Pesawat Ditembak, 11 Bandara Perintis Papua Ditutup Sementara
Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Reskrim Umum Polda Papua dan Reskrim Polres Boven Digoel melaksanakan olah tempat kejadian perkara di Bandara Korowai Batu, Jumat (13/2/2026).(KOMPAS.com/Doc. Humas Operasi Damai Cartenz)
13:56
16 Februari 2026

Pesawat Ditembak, 11 Bandara Perintis Papua Ditutup Sementara

Kementerian Perhubungan menerapkan sejumlah kebijakan pengamanan setelah insiden penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu, 11 Februari 2026.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberi perhatian khusus terhadap keamanan penerbangan perintis di Papua.

“Menyikapi kejadian penembakan pesawat Smart Cakrawala Aviation tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerapkan beberapa kebijakan, yakni, operator yang menghentikan penerbangan karena alasan keamanan tidak akan dikenakan sanksi,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Garuda Indonesia Hadirkan Mockup Pesawat Haji di Aceh

Penerbangan perintis tetap dapat dilaksanakan dengan memastikan kondisi keamanan bandara tujuan terpenuhi.

“Operator diberikan kewenangan penuh untuk melakukan penilaian keamanan dan memutuskan keberlanjutan,” tegas dia.

Lukman menyebut penerbangan perintis menjadi layanan vital bagi masyarakat Papua. Layanan ini mendukung akses kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, dan mobilitas dasar di wilayah terpencil.

Koordinasi dengan operator terus dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan operasional di daerah rawan. Kondisi keamanan saat ini masuk kategori risiko ekstrem.

Kemenhub menghentikan sementara operasional penerbangan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan. Sebanyak 11 bandara, satuan pelayanan, dan lapangan terbang terdampak kebijakan tersebut.

Lokasi tersebut meliputi Satpel Koroway Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapter Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Faowi, Lapter Dagai, Lapter Aboy, Lapter Teraplu, serta Lapter Beoga.

“Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan,” kata Lukman.

Baca juga: Pesawat Perintis Ditembaki Usai Mendarat di Papua Selatan, 2 Pilot Tewas

Lima bandara lain masuk kategori rawan tetapi masih terkendali. Pengamanan dilakukan aparat TNI dan Polri sehingga operasional tetap berjalan dengan pemantauan ketat.

Kelima lokasi tersebut yakni Bandara Kiwirok, Bandara Moanamani, Satpel Sinak di Ilaga, Satpel Agandugume di Ilaga, serta Bandara Illu. Otoritas akan menyesuaikan operasional jika terjadi perubahan situasi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyiapkan langkah lanjutan sebagai respons atas insiden tersebut. Surat resmi telah disampaikan kepada TNI dan Polri untuk meningkatkan pengamanan di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.

Seluruh Koordinator Wilayah penerbangan perintis diinstruksikan berkoordinasi intensif dengan aparat keamanan setempat guna menjaga keselamatan operasional.

Isu keamanan juga diintegrasikan dalam proses safety assessment tahunan, khususnya di Papua. Aspek keselamatan tidak hanya mencakup teknis operasional, tetapi juga mempertimbangkan dinamika situasi keamanan.

Peninjauan ulang dilakukan terhadap klausul kontrak angkutan udara perintis, termasuk penguatan ketentuan force majeure terkait kondisi keamanan untuk memberi kepastian hukum bagi operator.

Ditjen Hubud memetakan bandara berdasarkan tingkat risiko dan menyusun Standard Operating Procedure khusus bagi awak pesawat di wilayah kritis. Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta aparat penegak hukum terkait investigasi insiden sesuai ketentuan perundang-undangan penerbangan.

“Ke depannya kami akan menekankan pentingnya penguatan dasar hukum penghentian sementara operasional apabila kondisi keamanan tidak terpenuhi, serta perlunya Surat Keputusan Bersama (SKB) antara pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memperkuat pelaksanaan angkutan udara perintis,” tegas Lukman.

Lukman menyebut insiden penembakan yang menewaskan pilot dan kopilot PK-SNR meninggalkan duka mendalam bagi dunia transportasi udara.

“Kami menyampaikan kembali belasungkawa yang mendalam atas gugurnya pilot dan kopilot PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation saat bertugas. Mereka adalah pahlawan transportasi yang sesungguhnya,” tegas Lukman.

Tag:  #pesawat #ditembak #bandara #perintis #papua #ditutup #sementara

KOMENTAR