Kurangi Ketergantungan Impor Industri Kemasan, AKPI Investasi Rp 1,6 T
PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) (DOC. AKPI)
12:44
4 Februari 2026

Kurangi Ketergantungan Impor Industri Kemasan, AKPI Investasi Rp 1,6 T

- Emiten film plastik PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) menggelontorkan investasi 100 juta dollar AS atau Rp 1,6 triliun (kurs Rp 16.000 per dollar AS). 

Dana tersebut untuk ekspansi fasilitas Biaxially Oriented Polyethylene Terephthalate (BOPET) berkapasitas 62.000 ton per tahun serta pembangunan mesin Cast Polypropylene (CPP) untuk mendukung pengembangan kemasan berkelanjutan.

“Investasi BOPET ini diperkirakan mencapai sekitar 100 juta dollar AS, dan menjadi salah satu investasi terbesar di sektor film plastik nasional dalam beberapa tahun terakhir,” kata manajemen perusahaan dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).

Manajemen mengatakan bahwa proyek tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pasokan PET film di dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, seiring meningkatnya permintaan dari industri makanan, minuman, farmasi, dan consumer goods.

“BOPET merupakan tulang punggung industri kemasan fleksibel modern. Melalui ekspansi ini, kami ingin memastikan kebutuhan pasar domestik dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri dengan standar kualitas global,” ujar manajemen AKPI.

Dengan tambahan kapasitas tersebut, AKPI menargetkan peningkatan kontribusi segmen BOPET terhadap pendapatan Perseroan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi PET film yang kompetitif di kawasan regional.

Investasi Mesin CPP

Di sisi lain, AKPI juga berinvestasi pada mesin CPP berkapasitas 8.500 ton per tahun yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026.

Investasi ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kemasan berkelanjutan, khususnya monomaterial packaging yang lebih mudah didaur ulang dan sejalan dengan target ESG perusahaan multinasional.

“Permintaan terhadap kemasan ramah lingkungan terus meningkat. Investasi CPP ini merupakan bagian dari kesiapan kami untuk menjadi mitra strategis pelanggan global dalam transisi menuju kemasan berkelanjutan,” jelas manajemen.

Dari sisi keuangan, hingga September 2025 AKPI mencatat total aset sebesar Rp 3,70 triliun dengan ekuitas Rp 1,8 triliun, dengan struktur permodalan yang solid untuk menopang ekspansi jangka panjang.

Perseroan juga mengalokasikan belanja modal rutin guna menjaga keandalan operasional dan efisiensi produksi.

“Dengan kombinasi investasi BOPET berskala besar dan CPP berbasis keberlanjutan, AKPI optimistis dapat memperkuat kemandirian industri kemasan nasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar regional dan global,” tegas manajemen.

Tag:  #kurangi #ketergantungan #impor #industri #kemasan #akpi #investasi

KOMENTAR