Prabowo: Kita Harus Bertekad untuk Hilangkan Kemiskinan dari Bumi Indonesia
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia harus diwujudkan dalam bentuk keadilan dan kemakmuran yang dirasakan seluruh rakyat.
Untuk itu, ia berkomitmen bersatu dan bekerja keras menghapus kemiskinan serta memastikan kekayaan nasional dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.
"Harapan bahwa Indonesia yang merdeka harus Indonesia yang adil harus Indonesia yang makmur. Kita harus bersatu, kita harus bertekad untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia," kata Prabowo dalam Mujahadah Kubro 1 Abad NU, yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (8/2/2026).
Baca juga: Tingkat Kemiskinan Per September 2025 Turun, Jumlah Orang Miskin Capai 23,36 Juta
Prabowo menyatakan, pada dasarnya Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin kehidupan layak bagi seluruh rakyat.
Ia menekankan bahwa pemerintah telah membuktikan komitmen tersebut sejak awal masa pemerintahan, salah satunya melalui perbaikan tata kelola sektor pangan.
Menurut Prabowo, pemerintah berhasil memastikan distribusi pupuk berjalan lebih adil, merata, dan dengan harga yang lebih terjangkau bagi petani.
Presiden RI ini juga menyebut pencapaian strategis di sektor pangan nasional, di mana cadangan beras Indonesia per 31 Desember 2025 tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
“Indonesia sekarang sudah swasembada beras, dan dalam waktu dekat akan menyusul swasembada jagung. Dalam tiga tahun ke depan, pemerintah menargetkan swasembada seluruh komoditas pangan,” kata Prabowo.
Selain menjaga ketahanan pangan, pemerintah juga bertekad menurunkan harga pangan agar lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Prabowo menilai stabilitas harga pangan menjadi kunci utama dalam menjaga kesejahteraan rakyat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Baca juga: Lebih dari Separuh Penduduk Miskin Indonesia Ada di Pulau Jawa
Di bidang perlindungan sosial, Prabowo mengungkapkan bahwa program pemberian makanan telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dalam waktu kurang dari satu setengah tahun.
Program tersebut menyasar anak-anak, ibu-ibu, dan kelompok lanjut usia.
Ia menargetkan jumlah penerima manfaat akan meningkat menjadi 82,3 juta orang sebelum akhir 2026, seiring dengan perluasan dan penguatan program sosial pemerintah.
Di luar sektor pangan dan sosial, Prabowo juga menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja dan percepatan industrialisasi nasional.
Pemerintah, kata dia, menargetkan kebangkitan industri nasional dalam dua hingga tiga tahun ke depan sebagai fondasi menuju Indonesia sebagai negara maju.
“Kita ingin memimpin industrialisasi bangsa sendiri, sehingga seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati kemajuan dan kehidupan yang layak,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan bahwa seluruh agenda tersebut dijalankan dengan tujuan akhir mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat secara ekonomi, di mana hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat.
Ilustrasi kemiskinan. Tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 tercatat sebesar 8,25 persen atau setara 23,36 juta orang. Jumlah itu turun sekitar 490.000 orang dibandingkan Maret 2025.
Tingkat kemiskinan turun
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat tingkat kemiskinan nasional kembali menurun pada September 2025.
Namun, di balik perbaikan tersebut, konsentrasi penduduk miskin masih paling besar berada di Pulau Jawa.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 tercatat sebesar 8,25 persen atau setara 23,36 juta orang.
Jumlah itu turun sekitar 490.000 orang dibandingkan Maret 2025, atau menurun 0,22 persen.
Secara spasial, kemiskinan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa mencapai 12,32 juta orang atau sekitar 52,75 persen dari total penduduk miskin nasional.
Di sisi lain, penurunan kemiskinan terjadi di seluruh wilayah Indonesia, dengan penurunan terdalam tercatat di Maluku dan Papua.
“Penurunan kemiskinan ini terjadi meskipun garis kemiskinan pada September 2025 meningkat 5,30 persen dibandingkan Maret 2025,” ujar Amalia dalam rilis BPS di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Bekerja Tapi Tetap Miskin, Fenomena Working Poor Hantui Jutaan Pekerja RI
Tag: #prabowo #kita #harus #bertekad #untuk #hilangkan #kemiskinan #dari #bumi #indonesia