Moody's Turunkan Outlook Indonesia, BI: Tak Cerminkan Fundamental
Lembaga pemeringkat internasional Moody's Investors Service menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Meski demikian, Moody's mempertahankan peringkat jangka panjang pada level Baa2 (investment grade).
Keputusan yang diumumkan pada Kamis (5/2/2026) itu memicu respons dari pemerintah dan otoritas moneter.
Baca juga: Airlangga Ungkap Alasan Moodys Pangkas Outlook Peringkat Utang RI Jadi Negatif
Ilustrasi Bank Indonesia
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Alexander Lubis menyatakan, bank sentral memandang penyesuaian outlook Indonesia oleh Moody's tersebut tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia.
"BI memandang penyesuaian outlook tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi Indonesia," jelas Alexander, Jumat (6/2/2026).
Dia mengungkapkan, meskipun kinerja perekonomian global penuh dengan ketidakpastian dan ada penurunan, namun ekonomi Indonesia tetap solid. Ini tercermin dari konsumsi dan investasi yang tetap terjaga.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 masih ada di kisaran 5 persen, yakni 5,11 persen.
Baca juga: Moodys Pangkas Outlook Indonesia jadi Negatif, Pemerintah Upayakan Debottlenecking
Dari sisi stabilitas sistem keuangan, Alexander menyatakan, keputusan Moody's downgrade outlook Indonesia juga tidak mencerminkan fundamental di sektor keuangan.
Rasio permodalan perbankan atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 28 persen, selain itu, rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (DPK) tetap tinggi.
Ilustrasi kredit, kredit perbankan.
"Yang terus dijaga adalah risiko kredit, tapi masih jauh di bawah indikator kita. Makanya kita pandang (penurunan outlook Indonesia) belum mencerminkan kondisi fundamental kita," jelas Alexander.
"Kondisi stabilitas sistem keuangan kita cukup baik, bahkan sangat baik, sangat robust, yang ke depan menjadi modal kita menghadapi volatilitas di global," terang dia.
Baca juga: Moodys Tetapkan Peringkat Kredit Indonesia Stabil, BI: Mencerminkan Keyakinan Dunia Internasional
Sebelumnya, Moody’s menyebut perubahan outlook tersebut mencerminkan meningkatnya risiko terhadap efektivitas kebijakan dan kualitas tata kelola yang berpotensi memengaruhi kredibilitas kebijakan makroekonomi Indonesia.
“Jika berlanjut, tren ini dapat mengikis kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah lama dibangun, yang telah mendukung pertumbuhan ekonomi yang solid serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan,” demikian pernyataan Moody’s.
Meski outlook diturunkan menjadi negatif, Moody’s tetap mempertahankan peringkat Indonesia di level Baa2.
Level ini masih berada dalam kategori layak investasi (investment grade), yang berarti Indonesia dinilai masih memiliki kapasitas memadai untuk memenuhi kewajiban utangnya.
Baca juga: Moody’s Turunkan Outlook RI Jadi Negatif, Pemerintah dan BI: Fundamental Tetap Kuat
Dalam penilaiannya, Moody’s menyoroti aspek prediktabilitas kebijakan dan tata kelola.
Lembaga itu menilai perubahan atau ketidakpastian dalam arah kebijakan publik dapat memengaruhi persepsi risiko investor terhadap Indonesia.
Moody’s juga mengamati pergeseran pendekatan fiskal pemerintah, termasuk pembiayaan berbagai program prioritas dan pembentukan instrumen baru yang dinilai menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan konsistensi kebijakan jangka menengah.
Namun demikian, Moody’s tetap mencatat sejumlah kekuatan fundamental Indonesia, termasuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah serta rasio utang pemerintah yang relatif terkendali dibandingkan sejumlah negara dengan peringkat serupa.
Baca juga: Outlook Moodys dari Stabil ke Negatif Jadi Sinyal Peringatan untuk RI
Dalam pernyataannya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia.
"Di tengah tingginya gejolak dan ketidakpastian global, kinerja ekonomi domestik tetap solid," ujar Perry dalam keterangan resmi.
Perry menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen, sehingga secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh 5,1 persen.
Inflasi tetap terjaga pada 2,92 persen, berada dalam kisaran sasaran, dan stabilitas nilai tukar rupiah terus diperkuat melalui komitmen kuat BI.
Baca juga: Moody’s Turunkan Outlook Indonesia ke Negatif, Rating Tetap Baa2
"Stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang terjaga pada level tinggi, serta risiko kredit yang rendah. Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran yang tetap terjaga ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat turut mendukung pertumbuhan ekonomi," papar Perry.
Tag: #moodys #turunkan #outlook #indonesia #cerminkan #fundamental