Anak Buahnya Kena OTT, Purbaya Rombak Pegawai Pajak hingga Bea Cukai
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (5/2/2026).(KOMPAS.com/Rahel)
14:32
6 Februari 2026

Anak Buahnya Kena OTT, Purbaya Rombak Pegawai Pajak hingga Bea Cukai

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pegawai pajak dan bea cukai sebagai bagian dari terapi kejut (shock therapy). Tujuannya untuk memperbaiki kinerja dan integritas aparat penerimaan negara.

Menurut dia, OTT tersebut harus dilihat dalam konteks pembenahan internal yang sedang berjalan di lingkungan Kementerian Keuangan.

“Bagus tidak rompinya? Enggak. Itu shock therapy untuk pajak dan bea cukai supaya lebih fokus lagi ke depan menjalankan tugasnya,” jelasnya kepada awak media di Kementerian Keuangan pada Jumat (6/2/2026).

Saat ini, pemerintah tengah melakukan reorganisasi dan rekonsolidasi agar kinerja institusi semakin baik.

Reorganisasi dan Rekonsolidasi

“Yang penting di sini kan kita sedang reorganisasi, sedang rekonsolidasi supaya lebih bagus lagi ke depan. Bea Cukai kan kemarin sudah saya ganti berapa puluh orang pegawai,” kata Purbaya.

Ia menambahkan, rotasi pegawai juga akan dilakukan di Direktorat Jenderal Pajak.

Bahkan, pada hari yang sama, puluhan pegawai pajak akan diputar sebagai bagian dari penataan organisasi.

“Jadi, sore ini berapa puluh pegawai pajak pun saya akan putar,” ujarnya.

Meski mendukung penuh proses penegakan hukum, Purbaya menegaskan bahwa Kementerian Keuangan tidak akan lepas tangan terhadap pegawai yang terseret proses hukum.

Ia memastikan pendampingan tetap diberikan, baik secara administratif maupun hukum, tanpa melakukan intervensi terhadap proses peradilan.

“Saya akan dampingin saja. Itu kan pegawai keuangan, jangan sampai tidak didampingin. Nanti kalau saya tidak dampingin, setiap ada masalah langsung saya buang. Nanti orang keuangan semuanya tidak ada yang mau kerja,” ucapnya.

Purbaya menegaskan, pendampingan hukum diberikan untuk memastikan adanya perlakuan yang adil dalam proses hukum yang berjalan.

Ia menekankan, langkah tegas terhadap pelanggaran tetap akan dilakukan, namun diiringi dengan upaya menjaga profesionalisme dan moral aparatur negara di sektor keuangan.

Operasi Tangkap Tangan KPK

Lagi-lagi, sejumlah pejabat dan mantan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (4/2/2026). Pasca-operasi senyap di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara pada Januari lalu, KPK kini melakukan operasi senyap di dua daerah lain.

Dua daerah lain yang kini kena giliran OTT KPK adalah KPP Madya Banjarmasin dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengatakan, OTT tersebut berkaitan dengan restitusi pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin. “Restitusi pajak. Ya (KPP Banjarmasin),” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto melalui pesan singkat, Rabu.

Budi mengungkapkan, dari operasi senyap ini, penyidik menyita uang sekitar Rp 1 miliar.

Budi mengatakan, saat ini, para pihak yang diamankan sudah tiba di Gedung KPK Merah Putih.

Ketiganya tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 20.00 WIB.

Meski demikian, ketiganya tidak melewati pintu depan gedung, melainkan pintu belakang.

“Selanjutnya pihak-pihak dimaksud akan dilakukan pemeriksaan intensif,” ucap dia.

Tag:  #anak #buahnya #kena #purbaya #rombak #pegawai #pajak #hingga #cukai

KOMENTAR