Investasi Emas Digital: Ini yang Harus Dipahami Investor Pemula
Ilustrasi emas digital, emas fisik. Apakah Investasi Emas Digital di Indonesia Aman? Ini Kata Bappebti dan ICDX (Dok. ICDX)
12:24
16 Februari 2026

Investasi Emas Digital: Ini yang Harus Dipahami Investor Pemula

- Minat terhadap investasi emas terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring perkembangan teknologi digital yang memudahkan akses masyarakat terhadap instrumen tersebut.

Kini, investor tidak lagi harus membeli emas dalam bentuk fisik seperti batangan atau perhiasan.

Melalui layanan emas digital, investor dapat membeli emas dalam jumlah kecil, menyimpannya secara elektronik, dan memperdagangkannya melalui aplikasi.

Baca juga: Harga Emas Naik Turun, Waspadai Risiko FOMO bagi Investor

Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026) DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026)

Digitalisasi ini telah mengubah cara investor berinteraksi dengan emas.

Reuters mewartakan, inisiatif global seperti pooled gold interests yang dikembangkan oleh World Gold Council bahkan memungkinkan investor memiliki kepemilikan fraksional atas emas fisik yang disimpan di brankas, sekaligus mempermudah transfer dan perdagangan emas secara digital.

Namun, kemudahan tersebut juga diikuti sejumlah karakteristik, risiko, serta mekanisme yang perlu dipahami investor pemula sebelum memutuskan berinvestasi.

Berikut aspek-aspek utama yang perlu diketahui investor pemula sebelum investasi emas digital.

Baca juga: Harga Emas Dunia Melemah 0,8 Persen di Tengah Aksi Ambil Untung

Emas sebagai instrumen lindung nilai dan diversifikasi

Emas telah lama dipandang sebagai salah satu aset lindung nilai (hedging) terhadap inflasi, ketidakstabilan ekonomi, dan gejolak geopolitik.

Investopedia mencatat, investor membeli emas sebagai pelindung terhadap ketidakpastian politik dan inflasi, serta untuk diversifikasi portofolio karena korelasinya relatif rendah dengan aset lain seperti saham atau obligasi.

Selain itu, emas memiliki karakteristik unik sebagai aset dengan pasokan terbatas dan tidak dapat diproduksi secara sembarangan seperti mata uang.

Ilustrasi emas.  Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam MuliaDOK. Pexels/Michael Steinberg. Ilustrasi emas. Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia

Sifat kelangkaan dan ketahanannya membuat emas sering dianggap sebagai penyimpan nilai jangka panjang.

Baca juga: Harga Emas Hartadinata 16 Februari 2026 Turun, Kini Rp 2,89 Juta Per Gram

Peran emas sebagai aset safe haven juga terlihat dalam dinamika pasar global. Ketika terjadi ketidakpastian ekonomi atau geopolitik, investor cenderung meningkatkan alokasi emas sebagai upaya melindungi kekayaan mereka.

Namun, meskipun emas sering dianggap stabil dalam jangka panjang, investor tetap perlu memahami bahwa harga emas dapat berfluktuasi secara signifikan dalam jangka pendek.

Apa itu emas digital dan bagaimana cara kerjanya

Emas digital adalah bentuk kepemilikan emas yang dicatat secara elektronik melalui platform atau aplikasi. Investor membeli emas dalam bentuk saldo gramasi yang tersimpan di akun digital, tanpa harus memegang emas secara fisik.

Pegadaian menjelaskan, Tabungan Emas merupakan layanan penitipan emas yang memungkinkan nasabah membeli dan menyimpan emas secara praktis sebagai bentuk investasi.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 16 Februari 2026, Cek Rinciannya

Melalui layanan ini, nasabah dapat membeli emas dengan berat sangat kecil, bahkan mulai dari 0,01 gram.

Selain itu, Pegadaian menyebut nasabah dapat melakukan transaksi pembelian, penjualan, maupun pencetakan emas digital menjadi emas fisik melalui aplikasi atau layanan resmi.

Sistem ini memungkinkan masyarakat mulai berinvestasi dengan modal kecil, karena pembelian emas digital dapat dilakukan sesuai kemampuan finansial investor.

Aksesibilitas dan kemudahan menjadi daya tarik utama

Salah satu faktor utama yang mendorong popularitas emas digital adalah aksesibilitasnya. Perkembangan platform digital telah membuat investasi emas menjadi semakin mudah dan praktis dibandingkan sebelumnya.

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia mencatat pergerakan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis mengaitkan volatilitas tersebut dengan aktivitas spekulatif di China.DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia mencatat pergerakan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis mengaitkan volatilitas tersebut dengan aktivitas spekulatif di China.

Baca juga: Prospek Saham ANTM di Tengah Lonjakan Permintaan Emas

Pegadaian juga menawarkan investasi emas digital dengan nominal terjangkau, mulai dari sekitar Rp 10.000, sehingga memungkinkan masyarakat berinvestasi secara bertahap.

Selain itu, saldo emas digital tercatat dalam satuan gram dan dapat dipantau melalui aplikasi, memberikan transparansi dan kemudahan pengelolaan bagi investor.

Kemudahan ini membuka peluang bagi investor pemula yang sebelumnya sulit mengakses investasi emas karena keterbatasan modal atau akses terhadap produk emas fisik.

Kepemilikan fraksional dan likuiditas

Salah satu karakteristik utama emas digital adalah kepemilikan fraksional, yakni investor dapat memiliki sebagian kecil emas tanpa harus membeli satu batang emas utuh.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 16 Februari 2026, Cek Rincian Galeri 24 dan UBS

Reuters melaporkan, digitalisasi emas memungkinkan investor memiliki bagian pecahan dari emas fisik yang disimpan di brankas, sehingga meningkatkan likuiditas dan mempermudah transfer kepemilikan emas.

Dengan sistem ini, investor dapat membeli atau menjual emas sesuai kebutuhan, tanpa harus menunggu hingga memiliki jumlah besar seperti pada emas fisik.

Perbedaan emas digital dan emas fisik

Emas digital memiliki sejumlah perbedaan mendasar dibandingkan emas fisik.

Pegadaian menjelaskan, emas fisik memiliki bentuk nyata seperti emas batangan atau koin, sedangkan emas digital tidak memiliki bentuk fisik dan disimpan dalam bentuk saldo elektronik.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 16 Februari 2026 Turun Jadi Rp 2,94 Per Gram

Namun, emas digital tetap dapat dikonversi menjadi emas fisik jika investor menginginkannya, meskipun prosesnya memerlukan pencairan atau pencetakan terlebih dahulu.

Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.Shutterstock/VladKK Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.

Perbedaan lainnya adalah terkait penyimpanan. Emas fisik memerlukan tempat penyimpanan yang aman, seperti safe deposit box, sementara emas digital disimpan secara elektronik oleh penyedia layanan.

Biaya dan struktur biaya investasi emas digital

Investor pemula perlu memahami bahwa investasi emas digital tetap memiliki biaya tertentu, meskipun relatif terjangkau.

Pegadaian menetapkan biaya administrasi pembukaan rekening sekitar Rp 10.000 dan biaya penitipan emas sekitar Rp 30.000 per tahun.

Baca juga: Harga Emas Diproyeksikan Fluktuatif Pekan Ini, Sentimen Global Jadi Penentu

Biaya penitipan tersebut dapat tercermin dalam saldo emas digital nasabah, karena sebagian kecil saldo digunakan untuk biaya penyimpanan.

Selain itu, harga emas yang dibeli investor mengikuti harga pasar saat transaksi dilakukan.

Investor juga perlu memahami adanya selisih antara harga beli dan harga jual (spread), yang dapat memengaruhi keuntungan investasi.

Risiko fluktuasi harga emas

Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai, harganya tetap dapat berfluktuasi. Harga emas dapat berubah secara signifikan dalam jangka pendek, sehingga nilai investasi dapat naik maupun turun.

Baca juga: Harga Emas Naik, Analis Proyeksikan Kinerja ANTM Makin Kuat Awal 2026

Selain itu, faktor seperti kebijakan bank sentral, nilai tukar mata uang, dan kondisi ekonomi global dapat memengaruhi harga emas.

Perubahan kebijakan moneter, seperti penguatan dollar AS atau kenaikan suku bunga, juga dapat menyebabkan harga emas turun.

Hal ini menunjukkan investasi emas, termasuk emas digital, tidak sepenuhnya bebas risiko.

Risiko terkait platform dan kepemilikan emas digital

Selain risiko harga, investasi emas digital juga memiliki risiko terkait platform dan struktur kepemilikan.

Baca juga: Spekulasi Investor China Bikin Harga Emas Naik-Turun Ekstrem

Ilustrasi emas batangan.PEXELS/JINGMING PAN Ilustrasi emas batangan.

Investor perlu berhati-hati terhadap platform digital yang menawarkan kepemilikan emas fraksional, terutama terkait keamanan penyimpanan dan transparansi kepemilikan emas.

Reuters juga melaporkan, dalam pasar emas digital dan tokenized gold, terdapat kekhawatiran mengenai perlindungan investor, termasuk kejelasan kepemilikan, audit cadangan emas, dan regulasi.

Pertanyaan seperti apakah emas benar-benar tersedia secara fisik dan bagaimana mekanisme penebusannya menjadi aspek penting yang perlu dipahami investor.

Emas tidak menghasilkan pendapatan rutin

Investor pemula juga perlu memahami bahwa emas berbeda dari saham atau obligasi karena tidak menghasilkan pendapatan rutin.

Baca juga: Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp 34.000, Kini di Level Rp 2,95 Juta Per Gram

Emas tidak menghasilkan dividen atau bunga, sehingga keuntungan investor hanya berasal dari kenaikan harga emas.

Hal ini berarti emas lebih sering digunakan sebagai alat lindung nilai dan diversifikasi, bukan sebagai sumber pendapatan tetap.

Fleksibilitas dan likuiditas emas digital

Salah satu keunggulan utama emas digital adalah fleksibilitas dalam transaksi.

Pegadaian menyatakan, investor dapat membeli, menjual, atau mencetak emas digital menjadi emas fisik melalui aplikasi tanpa harus datang langsung ke toko emas.

Baca juga: Pegadaian Bantah Emas Langka, Akui Proses Cetak Fisik Tersendat

Hal ini memungkinkan investor mengelola investasi mereka dengan lebih fleksibel, terutama dalam kondisi pasar yang berubah cepat.

Peran digitalisasi dalam masa depan investasi emas

Digitalisasi emas merupakan bagian dari transformasi pasar keuangan global.

Ilustrasi emas batanganPIXABAY/OMAR HADAD Ilustrasi emas batangan

Financial Times melaporkan, digitalisasi emas memungkinkan emas digunakan secara lebih luas dalam sistem keuangan modern, termasuk sebagai jaminan dan instrumen perdagangan digital.

Transformasi ini bertujuan meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar emas, sekaligus memperluas akses investor terhadap aset tersebut.

Baca juga: Pergerakan Harga Emas dan Perak Melambat, Tren Bullish Dinilai Belum Berakhir

Pentingnya memahami karakteristik sebelum berinvestasi

Emas digital memberikan peluang investasi yang lebih mudah diakses dibandingkan emas fisik, terutama bagi investor pemula dengan modal terbatas.

Namun, investor perlu memahami investasi emas digital tetap memiliki risiko, termasuk fluktuasi harga, biaya administrasi, serta aspek keamanan dan regulasi platform.

Pemahaman terhadap mekanisme investasi, biaya, risiko, serta karakteristik emas sebagai aset menjadi faktor penting sebelum memulai investasi.

Dengan memahami aspek-aspek tersebut, investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dalam memanfaatkan peluang investasi emas digital yang semakin berkembang di era digital.

Tag:  #investasi #emas #digital #yang #harus #dipahami #investor #pemula

KOMENTAR