Mengenal Apa Itu Ptosis, Kondisi Mata Gibran yang Disinggung Pandji Pragiwaksono
Perbincangan publik mengenai kondisi mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belakangan menyoroti istilah medis ptosis.
Istilah ini mencuat setelah penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Tompi mengkritik materi komedi Pandji Pragiwaksono yang menyinggung kondisi fisik tersebut.
Tompi menyebut bahwa mata yang tampak “mengantuk” bukanlah ekspresi atau gestur, melainkan kondisi anatomi yang dalam dunia medis dikenal sebagai ptosis.
Polemik mengenai ptosis mencuat setelah Tompi mengkritik materi komedi Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan Mens Rea yang menyinggung kondisi mata Gibran.
Tompi menilai bahwa menjadikan kondisi fisik sebagai bahan lelucon bukan bentuk kritik yang cerdas dan justru mengaburkan isu substansial.
Apa itu ptosis?
Dilansir dari Health, ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata atas terkulai dan dapat menutupi sebagian hingga seluruh pupil mata.
Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada otot levator, yaitu otot yang berfungsi mengangkat kelopak mata atas.
Secara medis, ptosis tidak berkaitan langsung dengan kurang tidur atau kelelahan, meski secara visual sering disalahartikan sebagai mata sayu.
Ptosis dapat dialami oleh satu mata maupun kedua mata, dengan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap individu.
Ptosis bisa terjadi sejak lahir atau muncul saat dewasa
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming di Hotel Saxon, Johannesberg, Minggu (23/11/2025). | Ptosis menjadi perhatian publik setelah polemik soal mata Gibran, padahal kondisi ini merupakan gangguan medis pada kelopak mata yang bisa dialami siapa saja dan memiliki penanganan medis.
Ptosis dapat bersifat bawaan atau kongenital, yang berarti sudah ada sejak lahir akibat otot kelopak mata yang tidak berkembang sempurna.
Sementara pada orang dewasa, ptosis yang disebut ptosis involusional umumnya terjadi akibat penuaan, cedera mata, atau perubahan struktur otot kelopak mata.
Ptosis juga dapat disebabkan oleh kerusakan saraf akibat kondisi seperti sindrom Horner, diabetes yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi, atau penyakit autoimun seperti myasthenia gravis.
Selain itu, ptosis dapat muncul sebagai efek samping setelah operasi mata, termasuk operasi katarak atau prosedur refraktif.
Dalam kasus tertentu, ptosis dapat mengganggu penglihatan karena kelopak mata menutupi jalur masuk cahaya ke mata.
Penderita ptosis juga dapat mengalami mata cepat lelah, penglihatan ganda, nyeri dahi, hingga kebiasaan mendongakkan kepala atau mengangkat alis untuk melihat lebih jelas.
Penanganan ptosis bergantung pada penyebabnya
Disarikan dari Cleveland Clinic dan American Academy of Ophthalmology, ptosis tidak selalu membutuhkan perawatan jika tidak mengganggu penglihatan atau aktivitas sehari-hari.
Namun, jika ptosis memengaruhi fungsi visual atau kualitas hidup, penanganan dapat berupa obat tetes mata khusus hingga tindakan operasi untuk memperbaiki otot kelopak mata.
Dokter bedah plastik okulo-fasial sekaligus juru bicara American Academy of Ophthalmology, Dr. Philip Rizzuto, menekankan pentingnya penanganan ptosis pada anak.
“Seorang anak tidak akan mengembangkan penglihatan normal jika kelopak mata menghalangi mata, karena rangsangan cahaya dan warna dibutuhkan untuk perkembangan saraf mata dan otak,” ujar Rizzuto.
Tag: #mengenal #ptosis #kondisi #mata #gibran #yang #disinggung #pandji #pragiwaksono