Di Balik Portofolio Reksa Dana, Ada Paduan Sains dan Disiplin
– Di era ketika siapa pun bisa membeli saham hanya lewat ponsel, pertanyaan soal relevansi manajer investasi kian sering terdengar.
Namun di balik portofolio profesional, ada proses panjang berbasis riset, disiplin, dan pengelolaan risiko yang tak terlihat di layar aplikasi.
“Manajer investasi yang andal selalu menggabungkan data dan penilaian manusia,” ujar Ezra Nazula, Director & Chief Investment Officer Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), dalam artikel edukasi yang disampaikan perusahaan, Sabtu (14/2/2026).
Baca juga: OJK–KSEI Integrasikan Sistem, Administrasi Reksa Dana Lebih Efisien
Laboratorium Riset di Balik Layar
Ezra menjelaskan, tim investasi bekerja layaknya laboratorium riset, bukan ruang trading yang bergerak spontan.
Setiap keputusan lahir dari diskusi menyeluruh mengenai kondisi makroekonomi, fundamental perusahaan, dinamika lintas aset, dan berbagai skenario risiko.
Prosesnya dimulai dari ide investasi, seperti peluang valuasi, perubahan regulasi, atau tren struktural semisal transisi energi.
Ide tersebut tidak langsung dieksekusi, melainkan diuji melalui debat internal antara analis ekuitas, ekonom, spesialis kredit, dan tim risiko.
Tujuannya bukan mencari konsensus cepat, melainkan menguji kekuatan ide dari berbagai perspektif sampai benar-benar solid.
Tahap ini, menurutnya, sering terlewat oleh investor ritel yang lebih mengandalkan intuisi atau sentimen pasar.
Baca juga: Sucor AM: Kenaikan Jumlah Investor Muda Sinyal Positif bagi Industri Reksa Dana
Kuantitatif Bertemu Kualitatif
Dalam praktiknya, analisis kuantitatif mencakup model faktor untuk memahami eksposur terhadap gaya investasi, seperti value, growth, dan momentum.
Tim juga melakukan simulasi risiko untuk menguji ribuan kondisi makro, screening valuasi berbasis data historis panjang, serta optimasi portofolio untuk menyeimbangkan risiko dan imbal hasil.
Namun, angka saja tidak cukup.
Analisis kualitatif dilakukan melalui kunjungan perusahaan, wawancara manajemen, serta pemahaman industri.
“Sebuah saham mungkin tampak murah di atas kertas, tetapi pengalaman profesional dapat mengungkap risiko tersembunyi yang tidak tercermin dalam data,” kata Ezra.
Kombinasi ilmu data dan kebijaksanaan manusia itulah yang disebutnya menciptakan keputusan investasi yang konsisten dan terukur.
Baca juga: Dana Kelolaan Reksa Dana Pasar Uang BRI Gamasteps Tembus Rp 6 Triliun
Diversifikasi yang Dinamis
Ezra juga menyoroti bahwa diversifikasi bukan sekadar memperbanyak jumlah aset, tetapi memahami korelasi antar instrumen.
Manajer investasi melakukan diversifikasi lintas kelas aset seperti saham, obligasi, pasar uang, dan alternatif. Selain itu, juga memperhatikan geografi seperti AS, Eropa, Asia Pasifik, dan emerging markets, serta sektor dan tema tertentu.
Diversifikasi juga mempertimbangkan faktor risiko, termasuk sensitivitas terhadap suku bunga dan inflasi, serta perbedaan karakter siklikal dan defensif. Strategi ini bersifat dinamis.
Ketika korelasi antar sektor meningkat atau risiko tertentu makin dominan, posisi portofolio disesuaikan demi menjaga stabilitas.
Sebagai informasi, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia hadir sejak 1996 dan terdaftar serta diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Per Desember 2025, dana kelolaan perusahaan mencapai Rp 124,3 triliun, terdiri dari Rp 63 triliun reksa dana dan Rp 61 triliun Kontrak Pengelolaan Dana. Tahun 2026 ini, perusahaan merayakan 30 tahun kiprah di Indonesia dan mendampingi lebih dari 2,5 juta investor.
Tag: #balik #portofolio #reksa #dana #paduan #sains #disiplin