeremans Ramai Dibaca, Psikolog Ingatkan Buku Trauma Tidak untuk Semua Orang
Tangkapan layar buku Broken Strings Aurelie Moeremans yang dibagikan lewat akun Instagram milikinya @aurelie. Tidak semua orang siap membaca Broken Strings Aurelie Moeremans karena buku trauma bisa berdampak berbeda tergantung kondisi mental pembacanya.(Instagram/@aurelie)
17:30
15 Januari 2026

Broken Strings Aurelie Moeremans Ramai Dibaca, Psikolog Ingatkan Buku Trauma Tidak untuk Semua Orang

Buku bertema trauma kerap dibaca dengan harapan memberi pemahaman dan kekuatan emosional.

Namun, psikolog mengingatkan bahwa buku semacam ini tidak selalu aman dibaca oleh semua orang di waktu yang sama.

Pada kondisi tertentu, kisah trauma justru bisa membuka luka lama yang belum pulih.

Peringatan ini disampaikan psikolog seiring ramainya pembaca buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans.

Saat Broken Strings menarik perhatian publik

Buku Broken Strings memuat pengalaman personal Aurelie Moeremans tentang grooming, manipulasi emosional, hingga pernikahan di bawah ancaman sejak usia remaja.

Memoar tersebut dibaca luas karena membuka sisi gelap relasi yang jarang disampaikan secara terbuka oleh figur publik.

Di tengah rasa penasaran pembaca terhadap kisah tersebut, sebagian orang mengaku baru menyadari dampak emosionalnya ketika perasaan tidak nyaman muncul secara tiba-tiba.

Buku trauma bisa menjadi pemicu

Psikolog klinis Rumah Sakit Dr. Oen Solo Baru, Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi., menjelaskan bahwa membaca kisah trauma dapat memicu reaksi emosional yang kuat.

Hal ini terutama terjadi pada individu yang memiliki pengalaman serupa atau luka batin yang belum sepenuhnya pulih.

“Buku trauma bisa membuka pintu ingatan emosional lama, terutama jika pembacanya belum siap secara mental,” ujar Yustinus dalam wawancara dengan Kompas.com, Rabu (13/1/2026).

Menurutnya, reaksi ini bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa kondisi mental seseorang sedang rentan.

Waktu membaca sama pentingnya dengan isi buku

Ilustrasi depresi. Tidak semua orang siap membaca Broken Strings Aurelie Moeremans karena buku trauma bisa berdampak berbeda tergantung kondisi mental pembacanya.Freepik/DC Studio Ilustrasi depresi. Tidak semua orang siap membaca Broken Strings Aurelie Moeremans karena buku trauma bisa berdampak berbeda tergantung kondisi mental pembacanya.

Yustinus menegaskan bahwa kesiapan mental setiap orang berbeda.

Buku yang dirasa membantu bagi seseorang bisa menjadi terlalu berat bagi orang lain, terutama jika dibaca pada waktu yang tidak tepat.

“Ada orang yang siap membaca kisah trauma setelah melalui proses pemulihan, ada juga yang justru perlu menunda,” katanya.

Ia menekankan bahwa membaca buku trauma tidak seharusnya dipaksakan hanya karena buku tersebut populer atau banyak dibicarakan.

Menurut Yustinus, tubuh biasanya memberi sinyal ketika seseorang belum siap membaca kisah trauma.

Beberapa tanda yang kerap muncul antara lain rasa sesak, cemas berlebihan, sulit fokus, atau keinginan menangis tanpa sebab yang jelas.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, pembaca disarankan berhenti sejenak dan memberi jarak dari bacaan.

Yustinus menegaskan bahwa menunda membaca buku trauma bukan berarti menghindari proses pemulihan diri.

Justru, langkah tersebut bisa menjadi bentuk perlindungan diri yang sehat.

Healing itu bukan soal memaksa diri menghadapi luka, tetapi soal menjaga diri agar tetap aman,” ujarnya.

Menurutnya, buku trauma seharusnya dibaca dalam kondisi yang terasa aman dan terkendali, bukan di tengah kondisi mental yang rapuh.

Membaca dengan kesadaran diri

Yustinus menyarankan pembaca untuk lebih peka terhadap kondisi mentalnya sendiri sebelum memilih bacaan.

Kesadaran diri dinilai jauh lebih penting dibandingkan mengikuti tren atau rasa penasaran semata.

“Tidak semua orang harus membaca buku trauma sekarang, dan itu tidak apa-apa,” katanya.

Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki waktu yang berbeda dalam proses pemulihan.

Tag:  #broken #strings #aurelie #moeremans #ramai #dibaca #psikolog #ingatkan #buku #trauma #tidak #untuk #semua #orang

KOMENTAR