Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!
Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan (Dok. Istimewa)
11:08
29 November 2025

Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!

Baca 10 detik
  • Diabetes dan obesitas meningkat di Indonesia; Jakarta jadi salah satu daerah dengan risiko terbesar sehingga perlu pencegahan terpadu.
  • Pemprov DKI dan Novo Nordisk meluncurkan Cities for Better Health untuk mendorong aktivitas fisik dan akses makanan sehat hingga 2030.
  • PESTA Jakarta Sehat menghadirkan edukasi, skrining, dan aktivitas sehat bagi ribuan peserta sebagai upaya membangun gaya hidup sehat masyarakat.

Diabetes dan obesitas kini menjadi dua tantangan kesehatan terbesar di Indonesia, dengan angka yang terus meningkat setiap tahunnya. Menurut IDF Diabetes Atlas edisi ke-11 (2024), 20,4 juta masyarakat Indonesia hidup dengan diabetes, dan jumlah ini diprediksi melonjak hingga 28,6 juta pada 2050. 

Perubahan pola makan, minimnya aktivitas fisik, dan meningkatnya gaya hidup serba cepat di kota besar menjadi penyumbang utama kondisi tersebut. Ketua Tim Kerja Metabolik dan Surveilans PKG Kementerian Kesehatan RI, dr. A. Muchtar Nasir, M.Epid, menegaskan urgensi untuk bertindak sejak sekarang. 

“Beban obesitas dan diabetes di Indonesia semakin besar, dan jika tidak dikendalikan, akan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat dan kesehatan nasional. Upaya pencegahan harus dilakukan dari hulu melalui perbaikan lingkungan, edukasi, dan kebijakan yang membantu masyarakat membuat pilihan yang lebih sehat," kata dia.

Untuk itu, kata dr. A. Muchtar menhatakan jika kolaborasi multisektor sangatlah penting karena pencegahan yang efektif tidak bisa berjalan tanpa dukungan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, akademisi, dan mitra.

Komitmen Jakarta Menghadapi Beban Penyakit Kronis

Sebagai kota megapolitan, Jakarta menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks. Tingkat stres yang tinggi, kemudahan akses makanan cepat saji, serta kebiasaan masyarakat yang kurang bergerak menjadi pemicu naiknya angka obesitas dan diabetes. 

Kondisi ini disorot oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, M.M, yang mengatakan, Jakarta sebagai kota besar menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks, terutama terkait pola makan dan aktivitas fisik.

"Peningkatan obesitas dan diabetes menunjukkan bahwa kita perlu bergerak lebih cepat dan lebih terstruktur dalam upaya pencegahan,” ucap dia.

Melihat urgensi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Novo Nordisk Indonesia menghadirkan PESTA Jakarta Sehat di Gelora Bung Karno, sebuah acara edukatif yang mendorong masyarakat mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran program “Cities for Better Health”, sebuah kolaborasi strategis untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit kronis berbasis kota.

Cities for Better Health: Kolaborasi Lima Tahun untuk Jakarta yang Lebih Sehat

Program Cities for Better Health merupakan penguatan dari inisiatif Cities Changing Diabetes yang telah dijalankan sejak 2018–2021. 

Kini, kolaborasi tersebut diperluas dan difokuskan melalui komitmen jangka panjang periode 2025–2030, dengan dua prioritas utama: meningkatkan aktivitas fisik serta memperluas akses masyarakat terhadap makanan sehat. Inisiatif ini disambut positif oleh Pemprov DKI Jakarta. 

“Kami menyambut baik kolaborasi dengan Novo Nordisk Indonesia melalui program ‘Cities for Better Health’. Tentunya ini akan membantu memperkuat program pencegahan obesitas dan diabetes di berbagai lapisan masyarakat, serta menjadi langkah penting menuju Jakarta yang lebih sehat,” tambah dia.

General Manager Novo Nordisk Indonesia, Sreerekha Sreenivasan, menegaskan visi perusahaan yanh selalu berupaya mendorong perubahan untuk mengatasi penyakit kronis, termasuk melalui upaya pencegahan dan kolaborasi lintas sektor. 

"Kami memahami bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari pemahaman terhadap lingkungan tempat masyarakat hidup dan beraktivitas. Program ‘Cities for Better Health’ merupakan penguatan dari komitmen tersebut, dengan lebih terintegrasi dan fokus pada peningkatan aktivitas fisik dan akses terhadap pola makan dan nutrisi yang lebih sehat,” jelas dia.

PESTA Jakarta Sehat: Edukasi yang Dekat, Semangat yang Menular

Acara PESTA Jakarta Sehat dihadiri sekitar 3.500 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas, akademisi, jurnalis, hingga pejabat publik.

Kegiatan seperti skrining diabetes, senam bersama Body Fit by Bagus, fun walk, booth edukasi, hingga talkshow kesehatan memberikan ruang belajar dan pengalaman langsung bagi masyarakat.

Konsep acara ini mengusung lima kebiasaan dasar pencegahan (P-E-S-T-A), yakni Pantau gula darah dan berat badan, Edukasi diri dan keluarga, Skrining rutin, Terapkan gerak harian, dan Awasi garam, gula, dan lemak. 

Figur publik Igor Saykoji, yang turut hadir sebagai penyintas obesitas, membagikan kisahnya. “Sebagai orang yang pernah berjuang dengan obesitas, saya memahami sulitnya memperbaiki gaya hidup dan mendapatkan bantuan. Oleh karena itu, saya mengapresiasi PESTA Jakarta Sehat yang mengajak masyarakat untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat dengan cara yang mudah diikuti.”

Acara ini juga menampilkan pengumuman pemenang kampanye “Downgrade Ukuran Bajumu”, sebuah gerakan inspiratif untuk menurunkan berat badan secara sehat dan terukur. 

Dalam kesempatan yang sama, Novo Nordisk Indonesia turut memperkuat komitmennya melalui NovoCare.id, platform digital yang menyediakan edukasi serta akses dukungan medis yang terpercaya.

Melalui rangkaian kolaborasi, kampanye edukasi, dan penguatan program pencegahan, Jakarta kini menapaki langkah besar menuju kota yang lebih sehat. Tantangan masih panjang, namun perubahan nyata dimulai dari kesadaran—dan kolaborasi yang dibangun hari ini.

Editor: Dinda Rachmawati

Tag:  #alarm #kesehatan #nasional #juta #warga #hidup #dengan #diabetes #jakarta #bergerak #melawan

KOMENTAR