Dua Kilang Pertamina Kantongi Sertifikasi Global, Siap Produksi SAF dari Minyak Jelantah
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memperkuat melakukan pengembangan PertaminaSAF yang diproduksi dari bahan baku minyak jelantah. (Pertamina)
13:09
27 Februari 2026

Dua Kilang Pertamina Kantongi Sertifikasi Global, Siap Produksi SAF dari Minyak Jelantah

 

- PT Pertamina Patra Niaga (PPN) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) yang diproduksi dari bahan baku minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO). Setelah lebih dulu dijalankan di Kilang Cilacap, proses produksi tersebut akan diperluas ke Kilang Dumai dan Kilang Balongan.

"Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi PertaminaSAF dari kilang-kilang eksisting. Keberhasilan Kilang Cilacap akan kami replikasi di Kilang Dumai dan Kilang Balongan," kata Corporate Secretary PPN, Roberth M.V. Dumatubun dalam keterangannya, Jumat (27/2).

Roberth menegaskan, pengembangan di dua kilang tersebut dilakukan dengan memastikan seluruh proses memenuhi standar dan regulasi yang berlaku.

Kilang Dumai dan Kilang Balongan sendiri telah resmi meraih sertifikasi keberlanjutan internasional yaitu International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) Europe Union (EU) dan Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) sebagai Processing Refinery.

“Ini merupakan pencapaian penting dalam pengembangan energi rendah karbon dan kemandirian energi," kata Roberth.

Diraihnya sertifikasi tersebut menjadi tonggak penting dalam persiapan produksi bioavtur PertaminaSAF berbasis UCO. Pengakuan ini menandakan bahwa kedua kilang telah memenuhi standar keberlanjutan global yang menjadi syarat wajib dalam produksi serta perdagangan SAF di pasar internasional.

"Dengan penambahan kilang yang mampu memproduksi biovatur PertaminaSAF, tentu akan semakin meningkatkan opitimisme kita dalam memastikan peta jalan penggunaan SAF di Indonesia," kata Roberth.

Ekspansi kapasitas dan penguatan ekosistem PertaminaSAF di kilang-kilang eksisting merupakan bagian dari strategi PPN untuk memperluas portofolio bisnis rendah karbon. Upaya ini dijalankan seiring optimalisasi aset yang telah dimiliki, sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional dan implementasi mandatori penggunaan SAF.

Roberth menjelaskan berbagai langkah persiapan telah dilakukan, mulai dari peningkatan kesiapan fasilitas kilang, kolaborasi dengan mitra pemasok UCO, penyediaan perangkat analisis produk, pengembangan dan penerapan katalis khusus, hingga penyelesaian proses sertifikasi keberlanjutan ISCC EU dan CORSIA.

"Dengan raihan ini, saat ini seluruh rantai pasok PertaminaSAF di PPN sudah mendapatkan sertifikasi internasional keberlanjutan ISCC mulai dari Kilang yaitu Kilang Dumai, Kilang Cilacap dan Kilang Balongan sebagai Processing Plant dan Aviasi sebagai trader dan distributor SAF," jelas Roberth.

Ia menambahkan, tanpa sertifikasi tersebut, bioavtur yang diproduksi tidak dapat diklasifikasikan sebagai SAF dalam skema keberlanjutan global. Dampaknya, produk tersebut tidak akan diakui oleh maskapai penerbangan maupun pasar internasional.

"Detail sertifikasi ISCC yang telah di raih dapat dilihat pada website ISCC," ujar Roberth.

Seiring proses persiapan yang kini memasuki tahap akhir, Kilang Dumai dan Kilang Balongan ditargetkan mulai melakukan uji coba pengolahan UCO menjadi certified SAF pada 2026.  (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #kilang #pertamina #kantongi #sertifikasi #global #siap #produksi #dari #minyak #jelantah

KOMENTAR