Singapura Siapkan Insentif AI dalam APBN 2026, Bidik Produktivitas Bisnis
Pemerintah Singapura dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Budget 2026 mengumumkan serangkaian langkah kebijakan yang menempatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai salah satu fokus utama dalam strategi ekonomi jangka menengah.
Langkah ini mencakup insentif fiskal bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi AI serta dukungan lain untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi transformasi digital.
Dalam presentasi anggaran yang dibacakan di Parlemen, dikutip dari CNBC, Kamis (12/2/2026), Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong menekankan peran strategis AI dalam memperkokoh ketahanan dan daya saing ekonomi Singapura di tengah ketidakpastian global yang meningkat.
Baca juga: Bank Indonesia Gabung Proyek Nexus, BI-Fast Siap Terhubung Pembayaran Singapura hingga India
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Singapura, pada Jumat (30/5/2025).
Pemerintah Singapura memandang AI bukan hanya sebagai alat produktivitas, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masa depan.
“AI adalah alat yang ampuh, tetapi tetaplah sebuah alat. AI harus melayani kepentingan nasional dan rakyat kita,” kata Wong.
Skema insentif fiskal untuk AI
Salah satu komponen penting dalam anggaran tahun ini adalah pemberian insentif potongan pajak dan dukungan langsung untuk perusahaan yang mengintegrasikan AI ke dalam operasi bisnisnya.
Dalam perluasan Skema Inovasi Perusahaan, yang memberikan potongan pajak sebesar 400 persen kepada bisnis atas pengeluaran yang memenuhi syarat.
Baca juga: Airlangga Ungkap Singapura Tak Suka RI Masuk Perjanjian Perdagangan Bebas
Pengeluaran tersebut akan diperluas untuk mencakup pengeluaran AI, dengan batasan maksimal 50.000 dollar Singapura atau setara sekitar Rp 666.643.500 (asumsi kurs Rp 13.332 per dollar Singapura) per tahun untuk tahun 2027 dan 2028.
“Seiring keberhasilan perusahaan-perusahaan ini, mereka akan menetapkan tolok ukur bagi industri mereka dan menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak mereka,” terang Wong.
Langkah ini merupakan intervensi pemerintah yang paling agresif terhadap adopsi AI di sektor swasta Singapura.
Targetnya adalah mendorong perusahaan tidak hanya bereksperimen, tetapi benar-benar mentransformasikan proses bisnis dengan teknologi AI.
Baca juga: Kabel Laut Jakarta–Batam–Singapura Digelar, Apa Dampaknya?
Insentif ini dipandang selaras dengan tren global di mana negara-negara berlomba menarik investasi teknologi dan mempercepat adaptasi digital di tengah perubahan lanskap ekonomi.
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Beberapa analis menilai kebijakan fiskal ini bisa memperkuat posisi Singapura dibandingkan wilayah lain di Asia yang juga tengah memperluas dukungan AI.
Peran AI dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi Singapura
APBN Singapura 2026 diawali dengan proyeksi ekonomi yang lebih optimis.
Singapura memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di kisaran 2 sampai 4 persen, meningkat dibandingkan perkiraan awal 1 sampai 3 persen sebelumnya.
Baca juga: Singapura Kucurkan Lebih dari Rp 13 Triliun untuk Riset AI hingga 2030
Pemerintah menyebut bahwa permintaan kuat atas investasi terkait AI menjadi salah satu faktor pendorong perbaikan proyeksi tersebut.
Proyeksi ini menunjukkan bagaimana pemerintah melihat AI sebagai motor pertumbuhan di tengah perlambatan global, sementara sektor seperti manufaktur teknologi tinggi dan jasa terikat perdagangan menjadi ujung tombak pemulihan.
Perluasan kelembagaan AI
Selain insentif fiskal, APBN Singapura 2026 juga mencakup pembentukan National AI Council atau Dewan AI Nasional yang akan dipimpin langsung oleh Lawrence Wong.
Dewan ini diharapkan memiliki peran sentral dalam arah kebijakan AI nasional, termasuk mempercepat penerapan teknologi di sektor strategis seperti manufaktur, keuangan, konektivitas, dan layanan kesehatan.
Baca juga: Ekonomi Singapura Tumbuh 5,7 Persen pada Kuartal IV 2025
Langkah pembentukan lembaga ini mencerminkan pendekatan yang lebih terstruktur dalam mengelola transformasi digital, dari sekedar adopsi teknologi menjadi kerangka kebijakan yang mampu mendorong inovasi yang lebih luas dan sistematis.
Penekanan pada ketahanan ekonomi
Perdana Menteri Lawrence Wong dari Partai Aksi Rakyat (PAP) merayakan kemenangannya dalam pemilu Singapura, Sabtu (3/5/2025).
Di samping fokus pada AI, anggaran tahun ini juga menyoroti pentingnya ketahanan nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Wong menyinggung tantangan geopolitik, ancaman siber, dan risiko iklim sebagai faktor yang mempengaruhi kebijakan fiskal Singapura.
Pemerintah berencana memperkuat belanja pertahanan secara bertahap di atas 3 persen dari PDB dan menyesuaikan kebijakan lain untuk menanggapi ancaman tersebut.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Singapura Tembus 4,8 Persen pada 2025
Belanja sosial tetap menjadi bagian dari anggaran, termasuk dukungan kepada keluarga berpendapatan rendah serta penyesuaian cukai tembakau.
Meski demikian, fokus utama tetap pada penyiapan sumber daya manusia dan sektor ekonomi untuk era transformasi digital yang dibawa oleh AI.
Tag: #singapura #siapkan #insentif #dalam #apbn #2026 #bidik #produktivitas #bisnis