Zulhas Sebut Basmati Pera, Jemaah Haji Lebih Suka Beras Pulen
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat memimpin rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Senin (9/2/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
09:04
10 Februari 2026

Zulhas Sebut Basmati Pera, Jemaah Haji Lebih Suka Beras Pulen

- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut, jemaah haji asal Indonesia lebih menyukai beras lokal ketimbang basmati yang pera.

Pernyataan itu Zulhas sampaikan usai menggelar rapat koordinasi terkait proses ekspor beras premium ke Arab Saudi oleh PT Perum Bulog untuk memasok kebutuhan jemaah haji Indonesia.

Beras lokal disebut pulen dan lebih sesuai dengan selera para jemaah haji.

“Jemaah lebih suka beras kita kan pulen. Kalau biasanya pakai beras basmati. Beras Basmati itu anu kan, kering, apa istilahnya itu? Pera,” kata Zulhas di kantornya, Jakarta, Senin (10/2/2026).

Baca juga: Zulhas Sebut Perkembangan Otak dan Tubuh Penerima MBG Bakal Diukur

Menurut Zulhas, sesuai koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah, nantinya pemerintah akan mengekspor 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi.

Beras pulen, kata dia, lebih mahal dari beras pera. Ia mencontohkan beras Jepang yang harganya mencapai Rp 100.000 per kilogram.

“Kita setengah pulen harusnya setengah harganya dong,” tutur Zulhas.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyebut, pasokan beras lokal untuk jemaah haji Indonesia juga mempertimbangkan aspek kesehatan.

Banyak jemaah haji reguler telah berusia lanjut dan rentan sakit. Kesehatan mereka bisa menurun karena tidak selera makan lantaran beras yang pera maupun makanan di Saudi yang terlalu berbeda dari di Indonesia.

“Jemaah reguler ini kan mbah-mbah, pakde-pakde, mbok-mbok yang dari kampung-kampung itu begitu pakai makanan-makanan hotel dan lain sebagainya kan enggak selera dia makan,” kata Rizal.

Untuk memasok kebutuhan jemaah itu, Bulog akan mengirimkan beras premium standar internasional dengan tingkat pecahan di bawah 5 persen dan kadar air sekitar 14 persen.

Kualitas beras itu jauh di atas standar beras premium di pasar lokal dengan tingkat pecahan 15 persen.

Bulog akan menggunakan gabah kering yang baru saja dipanen oleh petani untuk digiling di pabrik milik PT Wilmar International Limited.

“Kenapa di Wilmar? Karena Wilmar alatnya canggih. Dengan apa? Dengan computerized dan hasilnya bagus sekali,” ujar Rizal.

Tag:  #zulhas #sebut #basmati #pera #jemaah #haji #lebih #suka #beras #pulen

KOMENTAR