Donasi Sufor Tak Dianjurkan, Bagaimana Jika Ibu Terkendala Menyusui?
- Pemberian donasi berupa susu formula (sufor) di wilayah bencana, seperti di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi aceh, tidak dianjurkan karena beberapa hal.
Salah satunya adalah sanitasi yang buruk. Sebab, orangtua memerlukan air bersih dan peralatan yang steril untuk menyeduh sufor.
“Dan dalam kondisi bencana, air bersih dan sanitasi ini merupakan satu kemewahan. Sangat-sangat terbatas aksesnya,” terang dr. Arifin K. Kashmir, SpA.,Mkes., Sp2 Gastroenterologi Anak, saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Adapun dr. Arifin adalah anggota Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) yang menjadi relawan di RSUD Aceh Tamiang sejak 27 Desember 2025.
Namun, bagaimana jika ibu terkendala menyusui karena air susu ibu (ASI) yang seret, memiliki puting terbenam (inverted nipple) atau datar (flat nipple), atau anak tidak pandai pelekatan karena memiliki kondisi tongue-tie atau lip-tie?
Tetap susui anak
Dalam situasi bencana, ibu bisa mengalami stres yang berpengaruh pada produksi ASI.
“Tapi, (stres) tidak akan menghentikan hormon prolaktin atau hormon yang memproduksi ASI. Jadi, ‘pabriknya’ akan tetap jalan, tapi ‘pintu keluarnya’ macet,” kata dr. Arifin.
Ilustrasi ibu menyusui bayi. Perawat sarankan penggunaan cup feeder atau sendok, bukan dot, untuk pemberian ASI agar bayi tidak mengalami bingung puting dan tetap bisa menyusu langsung dari ibu.
Dalam hal ini, solusinya bukanlah memberikan sufor, melainkan membiarkan ibu relaksasi dengan cara melakukan kontak kulit sesering mungkin antara ibu dan anak.
Meskipun ASI tidak keluar, hisapan bayi adalah stimulator terbaik untuk membuka kembali “kera ASI” yang sebelumnya tersumbat.
Semangati ibu untuk terus menyusui
Lebih lanjut, dukungan psikologis seperti terus menyemangati ibu untuk mengASIhi, adalah yang paling dibutuhkan daripada langsung membagikan sufor. Sebab, ini tidak memberikan solusi jangka panjang.
“Itu hanya salah satu solusi pendek bahwa si anak dapat nutrisi saat itu, sedangkan ketersediaan susu tidak akan terus-terusan ada,” kata dr. Arifin.
Coba beragam teknik menyusui
Terkait puting terbenam atau datar, dr. Arifin mengingatkan bahwa laktasi adalah “breastfeeding” bukan “nipple feeding”.
Artinya, menyusu dilakukan pada payudara, bukan pada puting. Ada beragam teknik yang bisa dilakukan untuk membantu para ibu di pengungsian dengan kondisi ini, agar bisa menyusui anak.
Pertama adalah menggunakan jarum suntik untuk membantu menyedot puting keluar. Kedua adalah memerah ASI secara manual menggunakan tangan.
“Dan pemberiannya (untuk cara kedua) adalah menggunakan cangkir kecil (cup feeding) atau sendok. Kenapa? Akan lebih mudah dibersihkan daripada botol dot,” jelas dr. Arifin.
Cara serupa, baik dalam mengeluarkan maupun memberikan ASI, juga bisa dilakukan untuk bayi dengan kondisi tongue-tie atau lip-tie.
Tag: #donasi #sufor #dianjurkan #bagaimana #jika #terkendala #menyusui