Diet Carnivore Viral Berujung Rumah Sakit, Cerita Seorang Kreator Jadi Peringatan
Ilustrasi daging. Pengalaman seorang kreator konten yang harus dirawat akibat batu ginjal setelah menjalani diet carnivore menjadi sorotan di tengah tren diet tinggi protein.(iStockphoto/foodandstyle)
13:48
12 Januari 2026

Diet Carnivore Viral Berujung Rumah Sakit, Cerita Seorang Kreator Jadi Peringatan

Tren diet carnivore kembali menjadi perhatian setelah seorang kreator konten asal Dallas, Amerika Serikat, harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat batu ginjal setelah menjalani pola makan tinggi protein.

Perempuan bernama Eve Catherine membagikan pengalamannya melalui TikTok, dengan menyebut konsumsi protein berlebihan sebagai bagian utama dari diet hariannya, seperti dilaporkan New York Post.

Dalam unggahannya, Eve Catherine menjelaskan bahwa menu hariannya terdiri dari dua hingga tiga butir telur untuk sarapan, yoghurt tinggi protein saat makan siang, serta steak New York strip sebagai menu makan malam.

Pola makan tersebut dijalani secara rutin karena ia meyakini asupan protein tinggi dapat menunjang kebugaran tubuh.

Eve juga mengaku sempat merasa sangat bergantung pada protein sebelum mengalami gangguan kesehatan.

Tanda awal yang terabaikan

Ilustrasi buang air kecil. Pengalaman seorang kreator konten yang harus dirawat akibat batu ginjal setelah menjalani diet carnivore menjadi sorotan di tengah tren diet tinggi protein.Pixabay/bzndenis Ilustrasi buang air kecil. Pengalaman seorang kreator konten yang harus dirawat akibat batu ginjal setelah menjalani diet carnivore menjadi sorotan di tengah tren diet tinggi protein.

Masalah kesehatan sebenarnya sudah terdeteksi lebih awal saat pemeriksaan kesehatan tahunan.

Dokter menemukan kadar protein yang tinggi dalam urine Eve, namun kondisi tersebut tidak segera ditindaklanjuti.

Situasi memburuk ketika Eve mengalami gejala serius dan harus dibawa ke unit gawat darurat.

“Aku bangun suatu hari dan buang air kecil dengan darah,” ujar Eve Catherine, seperti dikutip dari New York Post.

Di rumah sakit, ia mendapatkan penanganan medis dan diketahui mengalami batu ginjal.

Dugaan dampak diet tinggi protein

Eve meyakini kondisi yang dialaminya berkaitan dengan pola makan tinggi protein yang dijalaninya.

Dikutip dari Mayo Clinic, diet tinggi protein dapat memberatkan kerja ginjal, terutama pada orang yang memiliki risiko gangguan ginjal.

Diet ini membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring sisa metabolisme protein dari tubuh.

Risiko kurangnya asupan serat

Selain berdampak pada ginjal, diet tinggi protein juga berisiko menyebabkan kekurangan serat.

New York Post mencatat bahwa pola makan seperti ini sering kali membatasi konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian.

Kekurangan serat dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit, sakit kepala, bau mulut, serta meningkatkan risiko penyakit jantung akibat konsumsi lemak jenuh dari daging merah dan daging olahan.

Popularitas carnivore diet

Carnivore diet menjadi populer di media sosial dalam beberapa tahun terakhir.

Pola makan ini menekankan konsumsi daging, ikan, telur, dan produk hewani lain, dengan menghindari hampir semua sumber karbohidrat dan serat nabati.

Sejumlah pakar kesehatan sebelumnya telah mengingatkan bahwa diet ini dapat meningkatkan risiko batu ginjal dan masalah kesehatan lainnya jika dilakukan tanpa pengawasan.

Setelah menjalani perawatan, Eve Catherine menyampaikan pesannya kepada para pengikutnya.

“Jangan makan terlalu banyak protein dan jangan mengabaikan asupan serat,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi perhatian warganet dan memicu diskusi tentang risiko diet ekstrem yang sedang populer.

Kisah ini menunjukkan bahwa tren diet viral perlu dijalani dengan pemahaman yang baik dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Tag:  #diet #carnivore #viral #berujung #rumah #sakit #cerita #seorang #kreator #jadi #peringatan

KOMENTAR